Semakin Dekat, 3 Hari Lagi PATA Travel Mart 2016

PATA-Travel-Mart-616x1024

PATA Travel Mart 2016 (Ist)

Sudah semakin dekat penyelenggaraan PATA Travel Mart 2016 di venue Indonesia Convention Exhibition (ICE) di BSD City, Banten. Tak terasa event pariwisata internasional ini yang akan dimulai pada 7 September mendatang tinggal tiga hari lagi.

Berdasarkan https://www.pata.org/portfolio/ptm-2016/ yang dilihat patainanews.com, Sabtu (3/9/2016), hari ini adalah tiga hari lagi menuju perhelatan PATA Travel Mart 2016 pada 7 hingga 9 September 2016 di ICE.

Menariknya pada hari ini ICE juga dipercaya sebagai venue konser iKON di Indonesia. Sementara esok hari, 4 September 2016, ICE menjadi venue Wedding Open House. Adapun acara ini kerja sama antara ICE dengan fourbliss Wedding & Events Concierge.

Sebelumnya, Selasa (30/8/2016) ICE dipercaya menjadi venue Indonesia Fintech Festival and Conference (IFFC) 2016 yang diresmikan oleh Presiden Jokowi. Pada kesempatan ini Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D Hadad, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan Perkasa Roeslani tampak hadir dalam pembukaan IFFC 2016.

Dalam sambutannya, Jokowi mengatakan, saat ini dunia sudah tidak ada sekatnya. Informasi bisa tersebar dengan cepat lewat internet. Namun, teknologi informasi ini masih belum terasa hingga pelosok Indonesia.

“Manfaat teknologi digital itu bisa kita buat kesempatan emas, terutama yang belum bisa terjangkau layanan formal. Indonesia terdiri dari 17 ribu pulau. Kalau bicara Jawa saja dirasa sudah, tapi kalau pergi ke pulau terpencil, pergi ke daerah perbatasan kita, pergi ke daerah yang belum terjangkau oleh layanan perbankan, kita baru merasa dan terasa bahwa negara kita ini sangat besar sekali,” tuturnya.

ICE juga dipercaya sebagai venue penyelenggaraan event otomotif berskala internasional, Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2016. Penyelenggaraan GIIAS 2016 di ICE bukan kali pertama lantaran tahun lalu ICE juga dipercaya sebagai venue acara otomotif terbesar di kawasan Asia Tenggara ini.

Pembukaan GIIAS dilakukan Wakil Presiden Jusuf Kalla di ICE, Kamis (11/8/2016). Adapun GIIAS 2016 telah berlangsung pada 11-21 Agustus lalu. Adapun pada 4 Agustus 2016 tepat 1 tahun lalu ketika Presiden Jokowi meresmikan Indonesia Convention Exhibition (ICE). Dan, pada 19 hingga 21 Agustus lalu ICE hadir di Jakarta Wedding Festival.

Sementara pada 1 September lalu, ICE juga dipercaya sebagai venue seminar Tax Amnesty untuk umum dengan tema ‘Penerapan Amnesti Pajak dan Implikasi Pasca Amnesti bagi WP Orang Pribadi dan Badan’ yang diselenggarakan Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI).

Menanti PATA Travel Mart 2016 

Sebentar lagi Indonesia akan banyak kedatangan tamu pebisnis pariwisata dunia di pameran pariwisata berskala internasional. Tepatnya 7 hingga 9 September 2016 di venue Indonesia Convention Exhibition (ICE) di BSD City, Banten saat Kementerian Pariwisata (Kemenpar) bekerja sama dengan PATA Chapter Indonesia yang menjadi tuan rumah PATA Travel Mart (PTM) 2016 yang diprediksi bakal dibanjiri ribuan tamu dari mancanegara.

Kemenpar telah berkoordinasi dengan pihak panitia dan PATA Chapter Indonesia bahwa akan disiapkan 11 hotel dan 1200 kamar untuk para buyerssellers dan media internasional.

Hotel-hotel tersebut adalah Santika Hotel Teraskota, Sapphire Sky Hotel, Pranaya Hotel, Grand Zuri Hotel, Soll Marina Hotel, IBIS Hotel Gading Serpong, Grand Serpong Hotel, Santika Premiere Bintaro, Mercure Alam Sutera, Atria Hotel Gading Serpong, dan Hotel Santika Premiere ICE BSD City.

Yang akan hadir ke acara tersebut berjumlah ribuan dari puluhan negara. Ribuan buyers dan sellers yang hadir ke PATA Travel Mart 2016 juga tidak sembarangan prestise dan kualitasnya.

