Sudah Saatnya Menteri Pariwisata Mengembangkan Wisata Kopi Indonesia

kopi nih asal Indonesia

Ilustrasi Kopi Indonesia (Ist)

Menteri Pariwisata Arief Yahya dinilai sudah saatnya memberikan perhatian khusus terhadap perkembangan wisata kopi di Tanah Air lantaran kopi khas Indonesia semakin banyak diminati wisatawan mancanegara (wisman).

Wisman, khususnya dari kawasan Timur Tengah yang berkunjung ke Indonesia, termasuk ke Jakarta selama ini rupanya menyukai cita rasa kopi khas negeri ini.

Demikian dikatakan Shirley Budiono, Franchise Owner Excelso di Mangga Dua Square, Jakarta ketika ditemui patainanews.com, Kamis (17/12/2015).

Shirley menjelaskan bahwa banyak wisatawan asal Arab Saudi yang datang ke Jakarta tertarik untuk ‘ngopi’ di Excelso Mangga Dua Square.

Hal tersebut diamini seorang tenant di Mangga Dua Square yang juga seorang penggemar cita rasa kopi khas Tanah Air Maria Laurensia Heince.

Adapun PT Excelso Multi Rasa yang berdiri pada 1990 silam anak perusahaan Kapal Api Grup. Shirley menjelaskan, Excelso adalah kopi kelas premium dari Kapal Api.

“Excelso tersebar di Indonesia dan banyak wisatawan yang menyukai kopi premium ini,” ucapnya. Sementara Iwan Kurniansyah, Training Officer PT Excelso Multi Rasa menjelaskan bahwa ada enam jenis kopi Arabika asal negeri ini yang diminati turis domestik dan wisman, bahkan sudah dikenal di dunia, yakni Gayo Aceh, Sumatera Mandheling, Bengkulu Mangkuraja, Java Arabica, Kalosi Toraja, dan Bali Kintamani.

Tak hanya itu, CEO Kopi Luwak Ratu Madrim Kusumah Andhini juga diketahui giat mempromosikan cita rasa kopi Indonesia ke mancanegara.

Ia juga diketahui belum lama ini ke luar negeri untuk memperkenalkan cita rasa kopi negeri ini.

Pentingnya Peran Pemerintah

Peran pemerintah memang tak pernah bisa dilepaskan dalam pengembangan pariwisata Indonesia hingga ke mancanegara. Kendati demikian, pemerintah sepertinya tidak bisa berjalan sendiri sehingga diharapkan pemerintah mau mendukung apa yang dilakukan anak bangsa untuk mengharumkan nama Indonesia di pentas dunia.

Karenanya dukungan Menteri Pariwisata Arief Yahya tak bisa dipungkiri sangat berarti sehingga sangat dibutuhkan untuk pengembangan wisata kopi di Tanah Air dan mempromosikan kopi asal Nusantara di pasar internasional.

“Pergerakan saya selama ini ke beberapa negara, baik dengan pemerintah maupun inisiatif pribadi karena ingin membuka pasar yang lebih besar untuk produk-produk UKM dan juga untuk mempromosikan nama Indonesia di mata internasional agar lebih dikenal,” paparnya kepada patainanews.com beberapa waktu lalu.

Sebelumnya Madrim juga meminta dukungan dari Arief Yahya bagi pelaku bisnis kopi di Indonesia yang giat memperkenalkan kopi Indonesia di pasar internasional agar wisata kopi di dalam negeri bisa berkembang sehingga menarik minat wisatawan asing semakin banyak berkunjung ke negeri ini.

“Menteri Pariwisata Arief Yahya perlu memberikan dukungan terhadap wisata kopi di Indonesia dengan memberikan perhatian kepada perkebunan kopi di Tanah Air,” katanya.

Madrim menuturkan, wisatawan asing, seperti dari Eropa tak hanya sebatas menikmati kopi asli Indonesia di negeri mereka masing-masing, namun wisatawan dari Benua Biru ini juga bisa berkunjung ke negeri ini agar bisa langsung menikmati kopi khas Nusantara.

Menurut Madrim, wisata kopi di Indonesia dalam bentuk paket wisata perlu ditingkatkan untuk menarik kunjungan wisatawan. Hal tersebut ditengarai potensi wisata kopi Indonesia yang besar.

“Wisata kopi di Indonesia sudah dilirik wisatawan, termasuk turis asing tapi perlu ditingkatkan lagi. Belum ada paket wisata yang khusus wisata kopi Indonesia,” ucapnya.

