Ragam Indonesia dalam Bingkai Visual Pusaka Indonesia tak Ragawi

permata bank
Indonesian Intangible Heritage (Ist)
Keragaman Pusaka Indonesia (Indonesia Heritage) yang terdiri dari Pusaka Alam, Pusaka Budaya dan Pusaka Saujana merupakan anugerah terbesar yang dimiliki bangsa Indonesia.
Pusaka tak ragawi (intangible) yang menjadi bagian dari Pusaka Budaya merupakan salah satu elemen yang sangat menarik untuk ditafsir ke dalam bahasa visual dalam konteks kekinian.

Hal inilah yang menjadi salah satu pertimbangan Pusaka Indonesia tak ragawi (Indonesian Intangible Heritage) menjadi tema sentralPermata PhotoJournalist Grant (PPG) yang sudah diselenggarakan untuk tahun yang kelima ini.

Oleh karena itu, program pendidikan berkesinambungan yang diinisiasi PermataBank dengan didukung oleh PannaFoto Institute dan Erasmus Huis/Kedutaan Besar Kerajaan Belanda di Indonesia menjalin kemitraan dengan Badan Pelestarian Pusaka Indonesia (BPPI) / The Indonesian Heritage Trust untuk ikut berperan serta memperkaya pemahaman Pusaka Indonesia kepada para Pewarta Foto.

Kesepuluh peserta program PPG yang telah mengikuti 8 sesi kelas yang dimulai sejak 24 November 2015 hingga 18 Februari 2016 yang terdiri dari :
1. Adhi Wicaksono, CNNIndonesia.com
2. Deden Iman Wauntara, Pikiran Rakyat Bandung
3, Dwi Prasetya, Bisnis Indonesia
4. Calin Pradipta, Media Indonesia
5. Gregorius Bhisma Adinaya, Intisari KKG
6. Hariandi Hafid, Koran Tempo Makassar
7. Hendra Agus Setyawan, Kompas
8, M Agung Rajasa, Antara Foto
9. Rakhmawaty La lang, Republika
10. Seto Wardhana, The Jakarta Post

Adapun menafsir ragam Indonesia dalam bingkai visual Pusaka Indonesia tak Ragawi ini secara kaya makna. Beberapa karya foto bertutur (photo story) seperti Membentuk Karakter dengan Penca Cimande, Regenerasi Tradlsi Makan singkong, Sunda Wiwitan: Tradisi dan Religi yang Harmoni, Kehidupan Roh Sang Penimbul, Mencegah Rintik tanpa Klenik, Generasi Kedua Pelaut Bugls Makassar, Regenerasi Dalang Wayang Kulit di Ibu Kota, Musik Batak yang Tak Pernah usang, Seniman Panggung Jalanan dan Menilai Kesiapan Melalui simbol menjadi cerita menarik yang terpancar secara visual.

Puncaknya, karya para pewarta foto muda Indonesia ini dbukukan dengan judul Indonesia Intangible Heritage dan dipamerkan dalam gelaran foto di Gedung WTC 2, Jakarta.

Pembukaan pameran diselenggarakan pada 7 April 2016 dengan dihadiri Hilmar Farid, Dirjen Kebudayaan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, Julian Fong, Wakil Direktur Utama PermataBank, Ineke de Hoog, Deputy Head Public Diplomacy & Cultural Affairs Embassy of the Kingdom of the Netherlands, Sinartus Sosrodjojo, Founder PannaFoto Institute, Catrini Prathari Kubontubuh, Ketua Badan Pelestarian Pusaka Indonesia (BPPI), Winata Siddarta, Deputy General Manager Jakarta Land, pebisnis, para mitra, pewarta foto, komunitas dan masyarakat penikmat fotografi.

Julian Fong, Wakil Direktur Utama PermataBank mengatakan, Indonesia merupakan negara yang indah dengan kekayaan Pusaka nya yang melimpah.

Menurutnya, masih banyak Pusaka tak Ragawi di Tanah Air yang bisa dieksplorasi untuk menunjukkan keberagaman dan keunikan yang sangat Indonesia.
Oleh karena itu tema sentral ini masih sangat relevan diangkat dalam progam PPG kali ini. Apresiasi yang mendalam disampaikan kepada Erasmus Huis dan Kedutaan Besar Kerajaan Belanda di Indonesia dengan program menariknya Erasmus Huis Fellowship to Amsterdam.

