Rakyat Merdeka ‘Menyebalkan’ Presiden Jokowi

IMG-20180209-WA0023

Presiden Jokowi (Ist)

Presiden Jokowi kembali mengocok perut para hadirin yang menyimaknya berpidato.

Kali ni terjadi dalam puncak Hari Pers Nasional (HPN) 2018, di Danau Cimpago Pantai Padang, Sumatera Barat, Jumat (9/2/2018).

Seperti biasa, Presiden Jokowi memanggil salah satu hadirin untuk naik ke atas panggung bersamanya.

Karena bertepatan Hari Pers Nasional, maka undangan ke atas panggung hanya berlaku untuk wartawan.

Sebelumnya, Jokowi mengaku selama ini kerap kesulitan melayani wartawan yang mewawancarainya secara doorstop atau mencegat langkah narasumber dan kemudian mencecarnya dengan banyak pertanyaan.

Karena itu, sekarang ia ingin ‘balas dendam’. Presiden Jokowi pun menunjuk salah satu wartawan yang bersedia ke depan. Dari atas panggung, wartawan itu memperkenalkan namanya Yousri Nur Raja Agam.

Ia mengaku sudah 40 tahun menjadi wartawan. Presiden Jokowi mulai ‘ngerjain’ Yousri dengan mengajaknya bertukar peran.

“Bapak jadi presiden, saya jadi wartawan,” ucap orang nomor satu di negeri ini. Kemudian, berlagak jadi wartawan, Jokowi mengajukan pertanyaan ke Yousri.

Pertanyaan pertama, menteri mana yang menurut ‘presiden’ paling penting. “Bapak punya menteri 34, menteri mana yang menurut bapak paling penting?” tanya Jokowi.

“Sebenarnya semua penting. Tapi yang paling penting menteri yang bisa membuat presidennya nyaman,” jawab Yousri.

“Jadi yang paling penting yang mana? To the point saja pak. Jangan muter-muter gitu. Saya belum bisa nulis, belum bisa nangkap,” cecar Jokowi.

“Menteri yang ngurusin wartawan,” jawab Yousri. Maksudnya adalah Menkominfo. Lalu Jokowi melontarkan pertanyaan kedua.

Jokowi mengatakan, kadang sebal, kadang jengkel dengan pertanyaan wartawan yang mudah di awal namun mulai sulit ketika di pertengahan wawancara.

Karenanyq masih berlagak wartawan, Jokowi bertanya ke Yousri. “Media mana yang paling menyebalkan menurut Bapak?” tanya Jokowi disambut tawa hadirin.

Mendengar tanya itu, Yousri kikuk. Ia awalnya menjawab ‘media abal-abal’. Namun langsung dibantah Jokowi.

“Di Istana, media abal-abal enggak ada. Media resmi semua,” tegas Jokowi. “Sampaikan apa adanya yang mana pak, entah TV, online, entah media cetak, yang mana. Bapak kan setiap hari diwawancarai di Istana, bapak kan hapal wartawannya siapa dan medianya apa,” tambah Jokowi.

Yousri pun spontan menjawab, “Yang paling hapal itu, yang paling menyebalkan itu Rakyat Merdeka”.

Mendengar jawaban Yousri, Jokowi langsung tertawa ngakak. “Pak presiden ini blak-blakan seperti perasaan saya. Sama persis,” ucap Jokowi sambil terus tertawa geli.

Lalu Jokowi bertanya kenapa Rakyat Merdeka menjadi media paling menyebalkan. “Kalau rakyatnya merdeka, pemimpinnya susah. Terlalu merdeka, semua apa saja dianggap merdeka. Padahal ada aturan kemerdekaan itu sendiri ada,” kata Yousri.

Tidak kuasa menahan tawa, Jokowi pun mengakhiri ulahnya mengerjai Yousri. Seperti biasa, ia menyuruh Yousri mengambil sepeda sebagai hadiah yang bisa dibawa pulang. (Gabriel Bobby)

About author



You might also like

SightSeeing

Bus Wonderful Indonesia Keliling Perancis

Bus Wonderful Indonesia keliling Perancis (Ist) Promosi Indonesia pada September tidak akan berhenti di acara TOP RESA. Mulai 26 hingga 30 September 2016, VITO bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata akan

Tour Package

Helicity Respons Positif Digital Tourism

Menteri Pariwisata Arief Yahya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan CEO PT Whitesky Aviation Denon Prawiraatmadja (Ist) Manajemen PT Whitesky Aviaton yang mengelola Helicity mengaku mendukung digital tourism yang dicanangkan

Tourism

Tanjung Lesung Diminati Korsel

  Menteri Pariwisata Arief Yahya (batik) (Ist) Hanya dua minggu berselang setelah Presiden Joko Widodo bertemu muka dengan Presiden Korea Selatan di Seoul, 15 Mei 2016 lalu, Menteri Pariwisata Arief

World Heritage

Memadukan Dive and Dine untuk Majukan Wisata Bahari Indonesia

Menteri Pariwisata Arief Yahya (ketiga dari kiri) (Ist) Menteri Pariwisata Arief Yahya mengusulkan komunitas Indonesian Women in Diving menggabungkan dive and dine sebagai upaya ikut memajukan wisata bahari Indonesia. AY,

Nature

ASITA Jakarta Gandeng Kereta Wisata Promosikan Pariwisata Indonesia

President Director PT Kereta Api Pariwisata Totok Suryono (kiri) dan Ninik Irawan,  Koordinator Bidang Domestik dan Minat Khusus ASITA Jakarta (tengah)  Manajemen PT Kereta Pariwisata akan ikut membantu ASITA Jakarta mempromosikan

Destinations

HPN 2016, Ada Lomba Berhadiah Rp500 Juta

Menteri Pariwisata Arief Yahya (kiri) bersama General Manager d’Praya Lombok Hotel LA Hadi Faishal (Ist) Kementerian Pariwisata menyediakan hadiah senilai Rp100 juta untuk penulis terbaik lomba karya tulis bertema bahari