President University Menuju World Class University Orientasi Riset

yayasan-president-university-840x440

Pelantikan Rektor President University Jony Oktavian Haryanto (Ist)

Yayasan Pendidikan Universitas Presiden melantik Jony Oktavian Haryanto sebagai Rektor President University periode 2016-2020 menggantikan Chandra Setiawan.

Sebagai Rektor President University baru, Jony memiliki visi untuk menjadikan President University world class university dengan berorientasi pada riset.

“Untuk menjadi World Class University, bukan hanya perkuliahan berbahasa Inggris, mahasiswa dari asing, melainkan memiliki mutu riset dan publikasi terbaik juga dalam pengabdian masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, President University telah memiliki visi yang jelas, yakni menjadi universitas kelas dunia, yang menghasilkan lulusan yang memiliki wirausaha, wawasan multicultural dan wawasan global.

Berlokasi di kawasan industri Jababeka, President University dikelilingi 2.000 perusahaan multinasional seperti Unilever, Samsung, Mattel, ICI Paints, Kraft dan masih banyak lagi.

Situasi ini memungkinkan lulusan President University untuk langsung bekerja setelah lulus. Ditambah lagi dengan jaminan siap kerja bagi setiap lulusan lantaran President University memiliki program 2 semester praktik kerja lapangan (magang) sebagai salah satu syarat kelulusan bagi semua mahasiswanya.

“Hampir 97 persen lulusan dari President University langsung terserap di dunia kerja, dan saya juga tekankan kepada tenaga pengajar untuk membuat riset minimal dalam setahun dua kali,” paparnya.

Saat ini terdapat sekitar 5.000 mahasiswa baik lokal maupun mancanegara yang belajar di President University. Sebagai universitas bertaraf internasional, tidak hanya proses perkuliahan dilakukan dalam bahasa Inggris, tetapi President University juga dilengkapi dengan kurikulum berstandar internasional yang dibuat dan dikembangkan oleh para akademisi kelas dunia. Semua program, termasuk mata kuliah wajib dari pemerintah juga diajarkan dalam bahasa Inggris.

Pada pelantikan tersebut dihadiri para pejabat dari akademisi dan mantan rektor universitas negeri, seperti mantan Rektor ITB Joko Santoso.

Tak hanya itu hadir juga Komaruddin Hidayat, Abdullah Wahid Maktub, Staf Khusus Kemenristekdikti, dan Ali Gufron Mufti, Dirjen Dikti. (Gabriel Bobby/berbagai sumber)

About author



You might also like

Tour Package

Mengelola Destinasi Wisata Bahari Indonesia, Mengembalikan Kejayaan Bangsa Maritim

Segera ikut PATA Travel Mart 2016 (Ist) Negeri ini sudah lama dikenal sebagai bangsa maritim yang besar. Tak heran jika kemudian tercipta lagu legendaris berjudul ‘Nenek Moyangku Seorang Pelaut’ sehingga

Nature

Bus Wonderful Indonesia Beroperasi di Berlin Promosikan Pariwisata Nusantara

Bus Wonderful Indonesia di Berlin, Jerman (Ist) Bus-bus Wonderful Indonesia yang menampilkan beragam keindahan di Tanah Air beroperasi di Berlin, Jerman mempromosikan pariwisata Nusantara di negara itu selama sebulan penuh.

Heritage

Masa Depan itu Ada di Sektor Pariwisata

Menteri Pariwisata Arief Yahya foto bersama Chairman CNTA Li Jinzao beserta jajarannya dalam China International Travel Market (CITM) 2016 di Shanghai New International Expo Centre, Tiongkok 11-13 November 2016 (Ist)

Heritage

Masyarakat Bali yang Terbuka Disukai Wisman

Peni Cameron (kaus kuning) (Ist) Bali selama ini memang menjadi daya tarik wisatawan mancanegara (wisman) ketika mereka berkunjung ke Indonesia. Beragam potensi wisata, budaya dan kearifan lokal yang ada di

Culture

Dukung Gelar Peduli Gerakan 1000 untuk Kepulauan Seribu

Dear all, Bersediakah menjadi PARTNER GERAKAN1000?Kami membutuhkan 1000 Sponsor dalam Gerakan1000, yaitu :  500 sponsor senilai 1.5jt, komisi = 10% 250 sponsor senilai 5jt, komisi = 10% 150 sponsor senilai 10jt,

Nature

Ketika Tedjo Iskandar Berbagi Ilmu tentang Tour Leader

Founder TTC Travel Mart Indonesia Tedjo Iskandar (ketiga dari kanan) Founder TTC Travel Mart Indonesia Tedjo Iskandar tampak serius berbagi ilmu mengenai tour leader. Ya, Tedjo rupanya tak pelit ilmu