Program Destinasi Wisata Religi Berbasis Masjid

WhatsApp Image 2017-06-16 at 07.53.22

Peluncuran Program Destinasi Wisata Religi Berbasis Masjid di Indonesia (Ist)

Wakil Presiden Jusuf Kalla meresmikan peluncuran Program Destinasi Wisata Religi Berbasis Masjid di Indonesia di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona Jakarta, kantor Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Kamis (15/6/2017).

Wapres Jusuf Kalla selaku Ketua Umum Pimpinan Pusat Dewan Masjid Indonesia didampingi Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya pada kesempatan itu juga menyaksikan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) kerja sama antara Kemenpar dengan Pimpinan Pusat Dewan Masjid Indonesia (PP DMI) bersama Tim Percepatan Wisata Halal dalam mengembangkan program tersebut.

Menpar Arief Yahya mengatakan, wisata religi dalam fortopolio bisnis pariwisata memiliki porsi cukup besar untuk menarik kunjungan wisatawan. Potensi budaya (culture) mempunyai porsi paling besar 60%, sedangkan alam (nature) 35% dan manmade 5%.

Dari culture dikembangkan berupa wisata warisan budaya dan sejarah, wisata ziarah/religi (heritage and pilgrim tourism) 20%; wisata belanja dan kuliner (culinery and shopping tourims) 45%; dan wisata kota dan desa (city and vilage tourism) 35%.

Sementara nature dikembangkan dengan produk wisata bahari (marine tourism) 35%; wisata ekologi (eco tourism) 45%; dan wisata petualangan (adventure tourism) 20%, sedangkan manmade dikembangkan dalam wisata MICE (MICE and event tourism) 25%; wisata olahraga (sport tourism) 60%; dan obyek wisata yang terintergrasi (integrated area tourism) 15%.

Menpar Arief Yahya menjelaskan, wisata religi bagian dari halal tourism menjadi portopolio bisnis pariwisata andalan Indonesia. ”Indonesia telah diakui oleh masyarakat internasional sebagai destinasi halal kelas dunia dan dibuktikan dengan diperolehnya 12 dari 16 penghargaan bergengsi pada ajang World Halal Tourism Award (WHTA) 2016 di Abu Dhabi,” kata Menpar Arief Yahya seraya mengatakan Indonesia mentargetkan tahun 2019 berada di peringkat satu versi Global Muslim Travel Index (GMTI) dari peringkat ke-4 tahun 2015 dengan jumlah wisman muslim sebanyak 5 juta (dari 2 juta tahun 2015) atau sebesar 25% dari target kedatangan 20 juta wisman dan jumlah pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) muslim sebanyak 242 juta.

Sementara Munawar Fuad Noeh, Ketua Program PP DMI mengatakan, seiring dengan perkembangan global wisata religi termasuk wisata halal semakin luas menjadi tren global. Perkembangan ini cepat direspons oleh Kemenpar bersama Tim Percepatan Wisata Halal dan PP DMI untuk bersinerji dengan menggarap Program Destinasi Wisata Religi Berbasis Masjid di Indonesia.

“Event di bulan suci ini, diinspirasi oleh visi untuk memakmurkan dan dimakmurkan masjid dari Wapres Jusuf Kalla, Ketua Umum PP DMI sejak 2012. Tujuannya untuk membangkitkan semangat dan potensi masjid dan umat Islam Indonesia dalam mensyiarkan dan memanfaatkan betapa negeri ini selain aman, damai dan harmoni juga kaya dengan spiritualitas dan religiusitas yang menjadi Indonesia makin very friendly Destination,” papar Munawar dalam siaran pers yang diterima patainanews.com belum lama ini.

Sebagai tindak lanjut dari program tersebut akan digelar simposium nasional dengan mengangkat tema ‘Peran Masjid dalam Pengembangan Wisata Religi di Indonesia’ berlangsung di Jakarta pada September mendatang. Simposium nasional ini akan menyertakan seluruh stakeholders industri pariwisata terkait: bidang infrastruktur, teknologi IT, penerbangan, perhotelan, industri makanan, minuman, busana, hingga kosmetik dan obat-obatan, serta aneka kerajinan tangan dan bidang lainnya.