Kalau dipresentasi, buyer menurut sektor industri 92 persen leisure, 2 persen special interest, 6 persen MICE. Sedangkan seller-nya menurut sektor industri, 2 persen travel technology, 29 persen travel agent atau tour operator, 3 persen airlines, 28 persen hotel dan Resort, 22 persen tourism office, 5 persen travel media, 5 persen atractions, dan 6 persen lainnya

Direct benefit-nya menjadi tuan rumah PTM 2016 juga sangat banyak. Indonesia menjadi fokus perhatian para pelaku industri pariwisata mancanegara dari 60 negara. Karena dalam pelaksanaannya, PTM 2016 merupakan bursa pariwisata yang bersifat murni B to B (business to business) yang bentuknya appointment antara buyer dan seller (pre matched appointment) akan terjadi transaksi penjualan paket perjalanan wisata.

Pelaku industri pariwisata memanfaatkan PTM untuk menjual paket wisata yang tentunya nantinya bisa meningkatkan jumlah wisatawan mancanegara ke Indonesia, terutama dari kawasan Asia Pasifik. Tak hanya itu, PTM 2016 akan diliput oleh media massa nasional dan internasional sehingga memberikan dampak positif bagi Indonesia atau value added sehingga destinasi Indonesia menjadi trending news yang tinggi. 

Artinya multiplier effect PTM2016 membuka peluang bisnis bagi hotel, cindera mata, transportasi lokal, restaurant, dan sebagainya. Sedangkan indirect benefit-nya PTM 2016 akan membangun network antara pelaku bisnis pariwisata di Indonesia dengan pelaku bisnis pariwisata anggota PATA.

Membangun citra dan reputasi pariwisata Indonesia di mata internasional, utamanya negara-negara anggota PATA, selain itu tentu saja memberikan kesempatan sekaligus edukasi kepada pelaku usaha dari seluruh provinsi di Indonesia untuk mengikuti ajang bursa pariwisata (travel mart) tingkat internasional.

Penyelenggaraan PATA Traval Mart 2016 di venue Indonesia Convention Exhibition (ICE) di BSD City, Banten pada 7 hingga 9 September mendatang bisa memberikan dampak positif terhadap pariwisata Indonesia terkenal di dunia.

Adapun PATA Travel Mart 2016 didukung penuh Kementerian Pariwisata, PATA Indonesia Chapter, dan ICE. Tak ketinggalan pemerintah provinsi Banten.

Ya, PATA Travel Mart 2016 akan mempertemukan para pelaku industri pariwisata (buyer) yang terdiri dari tour operator (wholesaler), MICE, dan Destination Management Company (DMC) dari mancanegara serta jurnalis internasional, termasuk travel writer dan travel blogger dengan pelaku industri pariwisata dari kawasan Asia Pasifik yang terdiri dari travel agents, inbound tour operator, hotel and resort, dinas pariwisata daerah (NTO), destinasi wisata, operator golf, dive, spa, cruise operator, car rental, airlines, airport management, travel portal, dan lainnya. (Gabriel Bobby)





About author



You might also like

Airlines

PT JAS Apresiasi Forwapar

Media gathering PT JAS yang memberikan apresiasi untuk tiga forum wartawan, termasuk Forwapar (Ist) Manajemen PT Jasa Angkasa Semesta Tbk (JAS Airport Services) mengaku selama ini tak menampik peran media

Airlines

Segera ke Kotabaru, Kunjungi Lima Destinasi Unggulan

Menariknya wisata bahari di Samber Gelap, Kotabaru (Ist) Destinasi Kotabaru di Kalimantan Selatan identik dengan wisata bahari. Hal tersebut dibuktikan dengan sejumlah destinasi menarik yang bisa mengundang wisatawan, termasuk turis

Destinations

Imlek 2569 Bintan Diserbu 5000 Wisman Tiongkok

Asdep Greater China Kemenpar Vinsensius Jemadu (kiri) (Ist) Imlek dan Cap Go Meh ikut membawa berkah bagi Bintan. Tak tanggung-tanggung, sekitar 5000 wisatawan mancanegara asal Tiongkok menyerbu Bintan pada Februari

World Heritage

Perkuat Akses, Arief Yahya Road Show Keliling Perusahaan Airlines

Menteri Pariwisata Arief Yahya bersama rombongan Kementerian Pariwisata ketika berkunjung ke kantor pusat Lion Air (Ist) Akses! Menjadi concern Menteri Pariwisata Arief Yahya belakangan ini, selain Atraksi dan Amenitas (3A),

Destinations

Changing Story from Indonesia (That You Haven’t Heard)

Elizabeth Gilbert (Ist) Harus diakui, Indonesia banyak menyimpan kisah inspiratif bagi banyak orang, termasuk wisatawan mancanegara yang berkunjung ke negeri ini. Sebut saja Elizabeth Gilbert, penulis Eat Pray and Love.

Hotel

TripAdvisor Pilih Hotel Neo Samadikun Cirebon

Gifta Oktavia Rappe (Ist) Situs perjalanan TripAdvisor mengungkap temuan menarik mengenai alasan wisatawan menulis ulasan tentang Hotel Neo Samadikun Cirebon. Ya, hotel yang ada di Cirebon, Jawa Barat ini tengah