Pinky Promise, Kisah Perempuan Hebat

pinky promise

Pinky Promise (Ist)

Film Pinky Promise bercerita tentang kehebatan perempuan dan kekuatan persahabatan dalam menghadapi kehidupan.

Dan, film ini telah premiere di Jakarta, Rabu (5/10/2016) dan rencana film yang disutradarai Guntur Soeharjanto itu akan diputar di bioskop Indonesia mulai 13 Oktober mendatang. 

“Bukan semata-mata persahabatan. Tapi dari Pinky Promise bisa dilihat kehebatan wanita. Mau menceritakan kehebatan wanita. Paling tidak kita berhubungan dengan wanita,” ujar Guntur pada peluncura ntrailer dan poster film Pinky Promise di XXI Plaza Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (19/8/2016).

Film produksi MP Pro ini mengisahkan warna-warni persahabatan antarperempuan dari jenjang usia yang berbeda dan masalah hidup yang berbeda.

Adapun patainanews.com tercatat sebagai media partner film Pinky Promise. Sementara PermataBank dan Tanjung Lesung bersama lainya menjadi sponsor dalam film ini. 

“Saya setiap buat film tidak mau memikirkan personal feeling orang. Film ini menceritakan bagaimana berjuang untuk bertahan hidup dansurvive dari breast cancer. Banyak banget wanita Indonesia terkena kanker kan,” kata Guntur.

Agni Pratistha selaku pemeran utama bahkan benar-benar menjalin persahabatan dengan para wanita pemeran film ini agar pesan dari film ini dapat tersampaikan.

“Di sini saya, Agni Pratistha, Dea Ananda, Dhea Seto, Alexandra G, Chelsea Islan, dan Ira Maya Sopha, bukan hanya bersahabat di dalam film, tapi juga di kehidupan nyata,” papar Agni.

“Kami ingin memberitahukan kepada masyarakat Indonesia bahwa persahabatan itu mampu membuat kita semua bisa saling mendukung dalam menjalani kehidupan,” jelasnya.

Guntur menambahkan bahwa semua karakter dialam film ini memang mewakili kehidupan sosial. Mereka terkumpul karena sebuah penyakit mematikan yakni kanker.

“Film ini potret sosial kebidupan nyata di sini. Semua artis yang ada disini mewakili kehidupan sosial saat ini. Mereka bertemu karena memiliki latar belakang yang sama penyakit kanker,” tuturnya.

Pinky Promise

Pinky Promise sudah sangat familiar didengar, bermula dari Jepang yang menyebutnya ‘Yubikiri’ dan akhirnya menyebar ke seluruh penjuru dunia hingga Amerika Serikat (AS).

Menariknya penyebutannya berbeda, seperti di AS menyebutnya dengan Pinky Swear, dan MPPro Pictures menyebutnya dengan Pinky Promise.

Simbol dari ikatan janji ini menjadi daya tarik dan alasan kenapa PT Muara Prima Entertainment (MPPro Pictures) memberi judul film perdananya dengan Pinky Promise.

Film ini mengisahkan tentang persahabatan dan janji kebersamaan antarperempuan yang berbeda usia, yang masing-masing mempunyai problematika tersendiri.

“Kami ingin mengangkat bahwa sebuah persahabatan sangat penting di dalam sebuah kehidupan, hidup akan terasa hampa kalau kita tidak punya sahabat di dunia ini,” ujar Wailan Rotinsulu, produser film Pinky Promise dalam siaran pers yang diterima patainanews.com, Selasa (23/8/2016).

Setelah melalui proses syuting selama tiga pekan yang berlokasi di Jakarta dan Yogyakarta. “Film Pinky Promise ini akan ditayangkan pada tanggal 13 Oktober 2016 di seluruh bioskop di Indonesia,” ujar Robby Zoriza selaku produser film Pinky Promise.

Selain memiliki cerita yang kuat, film ini juga banyak menggunakan visual effect untuk memperkuat cerita, selain itu dibutuhkan waktu yang cukup lama dan ketekunan dalam membuat visual efek tersebut.

“Penasaran seperti apa visual efek yg dibuat, silakan tunggu tanggal mainnya,” ujar Robby Zoriza. Saat ditemui di Plaza Senayan saat launching original soundtrack film Pinky Promise, Afgan sangat puas dengan hasil karya lagu ‘Jalan Terus’ yang dijadikan original soundtrack film ini. 

