Selama Ramadan, Hotel Lombok Tetap Layani Wisman

hadi lombok

Ramadan yang merupakan bulan suci bagi umat Islam kembali menyapa Indonesia. Kendati demikian, layanan hotel di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk wisatawan mancanegara (wisman) tak mengalami perubahan.

Demikian disampaikan Wakil Ketua PHRI NTB LA Hadi Faishal ketika dihubungi patainanews.com, Selasa (23/6/2015). “Karena banyak dari wisatawan asing yang tidak terkendala dengan bulan Ramadan. Disamping itu, kunjungan mereka kebanyakan sudah terprogram dari sebelumnya,” tuturnya.

Ia menjelaskan, untuk wisatawan yang tidak menjalankan ibadah puasa tetap dilayani seperti hari-hari diluar puasa dengan tetap membangun suasana saling menghormati dan toleransi.

“Pelayanan hotel di Lombok dalam bulan puasa 1436 H semakin siap dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini karena hotel-hotel di Lombok banyak belajar dari evaluasi tahun lalu. Khusus untuk tamu asing, kita tetap melakukan pelayanan seperti diluar bulan puasa,” paparnya.

Akan tetapi, lanjutnya, bagi wisatawan yang menjalankan ibadah puasa disediaakan takjil untuk berbuka puasa dengan jajanan khas Lombok dan sahurnya tak ketinggalan juga selalu disiapkan.

“Karena berbuka puasa dan makan sahur kita masukkan dalam satu paket dengan kamar saat tamu reservasi di hotel. Ini bagian dari upaya kita menghormati dan memudahkan wisatawan yang stay di hotel,” urainya.

Hadi yang sekaligus Ketua Dewan Penasehat ASITA NTB ini mengakui saat Ramadan terjadi penurunan jumlah wisman yang berkunjung ke Lombok. Menurutnya, untuk bulan puasa tahun ini yang terlihat mengalami penurunan drastis adalah wisatawan domestik.

“Untuk puasa tahun ini yang terlihat mengalami penurunan drastis adalah wisatawan domestik. Sedangkan wisatwan asing penurunannya tidak sedrastis wisatawan domestik,” ucapnya.

Hadi yang juga General Manager d’praya Lombok Hotel mengatakan, yang paling terasa adalah program meeting-meeting pemerintah yang belum terbiasa meeting di bulan Ramadan.

“Sebagai gantinya kalangan pemerintah daerah dan corporate terkadang menggunakan layanan hotel untuk berbuka puasa bersama atau yang lebih dikenal dengan istilah bukber,” ujarnya. (Gabriel Bobby)

 

 

About author



You might also like

Culture

Kereta Api Pariwisata Gandeng PATA Indonesia Chapter Tingkatkan Kunjungan Wisman

President/CEO PATA Indonesia Chapter Poernomo Siswoprasetijo (kedua dari kiri) dan President Director PT Kereta Api Pariwita Totok Suryono (kedua dari kanan) (Ist) Pemerintah diketahui tengah berupaya merealisasikan target Presiden Jokowi

Travel Operator

Sulut Serius Tingkatkan Kunjungan Wisman

Gubernur Sulut Olly Dondokambey (kiri) dan Menteri Perhubungan Budi Karya (Ist) Sebagai upaya mendongkrak potensi pariwisata Sulawesi Utara, Kementerian Perhubungan bersama pemerintah provinsi Sulawesi Utara berkomitmen mengembangkan infrastrukur transportas,i yaitu di

Travel Operator

Menggabungkan Festival Krakatau dengan Sail Krakatau

Gubernur Lampung M Ridho Ficardo (kiri) (Ist) Pemerintah provinsi Lampung ingin Festival Krakatau yang rutin diadakan setiap tahun dapat mendunia. “Kami rasa tidak sulit menjual nama Krakatau karena hampir setiap

Slideshow

Akeyla Sinergi dengan KRIJA Indonesia Promosikan Budaya Nusantara

Sinergi antara Akeyla dengan KRIJA Indonesia (Ist) Desainer cilik yang tengah naik daun dengan segudang prestasi, Akeylanaraya Alyandina bersama Enny Kwan, pemilik Red Cherry Clay & Art Workshop yang mengusung

Culture

Dikna Faradiba akan Juara di Miss Tourism International 2016

Putri Pariwisata 2015 Dikna Faradiba (Ist) CEO dan Founder El John Pageants Johnnie Sugiarto optimistis Putri Pariwisata 2015 Dikna Faradiba  yang mengikuti ajang Miss Tourism International 2016 di Kuala Lumpur, Malaysia

Heritage

Menpar Arief Yahya Ajak Anak Muda ke Dunia Pariwisata

Menteri Pariwisata Arief Yahya (Ist) Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya terus mendorong masyarakat, khususnya anak muda terjun ke dunia pariwisata. Selain mudah dan murah, pariwisata juga ditetapkan sebagai sektor unggulan