Selera Kopi Nusantara yang Khas

kopi kahayya

Kopi Kahayya

Kuliner asal Indonesia memang beragam. Dan, itu tersebar mulai dari kawasan timur Indonesia hingga wilayah barat negeri ini. Menariknya cita rasa kopi khas Nusantara menambah kekayaan berbagai potensi wisata Indonesia yang diminati wisatawan Nusantara (wisman) dan wisatawan mancanegara.

Kualitas kopi Indonesia sudah dikenal di dunia. Tapi, kopi khas Nusantara tak berhenti menghasilkan kopi baru dari Tanah Air. Sebut saja Kopi Kahayya.

Mungkin sebagian traveler belum familiar dengan Kopi Kahayya. Adapun Kahayya terletak di Sulawesi Selatan. Belum lama ini, pada 6 hingga 8 Oktober lalu seorang pengamat kopi nasional, Diah Ayu Olif melakukan perjalanan ke sana untuk mengetahui secara langsung Kopi Kahayya.

patainanews.com juga sudah mencoba Kopi Kahayya. Nikmatnya Kopi Kahayya tak kalah dengan kopi khas lainnya. Aktivitas Diah selama ada di Kahayya diperlihatkan di media sosial, facebook. Berdasarkan pengamatan patainanews.com, Kamis (20/10/2016), tampak Diah begitu menikmati perjalanan di Kahayya.

Coffee Lover

Pada 1 Oktober 2016 bertepatan dengan peringatan Hari Kopi Internasional 2016, dan menikmati secangkir kopi khas Nusantara akan mengangkat derajat petani kopi Indonesia.

Ya, tak bisa dipungkiri kopi menjadi salah satu kuliner khas Indonesia yang begitu diminati banyak orang, termasuk masyarakat dunia.

Diah menuturkan, kopi Indonesia dikenal banyak manfaatnya. “Ketika berhadapan dengan para petani kopi, perempuan desa, tanah, kebun, binatang, masuk-keluar hutan, termasuk jalan ke lokasi perkebunan yang jauh dan sulit, belum lagi sering menemui beberapa kejadian magis di setiap perjalanan tidak pernah membuat saya terpikir menghentikan langkah memperjuangkan kopi Indonesia. Hal tersebut tidak membuat langkah saya surut untuk turut serta dalam memperjuangkan dan mengangkat petani kopi dan kopi Indonesia supaya lebih dihargai oleh kita sebagai masyarakat Indonesia dan dunia, termasuk memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa kopi asli Indonesia itu ketika dikonsumsi tidak akan menimbulkan bahaya buat kesehatan dan tubuh, bahkan banyak sekali manfaatnya,” urainya ketika dihubungi patainanews.com, Sabtu (1/10/2016).

Perempuan berparas cantik ini mengaku puas melakukan semua itu demi kopi Indonesia semakin dikenal di dunia. “Diluar itu semua saya merasa jauh lebih bahagia setelah merasakan semua pengalaman ini. Padahal di dalam kegiatan ini saya tidak dibayar dengan nilai uang, yang jumlahnya besar dan bisa saya dapatkan dengan mudahnya didalam bisnis saya yang lain tapi di sini saya bisa banyak belajar, bisa lebih belajar menghargai orang, menghargai alam, lingkungan dan menghargai peranan petani kopi di balik minuman kopi yang kita minum setiap harinya,” tuturnya.

Diah yang seorang coffee lover ini menjelaskan, mengingat tidak ada satu pun orang yang mempunyai cita-cita menjadi seorang petani kopi.

“Jawabannya bisa ditebak, karena profesi petani kopi itu tidak keren, dibayar murah, kotor, capek dan nggak nyaman. Tapi dibalik semua itu petani kopi yang menguras keringat untuk menghasilkan kopi yang kita seduh setiap hari. Hutan, bukit curam dan licin yang ditempuh hanya utk mengambil buah kopi, sambil membawa parang, keranjang dan sepatu boot. Pengalaman saya yang melihat perjuangan mereka langsung mengundang decak kagum saya, melihat mereka begitu mengagumkan bekerja dengan gigihnya tanpa hampir satu orang pun di media sosial tahu, mereka tidak pernah melakukan posting foto atau pun selfie seperti kita hanya supaya terlihat kerja kerasnya mereka dan minta untuk dihargai,” paparnya.

Karenanya, lanjutnya, dirinya bersama tim misi jelajah Petani Kopi Indonesia Dompet Dhuafa berada di sini untuk menyampaikan apa yang mereka tengah perjuangkan di tengah bukit tersebut, demi rasa cinta mereka terhadap keluarga dan warisan tanah leluhur mereka.

“Petani kopi adalah pahlawan yang tidak terlihat oleh kita tapi bisa dirasakan kehadirannya di dalam setiap biji kopi yang kita minum,” ujarnya.

Diah dengan penuh semangat menuturkan, jayalah selalu petani kopi dan kopi Indonesia dan selalu ada cinta dibalik kopi Indonesia. (Gabriel Bobby)

About author



You might also like

Hotel

Kemenpar Ajak Masyarakat Sulut Semakin Sadar Wisata

Destinasi wisata di Sulawesi Utara (Ist) Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mengajak masyarakat Sulawesi Utara (Sulut) agar semakin sadar wisata dalam upaya pengembangan potensi pariwisata sehingga semakin menyejahterakan wilayah tersebut. Analis Kebijakan

Festival

Kunjungan Wisman Melalui Great Batam Meningkat

Asdep Pengembangan Pasar Eropa, Timur Tengah, Amerika, dan Afrika Nia Niscaya (kiri) (Ist) Setelah sukses penyelenggaraan tahun 2015, ajang olahraga ‘manusia super’ Ironman 70.3 kembali  akan digelar di Bintan, Kepulauan

All About Indonesia

Folk n Vogue: 100% Indonesia

Lindy Ann Umarhadi (Ist) Sebagai upaya mendukung industri kreatif dalam negeri, Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI) akan mengadakan pameran bertajuk ‘Folk n Vogue: 100% Indonesia’ pada 7-11 September

Destinations

Ucapan Selamat HUT ke-3 patainanews.com dari Helicity

Berita Foto: Manajemen, staf dan redaksi patainanews.com mengucapkan terima kasih atas perhatian PT Whitesky Aviation yang mengelola Helicity yang mengucapkan Selamat dan Sukses HUT ke-3 patainanews.com

Destinations

Wisatawan Asia Suka ke Samosir

Dari kiri ke kanan: Kadispar Samosir Ombang Siboro, Organizer GFNY Indonesia Samosir Axel Moeller, Bupati Samosir Rapidin Simbolon, Wakil Bupati Juang Sinaga dan Kapolres Samosir AKBP Agus Darojat (Ist) Potensi

Airlines

Panorama Destination Sabet Penghargaan 50 Best of The Best Companies 2017

PT Panorama Destination Tbk meraih penghargaan bergengsi ‘50 Best of The Best Companies 2017’ versi majalah Forbes Indonesia (Ist) PT Panorama Destination Tbk (PDES) meraih penghargaan bergengsi ‘50 Best of The Best