“Selain menghasilkan peserta yang berkualitas, yang tidak kalah pentingrya adalah menyapkan tenaga pengajar yang andal. Rosa Panggabean/Antara Photo dan Yoppy Pieter/Freelancer yang merupakan alumni PPG berkesempatan menjadi co Mentor sehingga pengalamannya saat menjadi peserta dan mengkuti Erasmus Huis Fellowship to Amsterdam dengan bimbingan para mentor interrasional dapat ditularkan tepada peserta program. Disamping itu progam Training for Trainers (ToT) telah kami lakukan untuk kal yang ketiga dengan peserta yang beragam balk itu alumni, pewarta foto, akademis dan komunitas Kami menyadari bahwa banyak pewarta foto hebat di Indonesia, namun dapat kita hitung dengan jari berapa banyak yang dapat (dan mau) menularkan amu dan keahlian yang dimikinya ToT ini kami harapkan dapat menjawab kegelisahan itu,” jelas Julian.

Sementara Ineke de Hoog, Deputy Head Public Diplomacy & Cultural Affairs Embassy of the Kingdom the Netherlands menjelaskan, seorang jumalis foto yang baik bisa menceritakan keseluruhan cerita dengan hanya satu gambar yang dapat menciptakan emosi dan merangsang pikirannya sehingga visual atau gambar dapat mempengaruhi, memanipulasi dan menggoda pikiran penikmat foto.

“Yang menarik adalah interpretasi gambar juga merefleksikan pengalaman kita sendiri dan keyakinan budaya. Oleh karena itu saya yakin bahwa foto jurnalistik yang bak dapat menggugah emosi dan menafsirkan pesan dalam pikiran tanpa kita sadar,” jelas Ineke.

Disisi lain Sinartus Sosrodjojo, Founder PannaFoto Institute menjelaskan, pendidkan merupakan titk awal dari masyarakat yang bak.

Di sektor media, kesempatan untuk mengembangkan kemampuan yang dimiliki para pewarta foto masih sangat terbatas. Oleh karena itu, PannaFoto fnstitute bangga dapat bergabung sebagai mitra di Permata PhotoJoumalist Grant.
Program yang sejalan dengan misi PannaFoto Institute, yaitu mengembangkan foto jurnalistik di Indonesia melalui aktivitas pendidikan di bidang foto jumalistik kepada pewarta foto dan publik.

Sedangkan Catrini Prathari Kubontubuh, Ketua Badan Pelestarian Pusaka Indonesia (BPPI) menegaskan, “Kekayaan bangsa Indonesia adalah keragaman pusaka (heritage) yang terdiri dari pusaka alam, pusaka budaya dan interaksi antara keduanya yang disebut pusaka saujana (cultural landscape). Sangat diperlukan upaya-upaya kreatif untuk mengoptimalkan potensi pusaka Indonesia. Berbagai kegiatan seperti PPC, dimana tahun 2015 mengangkat tema pusaka tak ragawi menjadi penting untuk semakin melengkapi wawasan tentang pusaka Indonesia”. (Gabriel Bobby/berbagai sumber)

 





About author



You might also like

Festival

Anak Muda Petualang, Tren Pariwisata Indonesia

Pembukaan AJTF 2016 (Ist) Tren wisata yang saat ini tengah digandrungi masyarakat Indonesia, terutama generasi muda yang bersifat petualang. Ya, mereka merasa bangga ketika mengunjungi destinasi-destinasi wisata domestik yang belum

Airlines

Adventure Gayeng, DPD ASPPI Jateng Gelar Bursa Wisata Indonesia

Press Conference Indonesia Travel Mart 2017 (Ist) Dewan Pengurus Daerah (DPD) ASPPI (Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia) Jawa Tengah merencanakan menggelar Bursa Wisata Indonesia ke-4 pada November 2017 di Semarang, Jateng.

Airlines

Pariwisata Indonesia, Potongan Sorga yang Jatuh ke Bumi

Turis asing menyatu dengan warga setempat di Gli Trawangan, Lombok (Ist) Pariwisata bisa membuat Indonesia menjadi negara maju dan menciptakan masyarakat negeri ini sejahtera.  Deputi Bidang Kelembagaan Kepariwisataan Kementerian Pariwisata

SightSeeing

Turis Asing ke Indonesia tak Melihat Kalender Event

Asyiknya keliling Solo dengan Sepur Kluthuk Jaladara (Ist) Upaya pemerintah daerah (Pemda) untuk memperkenalkan dan menjual keunggulan destinasi wisata yang ada di daerah masing-masing memang pantas diberikan apresiasi. Kendati demikian,

SightSeeing

Sambut Tahun Baru, Turis Asing Memilih Berlibur di Tanjung Lesung

Traveler selfie di Tanjung Lesung (Ist) Libur akhir tahun 2016 menyambut tahun baru 2017 di destinasi wisata di Indonesia ternyata diminati turis asing. Ya, sebut saja destinasi wisata bahari Tanjung

Hotel

Memotret Perempuan Sasak Menenun Subahnale

Ilustrasi tenun Subahnale (Ist) Lantunan kalimat tasbih Subhanallah (Maha Suci Allah SWT) tak berhenti diucapkan dari mulut wanita suku Sasak di Desa Sekarara, Lombok, Nusa Tenggara Barat ketika melihat hasil menenun.