Sate Kerbau, Simbol Toleransi di Kudus

sate kerbau

Sate Kerbau (Ist)

Mendengar kata Sate mungkin sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia. Kuliner satu ini dapat ditemui di seluruh penjuru Nusantara.

Namun, jika mendengar Sate Kerbau, tentu saja identik dengan kota Kudus. Siaran pers yang diterima patainanews.com belum lama ini menulis, kota yang dikenal sebagai kota industri kretek ini terkenal dengan kuliner khas Sate Kerbau.

Kuliner ini cukup menarik perhatian masyarakat karena tidak seperti lazimnya sate yang terbuat dari daging sapi, kambing atau ayam. Dilansir dari beberapa sumber, pada zaman dahulu masyarakat di sekitar area kota Kudus banyak menganut agama Hindu dan sapi merupakan hewan suci yang tidak boleh disembelih maupun dimakan bagi penganut agama tersebut.

Ketika Islam masuk di kota ini yang disebarkan oleh Sunan Kudus, maka Sunan Kudus  melarang pengikutnya untuk menyembelihan dan mengonsumsi sapi pada saat Hari Raya Idul Adha untuk menghormati pemeluk Agama Hindu dan menggantinya dengan kerbau.

Sejak saat itu olahan daging kerbau bermunculan, salah satunya adalah Sate Kerbau yang menjadi kuliner khas kota Kudus. Hal ini merupakan salah satu simbol toleransi antar umat beragama pada masa itu. Jika tidak sempat berkunjung ke kota Kudus, tidak perlu khawatir tidak bisa mencicipi kuliner khas Kudus ini karena Sate Kerbau juga dapat ditemui di Hotel Santika Premiere ICE BSD City.

Hotel berbintang 4 yang terletak di kawasan Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD ini menyajikan Sate Kerbau sebagai rekomendasi dari Chef bulan ini dengan tampilan menarik yang tentunya dapat menggugah selera. Sate Kerbau dijual dengan harga Rp 85.000,- nett per porsi. (Gabriel Bobby)

About author



You might also like

Heritage

Selepas Paskah, Jumlah Penumpang Pelabuhan Maumere Melonjak

Suasana penumpang di Pelabuhan Maumere (Ist) Puncak arus balik usai perayaan Hari Raya Paskah terjadi di Pelabuhan L Say, Maumere, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (29/3/2016).  Umat Katolik asal Nusa Tenggara

Culture

Garuda Indonesia akan Bantu Promosikan Pariwisata NTB

Wakil Ketua BPPD NTB Lalu Abdul Hadi Faishal (ketiga dari kiri) (Ist) Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Provinsi NTB terus berupaya memperkuat konektivitas transportasi pariwisata dari dan menuju Nusa Tenggara

Festival

Melihat GMT 2016 di Palembang

Ilustrasi logo Hotel Aryaduta Palembang (Ist) Hotel Aryaduta dinilai sebagai lokasi yang tepat untuk bisa mengamati gerhana matahari total (GMT) 2016 di Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel). Hal tersebut mencuat selama

Airlines

Peliknya Membidik Kelas Premium di Bursa Wisata Independen

TTC Ttavel Mart Signature (Ist) Jalan terjal untuk menyajikan bursa wisata dengan segmentasi premium ternyata tidaklah semudah membalikan telapak tangan. Apalagi, digarap dalam waktu yang sangat minim. Rentang waktu tiga

Tourism

Kebangkitan Industri Kuliner Indonesia

Jumpa pers SIAL Interfood (Ist) Pameran internasional industri makanan dan minuman SIAL Interfood kembali digelar untuk ke-18 kalinya. Jika tahun lalu SIAL Interfood mampu mendatangkan 9000 peserta dari 33 negara

Tourism

Bukit Siguntang Mahameru, Wisata Sejarah di Palembang

Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumsel Irene Camelyn Sinaga (kiri) didampingi President/CEO PATA Indonesia Chapter Poernomo Siswoprasetijo (kanan) di Bukit Siguntang Mahameru (Ist) Berkunjung ke Bukit Siguntang Mahameru di Palembang,