PT AP I Inisiasi Masterplan Pariwisata Terintegrasi Solo Raya

WhatsApp Image 2017-10-06 at 12.21.10

Direktur Utama PT Angkasa Pura I Danang S Baskoro (Ist)

PT Angkasa Pura (AP) I cabang Bandara Adi Soemarmo Solo ikut action menggerakkan spirit Indonesia Incorporated. Action nyata itu di-create AP I lewat inisiasi pembuatan masterplan pariwisata terintergrasi (integrated travel and tourism masterplan) Solo Raya.

Pembuatan masterplan pariwisata tersebut dilaksanakan saat Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Collaborative Destination Development (CDD) Solo Raya, Kamis (5/10/2017) di Aston Solo Hotel, Surakarta. Mengusung tema besar ‘500 Thousand Foreign Tourist Arrivals to Solo Raya in 2025’.

Kegiatan CDD Solo tahun 2017 merupakan tindak lanjut dari CDD Solo yang pernah dilakukan pada November 2015 silam. “Pada 2025 ditargetkan 3,5 juta wisatawan datang ke Solo Raya, yang terdiri dari 3 juta wisatawan Nusantara (wisnus) dan 500 ribu wisatawan mancanegara (wisman),” terang Direktur Utama PT Angkasa Pura I Danang S Baskoro dalam keterangan resminya yang diterima patainanews.com, Jumat (5/10/2017).

Target ini diyakini sangat mungkin bisa dicapai mengingat hingga 2016 lalu jumlah wisatawan yang mengunjungi Solo Raya berjumlah 2,1 juta orang. Tone optimisme pun makin terdengar nyaring lantaran CDD merupakan forum kolaborasi berbagai pemangku kepentingan industri pariwisata di daerah yang sebenarnya sudah diinisiasi oleh Angkasa Pura I sejak 2015.

“CDD bertujuan mendukung pengembangan potensi pariwisata daerah di kawasan tengah dan timur Indonesia sehingga sektor pariwisata dapat dijadikan motor pembangunan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Pada masterplan ini, lanjut Danang, terdapat beberapa poin yang dibahas, yaitu atribut destinasi utama (eco-heritage-cultural tourism), infrastruktur (bandar udara, jalan tol, kereta api, akomodasi, dan kuliner), pengembangan SDM, budaya yang ramah pariwisata, keamanan, penyesuaian kebijakan udara, stimulus investasi, rencana konservasi lingkungan, dan pemasaran.

Adapun beberapa isu utama dalam mengembangkan pariwisata Solo Raya yaitu hal-hal yang terkait load factor penerbangan yang relatif rendah, kurangnya pengetahuan calon wisman dan wisnus akan wisata Solo Raya, kesiapan Bandara Adi Soemarmo, kesiapan intemoda transportasi Bandara Adi Soemarmo.

Serta status Bandara Adi Soemarmo Solo yang disiapkan Kementerian Perhubungan sebagai hub baru selain Bandara Soekarno Hatta. “Selain itu juga promosi wisata di level internasional, dukungan stimulus dari Kementerian Pariwisata, Borobudur yang menjadi destinasi prioritas Kementerian Pariwisata untuk menjadi ‘10 Bali Baru’, dan Joglosemar yang dijadikan Kementerian Pariwisata sebagai Top 10 Branding Destination,” pungkasnya.

Sementara Menteri Pariwisata Arief Yahya ikut menyambut baik langkah PT Angkasa Pura I dalam mengembangkan destinasi Solo Raya. Dalam peta pariwisata nasional, Joglosemar (Jogja, Solo, Semarang) sudah diputuskan menjadi satu dari 10 Bali Baru.

“Ikonnya Borobudur, destinasinya Joglosemar,” ungkap Menpar Arief Yahya. Dia mengaku gembira karena inisiasi itu datang dari Airport Operator, AP I. Sebab, dalam pengembangan destinasi dan industri pariwisata, airport adalah komponen penting dari 3A, Atraksi, Akses, Amenitas.

“Akses itu sendiri ada tiga A lagi, yakni Airports, Airlines, dan Airnav/Authority, dalam hal ini Kemenhub. Kalau airports yang menginisiasi, itu sudah satu point kemajuan yang perlu disambut gembira,” kata Arief Yahya. Menpar yang asli Banyuwangi ini juga menyatakan perlu dikembangkan interkoneksi akses di kawasan pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta, Solo, dan Semarang (Joglosemar) untuk memudahkan wisatawan menjangkau ke berbagai wilayah tujuannya.

Faktor penting jika dibenahi secara langsung akan berpengaruh pada kesuksesan pariwisata di kawasan Joglosemar, misalnya Bandara New Yogyakarta International Airport di Kulonprogo, pasti akan memperkuat akses menuju Joglosemar, selain Adi Sumarmo Solo dan Ahmad Yani Semarang.

“Akses darat atau tol yang menghubungkan kawasan Joglosemar harus lancar sehingga wisatawan dapat menikmati paket perjalanan melintasi ketiga kota itu,” kata Menpar Arief Yahya. (Gabriel Bobby)

 

 





About author



You might also like

Airlines

Imelda Budiman Dukung Promosi Kepulauan Seribu

Imelda Budiman (Ist) Kepulauan Seribu di DKI Jakarta termasuk dalam 10 destinasi unggulan yang dikembangkan pemerintah yang sering disebut sebagai Bali Baru. Upaya mengembangkan potensi pariwisata di Kepulauan Seiribu dilakukan

World Heritage

MICT Sepakati Bisnis US$400 Juta

Menteri Pariwisata Arief Yahya menjadi salah satu panelis ‘Redifining The Role of Goverment in Developing New Tourist Destination’ dalam rangkaian kegiatan Manado International Conference on Tourism Investment di Sintesa Peninsula

Destinations

Tanjung Lesung di Festival Indonesia Festival 2018

Berita Foto: Tanjung Lesung, destinasi wisata yang ada di Pandeglang, Banten ikut promosi dalam Festival Indonesia 2018 di Kementerian Pariwisata, Rabu (31/1/2018). Tanjung Lesung hadir di booth Provinsi Banten. Event

Tourism

Mei, Pastikan ke Tanjung Lesung Tonton The Legend of Dewi Tanjung Lesung

The Legend of Dewi Tanjung Lesung (Ist) Indonesia menyimpan beragam pertunjukkan seni budaya, mulai dari sastra, musik hingga yang bersifat teatrikal. Semuanya memiliki ciri khas dan keunikan tersendiri. Salah satunya

Nature

Long Weekend Jalan-Jalan ke Sulsel

Kalong di langit Soppeng (Ist) Pesona pariwisata di Sulawesi Selatan (Sulsel) tak hanya ada di Makassar dan Tana Toraja saja sebab Sulsel masih banyak menyimpan beragam potensi wisata dan budaya

Cuisine

Tiga Hotel Santika Siap untuk Penyelenggaraan PATA Travel Mart 2016

Press Conference PATA Travel Mart 2016 di Kementerian Pariwisata (Ist) Penyelenggaraan PATA Travel Mart 2016 di venue Indonesia Convention Exhibition (ICE) di BSD City, Banten pada 7 hingga 9 September