Stakeholders Dialogue, Simpul Penggerak Pelabuhan dan Daya Saing Wisata Daerah

Stakeholders Dialogue 2

Narasumber Stakeholders Dialogue (Ist)

Sebagai pintu gerbang perekonomian Jawa Timur dan kawasan timur Indonesia (KTI), Pelabuhan Tanjung Perak memiliki peran strategis dalam menciptakan benchmark pelayanan jasa kepelabuhanan yang prima.

Tidak hanya melalui hard power, yakni peralatan bongkar muat, dermaga dan kolam pelabuhan, melainkan juga soft power, yaitu sinergi antarinstitusi yang berkecimpung  di lingkungan kepelabuhanan.

PT Pelabuhan Indonesia III atau biasa disebut dengan Pelindo III melalui cabang Tanjung Perak berinisiatif untuk menggagas suatu forum diskusi antarlembaga guna merangkum tantangan yang dihadapi masing-masing instansi dan secara simultan membahas alternatif solusi sebagai upaya mendukung program pemerintah menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia.

Bertempat di Terminal Penumpang Gapura Surya Nusantara, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Stakeholder Dialogue digagas bertepatan dengan semangat Hari Lahir Pancasila (01/06/2016) dengan mengusung tema Kontribusi Pelabuhan dalam Meningkatkan Daya Saing Pariwisata Daerah.

“Kegiatan ini (stakeholder dialogue) kami adakan dengan tujuan untuk mempertemukan para pemangku kepentingan di lingkungan pelabuhan untuk membahas tentang isu-isu tematik yang ada guna menjalin simpul yang erat antara peran pelabuhan dan potensi wisata daerah yang ada”, ujar Joko Noerhudha, General Manager Pelindo III Pelabuhan Tanjung Perak dalam siaran pers yang diterima patainanews.com belum lama ini.

Sebanyak enam pembicara hadir memeriahkan acara tersebut, yaitu Albahori dari Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Perak, Ketut Asmika dari Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Perak, Wiwik Widayati dari Dinas Pariwisata Kota Surabaya, Gatot Hariyoso dari Vivo Tour and Travel, Heru Nugroho dari PT Angkasa Pura I dan Joko Noerhuda, General Manager Pelindo III Pelabuhan Tanjung Perak.

“Kami dari Pemerintah Kota Surabaya, khususnya Dinas Pariwisata sudah berupaya membuat destinasi jujugan yang menarik, namun kami tidak bisa sendiri. Untuk itu, melalui kesempatan yang baik ini, kami harap seluruh elemen yang hadir mampu bersinergi menggerakan geliat pariwisata yang ada”, ujar Wiwik Widayati di sela-sela paparannya.

Gatot Hariyoso dalam paparannya menjelaskan bahwa di dalam menarik kapal pesiar tidak diperlukan hal yang muluk-muluk tapi harus terstruktur dan terjadwal dengan baik, seperti bagaimana mengisi kegiatan untuk para penumpang kapal pesiar selama sandar di pelabuhan Tanjung Perak.

Misalnya dengan menyelenggarakan cooking class untuk membuat rujak cingur. “Para penumpang pasti tertarik menggunakan ulegan,” ujarnya. Disamping itu, menurutnya penyampaian komunikasi dan informasi yang baik adalah hal yang sangat penting karena dapat menarik para penumpang untuk datang ke pelabuhan Tanjung Perak.

“Informasi yang detail akan memberikan kepastian kepada para penumpang cruise,” tambahnya. Adapun peserta berpartisipasi aktif dalam sesi diskusi dan tanya jawab.

Hampir sebagian besar memberikan alternatif dan solusi atas setiap kendala yang saat ini dihadapi, seperti misalnya saat perwakilan dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Timur memberikan alternatif wisata Rumah Majapahit di daerah Trowulan untuk menunjang destinasi wisata yang bisa disinggahi baik wisatawan mancanegara dan wisatawan Nusantara yang tengah berada di Surabaya.

’’Kami mengundang Pelindo III untuk datang ke Rumah Wisata Majapahit,’’ kata Wati, salah satu penanya dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Timur, yang langsung disambut tepuk tangan dari peserta yang berasal dari Pelindo III.

Penanya lainnya, Bambang Priambodo, Dewan Pelaksana Badan Promosi Pariwisata Daerah Jawa Timur mengatakan bahwa pihaknya sangat mengapresiasi acara stakeholders dialogue dan mengharapkan ada kegiatan lanjutan untuk lebih mengkongkretkan.

’’Pariwisata harus sustainable (berkesinambungan). Artinya, pariwisata bukan hanya untuk saat ini tapi juga untuk masa akan datang. Oleh karena itu, perlu dibahas secara matang,’’ kata Bambang Priambodo.

Kegiatan ini juga dihadiri asosiasi Tour and Travel, agen pelayaran dan Forum Komunikasi Hotel dan Media Kota Surabaya. (Gabriel Bobby)



About author



You might also like

Airlines

Budaya Tionghoa Daya Tarik untuk Wisatawan Tiongkok

Opening ceremony ‘The First Xiao International Culture Week’ (Ist) Etnis Tionghoa adalah satu etnis yang memiliki kebudayaan yang sangat kaya. Tidak bisa dipungkiri hampir seluruh aspek kehidupan masyarakat Indonesia dipengaruhi kebudayaan

All About Indonesia

Great Wall Bantu Orang Indonesia Kuliah di Tiongkok

Professor Stephen L Morgan, Associate Provost (Planning) Professor of Chinese Economic History The University of Nottingham (kiri) dan Yuanita Aditya Dewi, perwakilan dari Great Wall (Ist) Tiongkok saat ini diakui

Travel Operator

Menanti Kediri Fashion Week 2018

Kediri Fashion Week 2018 (Ist) Media massa yang populer di kawasan Jawa Timur, Jawa Pos, Radar Kediri merencanakan menggelar acara fesyen yang akan diadakan setiap pekan di beberapa daerah di

Tour Package

‘Lombok Lebih Biru Dibanding Bali’

Bukit Malimbu Lombok (Dea) Lombok di Nusa Tenggara Barat dinilai lebih biru ketimbang Bali sebab Pulau Dewata kental dengan budaya yang mampu memikat hati turis asing maupun wisatawan Nusantara. Demikian

Airlines

Gandeng PATA Indonesia Chapter, Bantaeng Promosikan Pariwisata

Pemerintah kabupaten Bantaeng tengah berupaya mempromosikan beragam potensi pariwisata yang ada di Bantaeng guna meningkatkan kunjungan wisatawan ke kabupaten yang ada di wilayah Sulawesi Selatan itu. Karenanya Pemkab Bantaeng pun

SightSeeing

Pempek Tince, Pempek Presiden

Pempek Tince (Ist) Kuliner khas asal Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), pempek sepertinya digemari berbagai kalangan. Bahkan, Presiden RI pun menyukai pempek. Dan, yang terkenal adalah Pempek Tince. Plt Kepala Dinas Kebudayaan