Presiden Jokowi Minta Promosi Wisata Sumba Dikelola Modern

WhatsApp Image 2017-07-12 at 19.50.26

Presiden Jokowi di Sumba Barat Daya, NTT (Ist)

Presiden Jokowi menikmati langsung keunikan budaya di Sumba Barat Daya saat menghadiri Parade Kuda Sandelwood dan Festival Tenun Ikat Sumba 2017 di Lapangan Galatama, Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Presiden Jokowi mengatakan, budaya merupakan ciri khas sebuah bangsa dan bila dikelola dengan baik akan menjadi keunggulan yang dimiliki Indonesia dibanding bangsa-bangsa lain, terutama di bidang pariwisata.

“Inilah kebinekaan kita, Bhinneka Tunggal Ika yang harus kita jaga, karena sangat beragam,” ujar Jokowi saat memberi sambutan di acara itu, Rabu (12/7/2017). Mantan gubernur DKI Jakarta itu meminta agar keunikan tersebut dapat dikelola dengan baik, dan kegiatan promosi dilakukan secara masif dan efektif guna menarik wisatawan.

Presiden memuji keunikan yang ada di Pulau Sumba, seperti kuda Sandelwood yang setiap tahun dipakai untuk parade, dan tak jarang digunakan untuk mas kawin. “Ini simbol kesatria,” ucap mantan wali kota Surakarta. 

Keunikan lainnya adalah budaya cium hidung. Saat tiba di bandara, Presiden dibisiki oleh Bupati Sumba Barat Daya tentang budaya tersebut. “Itu adalah simbol nafas kehidupan,” ungkapnya dalam siaran pers yang diterima patainanews.com.

Jokowi menyampaikan bahwa setiap suku dan daerah memiliki keunikan dan kelebihan masing-masing yang dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan lokal maupun mancanegara. Karenanya dia meminta Parade Kuda Sandelwood dan Festival Tenun Ikat Sumba, harus dibuat secara berkelanjutan, sehingga tingkat kunjungan wisatawan tetap berlangsung meski tidak ada festival.

Dia berharap kegiatan tersebut dikelola secara modern dan dipublikasikan lebih gencar di media sosial. Atau mengundang para blogger datang ke Sumba, untuk membantu promosinya. “Kalau perlu cari sutradara film, baik nasional maupun internasional yang mau produksi filmnya dengan latar belakang keindahan Sumba, supaya NTT makin terkenal di manca negara,” ucap Jokowi.

Sebelum meninggalkan Lapangan Galatama, Jokowi menyaksikan atraksi budaya, parade kuda, proses tenun ikat, serta menyapa dan berswafoto dengan masyarakat. Bahkan, dengan mengenakan pakaian adat Sumba, suami Iriana sempat merasakan naik kuda Sandelwood.

Sementara Menteri Pariwisata Arief Yahya memang sudah mempromosikan Sumba melalui berbagai event. Diantaranya, Parade 1001 Kuda, Festival Sandelwood, Festival Tenun Ikat Sumba dan lainnya. “Berbagai events itu juga sudah menjadi perbincangan seru di netizen, bahkan menjadi trending topic di media sosial,” kata Arief Yahya. (Gabriel Bobby)

About author



You might also like

Heritage

NTB Siap Promosikan ASIAN GAMES 2018

Logo ASIAN GAMES 2018 (Ist) Penyelenggaraan ASIAN GAMES 2018 di Indonesia pada Agustus mendatang akan digelar di Jakarta dan Palembang, Sumatera Selatan. Event olahraga prestisius di Benua Asia ini diperkirakan

Slideshow

Perpaduan Rasa Nasi Goreng Buntut Hotel Santika Premiere ICE BSD City

Nasi Goreng Buntut (Ist) Nasi goreng telah menjadi salah satu masakan tradisional Indonesia yang cukup digemari oleh seluruh lapisan masyarakat. Olahan kuliner dengan bahan dasar nasi putih ini tersedia hampir

All About Indonesia

Rangkaian HPN 2017 Bergulir

HPN 2017 (Ist) Rangkaian kegiatan Hari Pers Nasional (HPN) 2017 mulai bergulir. Panitia HPN 2017 akan menyelenggarakan Seminar Nasional bertema ‘Peran Pers dan Revitalisasi Kekuatan Maritim di Provinsi Maluku’ pada

Airlines

Banyuwangi Masuk 10 Besar Kabupaten Pariwisata

Menteri Pariwisata Arief Yahya (Ist) Kota Surabaya di Provinsi Jawa Timur dianugerahkan menjadi kota terbaik pada Yokatta Wonderful Indonesia Tourism Awards 2018 yang digelar di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta

Cuisine

Wedang Coklat Ala Chef Chitra

Wedang Coklat ala Chef Chitra (Ist) Wedang selama ini dikenal identik sebagai minuman tradisional khas Indonesia, khususnya dari tanah Jawa. Minuman ini pas diminum saat udara dingin lantaran dianggap bisa

Festival

Pemprov DKI Jakarta Jeli Manfaatkan Pokemon GO Promosikan Pariwisata

Menteri Pariwisata Arief Yahya (Ist) Pokemon GO, game aplikasi yang saat ini tengah populer dimanfaatkan pemerintah provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sebagai peluang memasarkan pariwisata. Ya, bisa dibilang Pemprov DKI Jakarta