Segera ke Cirebon, Ada 10 yang Menarik di Keraton Kasepuhan

KERATON CIREBON

Keraton Kasepuhan Cirebon (Ist)

Cirebon di Jawa Barat memang punya daya tarik tersendiri bagi wisatawan, termasuk turis asing. Destinasi yang tak terlalu jauh dari Jakarta dan Bandung ini memiliki beragam potensi wisata yang tak kalah dengan daerah lainnya di Indonesia.

Contohnya ada di Keraton Kasepuhan Cirebon. Sultan Sepuh XIV Keraton Kasepuhan Cirebon PRA Arief Natadiningrat ketika dihubungi patainanews.com, Senin (21/9/2015) menjelaskan, ada 10 hal yang menarik di Keraton Cirebon yang memikat wisatawan, yakni kereta kencana buatan Cirebon berumur 400 tahun berbentuk tiga makhluk perbangsa: naga, gajah, burung bernama kereta tertua di Indonesia.

Kedua adalah rumah dan keraton Sunan Gunung Jati berarsitektur Majapahit dengan bata merah yang berumur 600 tahun yang menjadi keraton tertua di Indonesia yang masih ada.

Ketiga adalah keramik porselen VOC yang berusia 400 tahun yang menempel di dinding keraton dan menjadi satu-satunya di Indonesia. Keempat adalah sumur yang digunakan Sunan Gunung Jati untuk minum, wudhu, mandi, yang tidak pernah kering berusia 600 tahun.

Kelima adalah Siti Inggil. Keenam adalah tembok keliling kuta kosod berusia 600 tahun yang terbuat dari batu merah yang ditumpuk tanpa adukan semen. Ketujuh adalah pohon soka terbesar di Indonesia yang berusia ratusan tahun dan masih berbunga.

Kedelapan adalah Gamelan Sekaten berusia 600 tahun yang dibunyikan dua kali dalam setahun setiap Idul Fitri dan Idul Adha. Kesembilan adalah adanya 150 naskah kuno yang terbuat dari lontar, daluang, dan kertas Eropa tentang tarekat, sejarah, ramalan, pengobatan, sastra, dan lainnya.

Kesepuluh adalah baju besi Portugis pampasan perang pada saat Sunan Gunung Jati memerintahkan Fatahilah mengusir Portugis dari Sunda Kelapa dan berhasil kemudian Sunda Kelapa berganti nama menjadi Jayakarta. (Gabriel Bobby)

 

About author



You might also like

Destinations

Perlu Dicarikan Solusi Transportasi untuk Wisatawan Jika Bandara Ditutup

Yoseph Umarhadi (kanan) (Ist) Pemerintah perlu memikirkan untuk mencari solusi transportasi alternatif bagi wisatawan jika bandar udara yang ada di sekitar destinasi wisata di Indonesia ditutup karena terjadi erupsi gunung

Culture

Homestay Kampung Warna-Warni Bejalen Bangkitkan Ekonomi Warga

Desa Wisata Bejalen (Ist) Heboh ‘Kampung Warna-Warni Kaliwerno Bejalen’ Ambarawa, Kabupaten Semarang ibarat durian runtuh bagi sedikitnya 10 homestay yang adi wilayah itu. Sejak April lalu, Desa Wisata tersebut membuat

Slideshow

Anugerah Kebudayaan PWI 2017 Kembali Digelar

Batik adalah salah satu budaya Indonesia (Ist) Kebudayaan adalah roh suatu bangsa. Sedangkan media massa adalah mata dan hatinya. Di era otonomi daerah, sesungguhnya ujung tombak kebudayaan nasional ada di

SightSeeing

Polygon Serius Dukung Sport Tourism di Indonesia

Polygon dukung Triathlon di Pariaman, Sumatera Barat (Ist) Perkembangan Triathlon di Indonesia berkembang dan mulai diminati di kalangan masyarakat. Adapun Triathlon cabang olahraga yang menggabungkan tiga jenis olahraga sekaligus, yaitu

Nature

Indonesia Berjaya di Negeri Jiran

Dikna Faradiba (Ist) Malam final Miss Tourism International telah berlangsung di Malaysia. Dikna Faradiba, perwakilan dari Indonesia pun berhasil meraih sejumlah penghargaan di ajang ini. Dikna Faradiba, Putri Pariwisata 2015

Nature

Menikmati dan Merawat Wisata Bahari

President/CEO PATA Indonesia Chapter Poernomo Siswoprasetijo (batik biru) menjadi narasumber dalam acara WWF Indonesia (Ist) Wisata bahari di Nusantara rupanya beragam. Tak hanya sebatas diving, snorkeling, dan lainnya namun juga