Sering Traveling Jadi Punya Bisnis Ransel Anak yang Masuk Malaysia

WhatsApp Image 2017-06-29 at 18.10.08

Ayu Hermanu (kiri) (Ist)

Bermula dari suka traveling bersama keluarga keliling berbagai destinasi wisata di Indonesia menimbulkan ide bisnis. Sosok satu ini jeli melihat peluang bisnis yang ada sehingga dirinya mengaku bersyukur bisa menghasilkan uang dari keindahan negeri ini.

Adalah Ayu Hermanu mengaku sejak 2015 silam telah berhasil mencetak ransel anak yang diberi label Cessbi. “Ide dari menbuat tas ini karena aku suka traveling dan aku punya anak kecil yang tentunya perlu membawa barang keperluan dia,” katanya kepada patainanews.com di Kota Tua Jakarta, Kamis (29/6/2017).

Ayu menuturkan, barang-barang anak kecil yang biasanya dibawa selama traveling, seperti baju ganti, handuk kecil, minuman, asic medicine, hats, dan sunglasses. “Masih ditambah snack,” katanya. Nah, lanjutnya, untuk ukuran backpack umur toddler belum banyak sebelumnya di Indonesia.

“Jadi itu yang membuat aku tertarik untuk membuat ransel khusus anak-anak. Kini Cessbi menjadi kids travel style,” ujarnya. Adapun Ayu diketahui bergabung di Womanprenuer Community (WPC). Menariknya Ayu termasuk yang terpilih untuk ikut SheTrades Workshop: Digital Marketing and E-Commerce yang merupakan kerja sama ITC UN (International Trade Center United Nation) dengan Facebook Indonesia dan #SheMeansBusiness, serta didukung Australian Aid.

Ayu mengungkapkan bahwa tas ransel produksinya sudah diekspor ke negeri jiran, Malaysia. “Kami masih reguler ke Malaysia,” katanya merendah sebab masih tetap mengutamakan pasar dalam negeri. Ia menambahkan, masyarakat Indonesia yang mau traveling ke beragam destinasi wisata di Tanah Air yang ingin menggunakan produknya bisa ke¬†Centro, Transmart, dan AEON.

Ia berharap kedepan ransel anak buatannya bisa semakin banyak diminati pasar dunia, tak hanya sebatas di Malaysia saja. (Gabriel Bobby)

 

 

 

 

About author



You might also like

Culture

Jakarta Tujuan Favorit Wisman

Toko Merah di kawasan Kota Tua Jakarta (Ist) Jakarta memang dikenal macet. Namun, itu tidak membuat wisatawan mancanegara (wisman) membatalkan kunjungan ke Ibukota Republik Indonesia ini. Sebut saja kawasan Kota

Cuisine

Menpar Arief Yahya ‘Disentil’ Perkembangan KEK Pariwisata Mandalika

Menteri Pariwisata Arief Yahya (kiri) dan LA Hadi Faishal, Wakil Ketua PHRI NTB (Ist) Raut wajah Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya pun sempat memerah ketika LA Hadi Faishal, Wakil Ketua

Tour Package

Magelang, Destinasi Wisata Spiritual

Suasana seminar Wisata Spiritual (Ist) Candi Borobudur di Magelang selama ini dikenal sebagai landmark unggulan di Jawa. Menariknya, tidak jauh dari Candi tersebut ada Gunung Tidar yang ternyata juga punya

SightSeeing

KLHK Siapkan Program Pengelolaan Sampah Labuan Bajo

Labuan Bajo (Ist) Spirit Indonesia Incorporated kembali ditunjukkan untuk memperkuat pariwisata Indonesia di Travel and Tourism Competitiveness Index (TTCI) World Economic Forum (WEF). Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) ikutan

Culture

9 September, Penyerahan Penghargaan PATA Gold Awards 2016

PATA Gold Awards 2016 CEO PATA Mario Hardy mengucapkan selamat kepada pemenang PATA Gold Awards 2016. “Atas nama PATA, selamat kepada peraih Gold Award dan mengucapkan terima kasih kepada semua

Tour Package

Budaya Negeri Menarik Minat Turis Asing ke Indonesia

Wisatawan asing berkunjung ke Indonesia (Ist) Budaya negeri ini dan kearifan lokal memang tak bisa dipungkiri menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan asing untuk berkunjung ke Indonesia. Beragam budaya yang