Selandia Baru Potensi Baru Wisman Berkualitas ke Indonesia

Menteri Pariwisata Arief Yahya (tengah) (Ist)

Menteri Pariwisata Arief Yahya menilai Selandia Baru merupakan pasar potensial, bahkan bisa menjadi penyumbang wisatawan berkualitas untuk datang ke Tanah Air.

“Wisatawan asal Selandia Baru mengalami peningkatan. Pada 2017 pertama kali tembus di atas 100 ribu. Persisnya saya bulatkan 107 ribu wisman. Trennya naik terus, karena itu saya datang ke Auckland,” kata Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya di Crowne Hotel Auckland, Selandia Baru, Jumat (12/7/2019).

Pada 2018, lanjut Menpar Arief, wisatawan Selandia Baru jumlahnya meningkat lagi menjadi 128 ribu, atau 20 persen dari tahun sebelumnya yang mencapai 107 ribu.

Sementara untuk Januari sampai Mei 2019 sudah 42,7 ribu wisman atau mengalami kenaikan 13.26 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya.

“Tahun ini target kita 145 ribu, untuk pasar New Zealand. Lagi-lagi, kuncinya adalah penerbangan atau akses langsung dari Denpasar-Auckland oleh maskapai Emirates,” kata Menpar Arief dalam siaran pers yang diterima patainanews.com pada akhir pekan lalu.

Karenanya Menpar Arief Yahya meyakini bahwa dengan semakin bagus dan lengkapnya infrastruktur yang dibangun untuk mendukung akses bagi sektor pariwisata akan semakin kuat pula daya saing pariwisata Indonesia. Berbagai proyek infrastruktur diprogramkan Presiden Jokowi terbukti sangat mendukung dan menguntungkan perkembangan sektor pariwisata.

Infrastruktur sendiri ada yang berupa bangunan fisik seperti jalan, jembatan, bandara, terminal, pelabuhan, marina, dan lain-lain. Ada juga infrastruktur yang tidak kasat mata namun sangat penting, seperti telekomunikasi, jaringan telekomunikasi yang membuat teknologi digital bisa lebih dioptimalkan.

Kedua, soal budaya atau kebiasaan masyarakat Selandia Baru yang juga sangat toleran dan multikultural, cocok dengan kultur dan tradisi masyarakat di Tanah Air yang ramah.

“Dalam hal budaya, New Zealand sangat toleran. Bisnis mereka lebih banyak di peternakan biri biri dan sapi, juga pertanian. Ekosistem industrinya sudah menemukan nilai keekonomian,” katanya.

Menpar Arief Yahya juga mengamati bahwa Auckland, kota terbesar di New Zealand, itu tidak banyak pusat perbelanjaan. Tidak seperti kota kota besar di Indonesia. Ketiga, wisman New Zealand rata rata tingkat pengeluaran untuk belanja atau spending-nya 1500 dolar AS dan angka ini dianggap sebagai tingkat spending wisman yang cukup berkualitas.

“Maka, kami akan semakin serius menggarap New Zealand sebagai originasi yang potensial untuk menaikkan ASPA atau average spending per-arrival ke Indonesia,” kata Menpar Arief Yahya. (Gabriel Bobby)

About author



You might also like

Culture

Traveling ke Semarang, Jangan Lupa ke Kota Lama

General Manager Hotel Horison NJ Aditya Maulana (kemeja abu-abu dan berkaca mata) tampak serius mendengarkan penjelasan mengenai sejarah kota Semarang di Kampung Batik Semarang di kawasan Kota Lama Semarang (Ist)

Slideshow

Menteri Pariwisata Minta ASITA Bantu Promosi Pariwisata Indonesia

Menteri Pariwisata Arief Yahya bersama forum wartawan pariwisata (Forwapar) (Ist) Ketika Ramadan tiba, maka kunjungan wisatawan mancanegara ke berbagai destinasi wisata Indonesia dari negara-negara yang penduduknya mayoritas Islam, seperti negeri

Destinations

Tour Leader Harus Punya Signature

Tedjo Iskandar, Founder dari TTC (tengah) (Ist) Banyak orang yang beranggapan menjadi Tour Leader (TL) adalah pekerjaan mudah. Dan, tidak sedikit pula yang menilai bahwa profesi sebagai TL di era

Travel Operator

Menanti Samosir Music International 2018

Suasana press conference (Ist) Badan Pelaksana Otorita Danau Toba bersama dengan Bupati Samosir menggelar konferensi pers Event Seni Samosir Music International (SMI) dan Event Olahraga Bersepeda Grand Fondo New York

Tour Package

HMA Batik Floklore Meriahkan Festival Kali Baru

Halimah Munawir (keempat dari kanan) (Ist) HMA Batik Floklore Betawi Pesisir yang diangkat oleh Halimah Munawir, sosok yang dikenal peduli dengan perkembangan pariwisata dan budata Nusantara yang beberapa waktu lalu

Tour Package

Sustainability for Tour Operators

Logo PATA (Ist) Travelife akan melakukan pelatihan untuk operator tur Indonesia di Denpasar, Bali pada April mendatang. JC Wong, Communications & Marketing Assistant PATA menulis kepada patainanews.com, Jumat (18/3/2016) menuturkan,