STP Bali Dorong Gastronomi sebagai Daya Tarik Pulau Dewata

Workshop dengan tema Gastronomi Sebagai Daya Tarik Destinasi di STP Bali (Ist)

Gastronomi telah menjadi salah satu daya tarik Bali, bahkan UNWTO (Organisasi Pariwisata Dunia PBB) telah menetapkan Ubud sebagai prototype pengembangan pariwisata gastronomi dari Indonesia.

Karenanya STP Bali menggelar workshop dengan tema Gastronomi Sebagai Daya Tarik Destinasi, Selasa (4/7/2018). Ketua STP Bali Dewa Gede Ngurah Byomantara mengatakan, STP sangat peduli terhadap pariwisata di Bali, salah satunya tentang Gastronomi.

“Gastronomi bukan hanya merupakan seni kuliner, tetapi erat hubungannya budaya dengan kuliner,” kata Byomantara dalam siaran pers yang diterima patainanews.com, Kamis (5/7/2018). Sementara Ketua Tim Percepatan Wisata Kuliner dan Belanja Kementerian Pariwisata Vita Datau yang hadir sebagai narasumber mengatakan, penetapan Ubud sebagai UNWTO Gastronomy Destination Prototype diharapkan menjadi daya tarik baru pariwisata Bali.

Ubud menjadi destinasi pertama yang akan di branding sebagai destinasi gastronomi berstandar UNWTO sebagai endorser terbaik di dunia untuk bidang pariwisata. Ubud dipilib karena dinilai paling siap untuk menjadi destinasi kuliner.

“Standar UNWTO itu ada lima, kuliner harus menjadi lifestyle, memiliki unsur sejarah dan budaya, memiliki produk lokal, story telling atau makanan yang dapat diceritakan, serta nutrisi yang dipenuhi,” kata Vita. Selain Vita Datau, ada Antonio Montecinos yang merupakan Direktur Pusat Bisnis Gastronomi Hotel (Cegaho).

Dalam paparannya, Antonio memberikan prioritas pada rantai nilai makanan dan pariwisata, terutama untuk berkontribusi pada keamanan pangan. “Pelestarian dan perlindungan warisan budaya gastronomi, pengembangan berlandaskan manfaat kepada masyarakat dengan memberikan pengalaman pariwisata melebihi harapan pengunjung,” kata Antonio.

Acara workshop ini juga dihadiri oleh Dinas Pariwisata, PHRI Gianyar, Ubud Homestay Association, International Chef Association, para Dosen Seni Kuliner dan Dosen Tata Hidang STP Bali dan para pimpinan dari STP Bali. Tahun 2017 lalu, pendapatan dari kuliner sekitar 30 persen atau sekitar Rp60 triliun dari total pendapatan pariwisata sekitar Rp200 triliun.

Pada tahun ini kuliner diproyeksikan menghasilkan devisa 20 miliar dolar AS atau setara Rp223 triliun. (Gabriel Bobby)

About author



You might also like

SightSeeing

Pesona Cirebon Maret 2016

Keraton Kasepuhan Cirebon (Ist) 12 Maret 2016 Gelar seni pesanggrahan Taman Gua Sunyaragi Pkl 9.00 hingga 13.00 WIB Ada Tari Topeng, Tari Tayub, Sintren, dan lainnya 15 hingga 30 Maret

SightSeeing

2017, Festival Bahari Digelar di Badung

Ilustrasi wisatawan asing di Bali (Ist) Meski Pulau Dewata sudah terkenal, pemerintah kabupaten Badung, Bali berencana menyelenggarakan Festival Bahari untuk kali pertama pada tahun depan. Hal itu disampaikan Bupati Badung

Tourism

Di Lombok, Menteri Pariwisata Berbagi Semangat Digitalisasi Komunikasi Publik

Menteri Pariwisata Arief Yahya (tengah) (Ist) Menteri Pariwisata Arief Yahya kembali mengajak seluruh elemen masyarakat melompat jauh menuju target menjaring 20 juta wisatawan mancanegara pada 2019 mendatang. Caranya lewat Go

Tour Package

ICE Resmi Jadi Venue PATA Travel Mart 2016

 Suasana Press Conference PATA Travel Mart 2016 di ICE (Ist) Pameran industri pariwisata berskala internasional PATA Travel Mart 2016 akan diselenggarakan di Hall 5-6 Indonesia Convention Exhibition (ICE), Bumi Serpong

World Heritage

Gairah Soppeng Promosikan Pariwisata

Vila Yuliana di Soppeng (Ist) Pemerintah daerah Soppeng diketahuui tengah serius mengembangkan dan mempromosikan beragam potensi pariwisata yang ada di kabupaten yang terletak di Sulawesi Selatan. Bupati Soppeng Andi Kaswadi

Culture

Kereta Wisata Support KAI

Manajemen PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengakui PT KA Pariwisata mendukung aktivitas yang dilakukan perusahaan pelat merah itu. “KA Wisata mendukung aktivitas kami. Bahkan, sekarang daftar antrean cukup banyak,” kata