Pianis Muda Korut Memukau Penonton GKJ

WhatsApp Image 2018-04-12 at 10.46.57

Pianis muda kelas dunia dari Korea Utara Choe Jang Hung (Ist)

Penampilan pianis muda kelas dunia dari Korea Utara Choe Jang Hung dalam Konser Perdamaian di Gedung Kesenian Jakarta, Rabu (11/4/2018) memukau sekaligus menyihir penonton yang memadati gedung berkapasitas 450 orang itu.

Adapun penampilan Jang Hung berhasil memberikan kesan yang lebih positif mengenai negeri yang dipimpin Kim Jong Un ini. Berkali-kali tepuk tangan meriah dan standing ovation membahana sebagai tanda kekaguman atas kemampuan Jang Hung memainkan jemarinya di tuts piano.

Badannya menyentak-nyentak pada tempo tinggi dari beberapa nomor yang dibawakannya. Konser Perdamaian yang menampilkan recital pianoforte ini diselenggarakan Jaya Suprana School of Performing Arts (JSSPA) dan Perhimpunan Persahabatan Indonesia Korea (PPIK) serta Kantor Berita Politik RMOL.

Duta Besar Republik Rakyat Demokratik Korea An Kwang Il dan istri serta staf Kedubes Korea Utara hadir dalam Konser Perdamaian tersebut. Beberapa duta besar negara sahabat, seperti Dubes Rusia, Dubes Kuba, Dubes Bulgaria dan Dubes Rumania.

Karya-karya klasik yang dimainkan Jang Hung antara lain adalah The Well-tempered Clavier Part I in cis major BWV 848 yang ditulis komposer Johann Sebastian Bach, Sonata in A major. KV.331 (Wolfgang Amadeus Mozart), dan ‘Children’s Corner’ L.113 (Claude Debussy).

Jang Hung juga memainkan empat karya Frederic Chopin, yakni Mazurka op.59 Nr.3 in fis-minor, Walts No. 1 in E-flat major (“Grande Valse Brillante”) op.18, Etude in A minor op.25 No.11, dan Polonaise Op.53 No.6. Concert Paraphrase de Tema Opera “Rigoletto” Verdi karya Franz Liszt merupakan komposisi terakhir yang dimainkannya.

“Dia ini anak ajaib. Saya menyerah. Kemampuannya lebih tinggi dari saya,” kata Jaya Suprana yang memandu konser. Sebuah komposisi yang disusun Jaya Suprana yang diberi judul Fragmen, juga dimainkan Jang Hung. Nadanya mengalun sekaligus menyentak.

“Waktu saya mendengar Jang Hung membawakan komposisi itu (Fragmen), saya sampai tidak tahu siapa yang menulisnya. Dia memainkannya lebih indah dari yang pernah saya bayangkan,” kata Jaya Suprana lagi. Jaya Suprana juga terlihat tak dapat menahan haru dan airmatanya menikmati permainan Jang Hung.

He is not a man, he is a superman,” sambungnya dalam siaran pers yang diterima patainanews.com, Kamis (12/4/2018). Choe Jang Hung baru berusia 13 tahun. Dia mulai bermain piano pada usia empat tahun, dan di usia enam tahun sudah memenangkan The International Children Chopin Competition di Polandia.

Beberapa tahun kemudian dia memenangkan Zhong Yin Cap International Piano Competition di China. Maret tahun lalu, Jang Hung kembali menggondol gelar juara dalam Vladimir Krainev Moscow International Piano Competition di Moskow, Rusia.

Jaya Suprana menemukan nama Choe Jang Hung dalam penerbangan dari Beijing ke Pyongyang, pada bulan Agustus tahun lalu. “Saya menyambut Pak Jaya di Bandara Pyongyang. Begitu ketemu saya, hal pertama yang disampaikan Pak Jaya adalah keinginannya mengundang pianis muda. Waktu itu Pak Jaya lupa nama pianis muda itu. Kata Pak Jaya, dia membaca kisah tentang pianis muda itu di majalah dalam penerbangan dengan Air Koryo,” cerita Sekjen PPIK Teguh Santosa usai konser.

Teguh sudah berkali-kali berkunjung ke Pyongyang dalam misi persahabatan. Tahun lalu dia membantu kunjungan Jaya Suprana dan istrinya, Aylawati Sarwono ke Pyongyang. Setelah mendengar keinginan Jaya mengundang pianis dari Korea Utara, Teguh berkomunikasi dengan counterpart-nya di Pyongyang.

“Selama di Pyongyang, Pak Jaya juga berkesempatan mengunjungi taman kanak-kanak khusus di Pyongyang tempat anak-anak muda Korea dari usia dini belajar bermain piano,” kata Teguh lagi. Teguh mengucapkan terima kasih atas kesediaan Jaya Suprana menginisiasi Konser Perdamaian di Jakarta.

“Pak Jaya membuat pekerjaan kami di Perhimpunan Persahabatan jadi jauh lebih mudah. Insya Allah setelah ini, akan ada tim seni budaya lain dari Korea Utara yang akan berkunjung ke Indonesia,” demikian Teguh Santosa. (Gabriel Bobby)

About author



You might also like

Airlines

Bali yang Cantik Andalan Pariwisata Indonesia

Bali menjadi daya tarik utama wisatawan (Ist) Bali tak bisa dipungkiri memang sudah sangat terkenal di dunia. Dan, tak salah menyebut Pulau Dewata menjadi andalan pariwisata Indonesia guna menjaring wisatawan

Hotel

Menteri Pariwisata Ajak Helicity Garap Nomadic Tourism

Menteri Pariwisata Arief Yahya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan CEO PT Whitesky Aviation Denon Prawiraatmadja (Ist) Menteri Pariwisata Arief Yahya mengajak manajemen PT Whitesky Aviation untuk mengembangkan nomadic tourism

Hotel

Irene Camilyn Sinaga Bertekad Majukan Pariwisata Sumsel

Irene Camilyn Sinaga (kanan) berpose bersama Menteri Pariwisata Arief Yahya (Ist) Kepala Dinas Pariwisata Sumatera Selatan (Sumsel) Irene Camilyn Sinaga bertekad memajukan potensi pariwisata Sumsel yang beragam sehingga menjadi daya

Slideshow

GM Tanjung Perak Ajak Stakeholder ke Bulan

Mengenalkan General Manager PT Pelindo III Pelabujhan Tanjung Perak Joko Noerhudha (Ist) Tak kenal maka tak sayang, pepatah ini selalu dipegang oleh General Manager baru PT Pelindo III Pelabuhan Tanjung Perak

Hotel

Halimah Munawir Anwar dan Atalia Ridwan Kamil Ukir Prestasi Gemilang Akhir 2017

Halimah Munawir Anwar (kiri) bersama Atalia Praratya, istri Walikota Bandung Ridwan Kamil (Ist) Halimah Munawir Anwar mengaku bersyukur bisa menutup tahun 2017 dengan prestasi manis. Ia bersama Atalia Praratya, istri Walikota

Culture

Mendatangkan Wisman, RI Harus Belajar dari Thailand

Menteri Pariwisata Arief Yahya (kiri) (Ist) Mengurus pariwisata Indonesia, termasuk mendatangkan banyak wisatawan mancanegara (wisman) ternyata negeri ini harus belajar dari Thailand. Bukan dari negeri jiran Malaysia atau Singapura. Tahun