“Lagu ini juga saya dedikasikan untuk semua perempuan hebat di Indonesia,” ujar Afgan. Para pemain film ini sebagian besar adalah perempuan, menjadi daya tarik di film ini.

“Di sini saya, Agni Pratistha, Dea Ananda, Dhea Seto, Alexandra G, Chelsea Islan, dan Ira Maya Sopha, bukan hanya bersahabat di dalam film, tetapi juga di kehidupan nyata. Dan kami di sini ingin  memberitahukan kepada masyarakat Indonesia bahwa persahabatan itu mampu membuat kita semua bisa saling mendukung dalam menjalani kehidupan, ” ujar Agni Pratistha.

Sutradara film Pinky Promise Guntur Soeharjanto berharap film ini mampu memberikan warna baru di industri film di Indonesia. Dan seperti tagline film ini ‘Setiap Janji Punya Warnanya Sendiri’ , ia berharap cerita dari setiap warna di film ini mampu menginspirasi seluruh perempuan di Indonesia.

Adapun patainanews.com tercatat sebagai media partner film Pinky Promise. Sementara Tanjung Lesung, destinasi wisata di Banten menjadi salah satu sponsor dalam film ini. 

Pada kesempatan ini, perwakilan Tanjung Lesung tampak hadir. Nadya Aranti, Sales Admin Reservation PT Banten West Java (BWJ) terlihat dalam peluncuran trailer film Pinky Promise.

Dea, sapaan akrabnya, datang bersama sejumlah rekan dari PT BWJ, pengelola Tanjung Lesung menyaksikan langsung tralier film tersebut.

Seperti diketahui, Menteri Pariwisata Arief Yahya tengah gencar mempromosikan 10 destinasi baru yang populer dengan sebutan 10 Bali baru.

Mulai dari Danau Toba Sumut, Tanjung Kelayang Belitung, Tanjung Lesung Banten, Kepulauan Seribu Jakarta, Borobudur Jawa Tengah, Bromo Tengger Semeru Jawa Timur, Mandalika Lombok, Labuan Bajo NTT, Wakatobi Sultra dan Morotai di Maluku Utara. (Gabriel Bobby)



About author



You might also like

SightSeeing

Promosi ASIAN GAMES 2018, Wonderful Indonesia ke Jepang

 Sales Mission Asian Games di Jepang 2017 (Ist) Indonesia saat ini sedang melakukan persiapan besar-besaran sebagai tuan rumah Asian Games 2018. Sebagai bagian dari pemerintahan Indonesia, Kemenpar juga ikut ambil

Heritage

Traveling ke Semarang Menginap di Hotel Chanti Semarang

Deluxe Room Hotel Chanti Semarang (Ist) Semarang sering disebut sebagai destinasi wisata yang menark sehingga banyak wisatawan Nunsatara dan turis asing tertarik berkunjung ke destinasi wisata yang ada di Jawa

Heritage

Sambut Wisman, Riau Gelar Festival Perang Air di Meranti

Festival Perang Air di Riau tahun 2016 (Ist) Atraksi memikat bakal digelar di salah satu pintu masuk wisatawan mancanegara (wisman) di Riau. Kegiatan ini disebut Festival Perang Air (FPA). Perhelatan

SightSeeing

100.000 Homestay Jadi ‘Trending Topic’ di PBB

Menteri Pariwisata Arief Yahya didampingi Duta Besar RI di Madrid Yuli Mumpuni memenuhi Undangan HE Dr Taleb Rifai, Sekjen UNWTO di Madrid, Spanyol (Ist)  Tema yang paling heboh dalam pertemuan

SightSeeing

Wisata Museum di Yogyakarta Daya Tarik Wisatawan Asing

Wisatawan asing melihat batik (Ist) Sesungguhnya sudah sejak lama museum menjadi destinasi wisata, baik domestik maupun asing. Begitu pula wisata rekreasi maupun minat khusus. Achmad Charris Zubair, Ketua Umum Dewan

Slideshow

Sari Soentoro Serius Besarkan SR Ethnic

Produk SR Ethnic, kalungnya menggunakan kain Sarita khas Toraja, Sulawesi Selatan (Ist) Sari Soentoro, pemilik SR Ethnic mengaku terus berupaya mengembangkan usaha yang dirintisnya sejak Januari 2017 silam. “Simbol yang