100 Titik Destinasi Wisata Religi
Munawar Fuad Noeh menjelaskan, fungsi utama masjid adalah sebagai pusat peribadatan, perajut ukhuwwah, kegiatan dakwah dan taklim (pendidikan) dan memiliki banyak multi manfaah. Indonesia memiliki 850.000 lebih masjid yang terdiri dari; masjid bersejarah, masjid di seantero nusantara, hingga masjid yang unik dan khas dengan pesonanya, termasuk masjid di lingkungan area wisata maupun yang menjadi tujuan wisata itu sendiri.

“Dalam pilot project perdana, selama periode 2017-2020, penyertaan Program Wisata Halal berbasis masjid akan menentukan 100 Titik Destinasi Wisata Religi termasuk wisata halal berbasis masjid dari Sabang sampai Meauroke dengan menyertakan peran aktif Pemda Provinsi, Pemkab dan Pemkot di 100 Wilayah di Indonesia. Dalam pelaksanaannya dikalkulasi akan membuka peluang lebih dari 180 sektor usaha yang saling menguntungkan di tiap lokasi,” kata Munawar Fuad Noeh.

Dengan program ini, menurut Munawar, masjid dan jamaah masjid secara nyata diharapkan menyiapkan diri dan lingkungan sebagai warga yang sadar wisata sekaligus mampu melipatgandakan peran warga sebagai masyarakat yang ramah, penuh dengan persahabatan juga dipersiapkan dengan kemampuan untuk memberikan nilai manfaat bagi kemakmuran lingkungan sekitarnya melalui sektor pariwisata.

Hadir dalam acara peluncuran dan penandatangan MoU kerja sama Program Destinasi Wisata Religi Berbasis di Indonesia antara lain Ketua Tim Percepatan Pengembangan Pariwisata Halal Riyanto Sofyan, pengurus PP DMI, pejabat di lingkungan Kemenpar, serta para stakeholder industri wisata regili-wisata halal nasional dan global. (Gabriel Bobby)

About author



You might also like

Festival

Turis Tiongkok Semakin Banyak ke Indonesia

Pulau Dewata, Bali menjadi tujuan utama wisatawan mancanegara ke Indonesia (Ist) Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa wisatawan mancanegara (wisman) yang mengunjungi destinasi Wonderful Indonesia mencapai 1,14 juta wisatawan. Itu

Cuisine

Pariwisata Banyuwangi Kian Populer

Menteri Pariwisata Arief Yahya (kiri) dan Presiden Direktur Sriwijaya Air Chandra Lie (Ist) Pariwisata Banyuwangi bakal semakin ngetop. Akses menuju Kota Gandrung itu, bertambah lebar setelah Nam Air, Group Sriwijaya Air

Travel Operator

PATA Travel Mart 2016, Pariwisata Indonesia Optimistis 20 Juta Wisman Tercapai

PATA Travel Mart 2016 (Ist) Wakil Presiden Jusuf Kalla resmi membuka PATA Travel Mart (PTM) 2016 yang berlangsung di Indonesia Convention Exhibition (ICE) di BSD City, Banten pada Rabu, 7

Indonesiaku

Mari Bersama Kalahkan Kanker!

Narasumber berpose bersama (Ist) Sebagai upaya meningkatkan peran perempuan dalam memerangi kanker, Kementerian Kesehatan, Dharma Wanita Persatuan, dan PT Roche Indonesia berkolaborasi untuk mengedukasi para perempuan mengenai kanker serta menunjukkan sinergi yang baik

Airlines

Menjual Destinasi ‘Bunyi’ Indonesia ke Mancanegara

‘KORG Bagimu Negeriku Melestarikan Tradisi dengan Cara yang Tidak Tradisional’ (Ist) Indonesia selama ini dikenal kaya akan beragam potensi wisata dan itu memang sudah terbukti. Negeri ini tak hanya dikenal

Slideshow

Pemerintah Perlu Kembangkan Wisata Kuliner Indonesia

Rendang, Kuliner Khas Indonesia (Ist) Sebagai upaya melestarikan kuliner khas Indonesia, maka pemerintah harus melindungi dan mengembangkan wisata kuliner negeri ini yang dimulai dari dalam negeri hingga ke mancanegara sehingga