‘Riau Truly Malay’

IMG-20160527-WA0029

Menteri Pariwisata Arief Yahya dan Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman (tengah) meluncurkan Calender of Event Riau 2016 (Ist)

Tanah tumpah darah Melayu, yang sudah digaungkan Riau dengan branding ‘The Homeland of Melayu’ menurut Menteri Pariwisata Arief Yahya sudah bagus.

Namun AY, sapaan akrab Menteri Pariwisata menyarankan agar lebih bagus lagi Riau menggunakan ‘Riau Truly Malay’. Karena menurut AY, Riau merupakan daerah asal bangsa Melayu.

“Kita sentil sedikit negara tetangga kita Malaysia itu. Jadi izinkan satu hari saja Riau The Homeland Of Melayu saya ganti jadi Riau Truly Malay,” ujarnya dalam paparan peluncuran Calender of Event Riau 2016 di Balairung Soesilo Soedaman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Jumat (27/4/2016).

Adapun Chairman PATA Indonesia Chapter SD Darmono terlihat hadir dalam peluncuran tersebut. AY mengemukakan, Riau sudah membuktikan bahwa bangsa Melayu besar dan berkembang di Bumi Lancang Kuning tersebut.

“Seperti tarian tadi, itu kalau gak salah sudah pernah juara internasional di China, itu khas dan kental dengan budaya Melayu. Dan tarian itu hanya ada di Riau,” jelasnya.

Ya, Riau memiliki potensi wisata yang tak kalah keren dengan destinasi di daerah lain. Untuk menarik lebih wisatawan berkunjung ke Riau, kalender wisata 2016 pun diluncurkan.

Selama ini Riau dikenal sebagai penghasil minyak bumi dan kelapa sawit. Namun, kini Riau yang terletak di Pulau Sumatera berupaya lebih menonjolkan pariwisata sebagai sektor andalan.

Banyak sekali destinasi wisata budaya hingga alam yang bisa menjadi pilihan seru buat liburan traveler. Sebut saja Candi Muara Takus atau ombak Bono di Sungai Kampar yang ajaib dan jadi favorit turis mancanegara.

Selain itu ada tiga sungai besar lainnya yaitu Sungai Siak, Sungai Rokan dan Sungai Kuantan yang menjadi lokasi acara Pacu Jalur.

Berbagai event seru yang tentunya bisa mendatangkan wisatawan domestik dan mancanegara akan diselenggarakan tahun ini seperti Festival Bono, Tour de Siak, Pacu Jalur, Bakar Tongkang, Gema Muharram serta Riau Marathon.

Dari aneka acara tersebut ada beberapa yang ikut didukung langsung oleh Kemenpar. “Paling tidak ada lima besar event yang didukung Kementerian Pariwisata. Yang pertama Bono Surfing, Tour de Siak, Pacu Jalur, Bakar Tongkang, dan Gema Muharram,” tutur Menteri Pariwisata Arief Yahya.

Sektor pariwisata akan semakin diunggulkan di Riau. Berbagai destinasi di sana akan terus dikembangkan seperti Sungai Kampar dengan ombak Bono hingga Candi Muara Takus.

Untuk itu, menurut Arief Yahya, Riau harus punya 3  A, yaitu atraksi kelas dunia, akses seperti tersedianya bandara internasional dan amenitas.

“Kalau mau membuat pengembangan destinasi itu pakai rumus 3 A, atraksi kelas dunia, airport harus internasional, yang ketiga amenitas, ada international hotel chain dan sebagainya. Amenitas mohon disiapkan tanah untuk kawasan ekonomi khusus seperti Nusa Dua di Bali. Itu harus ada seperti itu,” ujar Arief Yahya.

“Sudah ada tempat 600 hektar disiapkan untuk pengembangan kawasan wisata. Itu sudah lama disiapkan,” kata Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman.

Selain itu, Pemerintah Provinsi Riau juga harus memilih satu destinasi wisata yang jadi unggulan. Destinasi yang dipilih itu harus berkelas dunia agar lebih mudah menarik kunjungan wisatawan mancanegara.

“Kalau tidak fokus kita tidak dapat apa-apa. Setiap provinsi hanya boleh mengajukan satu destinasi unggulan. Destinasi unggulan Sumbar yang terpilih Mandeh. Sumut sudah punya Danau Toba. Riau ini apa yang akan dipilih, harus ditentukan,” ucap Arief.

Sedangkan untuk branding Riau dianggap sudah tepat. Dengan budaya Melayu yang diangkat, diharap bisa menarik turis dari negara tetangga seperti Malaysia untuk wisata ke Riau.

“Kalau branding ini sudah tepat. Riau The Homeland of Melayu,” katanya. (Gabriel Bobby)

 

About author



You might also like

Destinations

Pentingnya Sister City untuk Cirebon

Keraton Kasepuhan Cirebon Keraton Kasepuhan Cirebon mendorong adanya sister city antara Cirebon di Jawa Barat dengan Hawaii di Amerika Serikat (AS) lantaran bisa mendorong kerja sama dalam berbagai bidang, termasuk

Destinations

PATA Indonesia dan ICE Serius Menyiapkan PATA Travel Mart

Manajemen ICE yang diwakili Head of Exhibition Sales Hendrik Engelking (kiri), dan Head of Sales and Marketing Siti Karmila (ketiga dari kiri), serta President/CEO PATA Indonesia Chapter Poernomo Siswoprasetijo (batik)

Slideshow

Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Semakin Cepat

Wisatawan di Tanjung Lesung (Ist) Tim Percepatan 10 Top Destinasi Prioritas, yang oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya sering dijuluki ’10 Bali Baru’ semakin kencang. Menariknya setiap Minggu, tim yang dipimpin

Festival

Long Weekend ke Tanjung Lesung Nikmati Sunset

Sunset di Tanjung Lesung (Ist) Destinasi wisata Tanjung Lesung di Pandeglang, Banten tak salah menjadi pilihan wisatawan untuk menikmati long weekend sebab traveler di Tanjung Lesung bisa menikmati sunset yang

Destinations

The 2nd ASLI Expo 2016

Berita Foto: Asosiasi Senior Living Indonesia (ASLI) akan menggelar The 2nd ASLI Expo 2016 pada Jumat, 13 Mei 2016 di Balai Kartini yang rencana akan menghadirkan sejumlah pembicara, seperti Menteri

Heritage

Indonesia Punya Pantai yang Bagus

Wisatawan yang berkunjung ke Tanjung Lesung, Banten bisa menikmati wisata bahari, seperti diving (Ist) Wisata bahari yang menjadi andalan pemerintah sebagai upaya merealisasikan target Presiden Jokowi mendatangkan 20 juta wisatawan