Adapun Indonesia merupakan salah satu penghasil kopi terbesar di dunia dengan kebun kopi yang tersebar di penjuru Nusantara. Sebagai bagian anak negeri, Madrim diketahui tengah berjuang untuk mempopulerkan Indonesia di mata dunia.

Tak sia-sia lantaran dirinya kini dipercaya sebagai Brand Ambassador of Wallonia-Belgia, yakni Duta Perdagangan Indonesia-Belgia agar bisa membawa beragam produk asal Indonesia berani menembus pasar Eropa dan internasional, termasuk kopi khas negeri ini.

“Belgia itu menjadi ibu kota Uni Eropa. Jadi, peran Belgia kini semakin kuat sehingga Indonesia perlu juga masuk pasar Eropa,” katanya. Ia mencontohkan kopi asal Indonesia diminati masyarakat Eropa.

“Kini tergantung respons seberapa besar kesadaran kita menjadikan kopi khas Nusantara sebagai komoditi asal Indonesia,” ucapnya. Madrim menuturkan bahwa sudah saatnya menjual kopi khas Indonesia dalam bentuk jadi, bukan lagi biji kopi mentah.

Menikmati Kopi Indonesia

Indonesia diminati wisatawan asing tak hanya sebatas keindahan alam saja, namun kekayaan kuliner negeri ini juga membuat lidah warga dunia ingin terus mencoba yang khas Nusantara.

Rupanya kopi luwak diminati di Eropa. Menurut Madrim, nasi goreng, sate, dan kopi luwak begitu terkenal di luar negeri. Ia mengatakan bahwa sate, nasi goreng dan kopi luwak adalah ikon kuliner khas Indonesia.

CEO Kopi Luwak Ratu ini mengemukakan bahwa dirinya mulai tertarik memperkenalkan kopi asal Indonesia, khususnya kopi luwak sejak 2011 silam melalui Maroko yang dikenal sebagai pintu gerbang masuk ke Afrika dan Eropa.

Ia menuturkan bahwa pada 2013 lalu ia kembali ke Maroko dengan dukungan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan. “Kopi luwak asal Indonesia semakin dikenal di Eropa. Setelah masyarakat Eropa semakin banyak yang menyukai kopi luwak Indonesia, maka biasanya mereka akan bertanya dan mencari jenis kopi lain dari Indonesia. Jadi, mereka bisa saja berkunjung ke Indonesia untuk mencoba jenis kopi yang lain dari Indonesia itu,” paparnya.

Madrim berharap adanya dukungan yang besar dari pemerintah dalam berbagai hal sehingga kopi luwak asal Indonesia semakin dikenal di Eropa.

“Tidak mudah memperjuangkan kopi luwak Indonesia sebagai bagian kuliner asal negeri ini yang semakin diminati di Eropa. Karenanya saya sadar perlu dukungan dari pemerintah agar kopi luwak semakin digemari di Eropa,” ucapnya. (Gabriel Bobby)

 

 

About author



You might also like

Travel Operator

Sumbar Perkuat Destinasi Wisata Halal

Sales Mission Sumatera Barat (Ist) Sumatera Barat (Sumbar) yang kaya akan destinasi wisata terus memperkuat posisi sebagai destinasi wisata halal. KepalaBidang Pemasaran Dinas Pariwisata Sumatera Barat Didit P Santoso menjelaskan

SightSeeing

Chef Benny Perkuat Grandkemang Jakarta

Chef Benny (Ist) Grandkemang Jakarta memperkenalkan Executive Chef baru Benny Sarta, yang baru saja bergabung ke dalam tim. Chef Benny memulai kariernya langsung setelah lulus dari kuliah. Ia memiliki cita-cita

Tour Package

Pilih Cidomo Atau Sepeda Keliling Gili Trawangan?

Wisatawan asing menyatu dengan masyarakat di Gili Trawangan, Lombok (Ist) Menikmati pesona destinasi wisata Lombok, Nusa Tenggara Barat tak salah jika wisatawan menyempatkan berkunjung ke Gili Trawangan. Ya, selama ini Gili

Slideshow

Menhub Dukung Pengembangan Pelabuhan di Pelindo III

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kiri) (Ist) Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi bersama jajaran terkait melakukan kunjungan kerja di Semarang, Kamis (12/1/2017). Singgah di Ruang VIP Bandara Internasional Ahmad Yani,

Slideshow

Takalar akan ATM Kawasan Industri Jababeka di Cikarang

Andi Fadhilah Tenripada Arifin (Ist) Pemerintah kabupaten Takalar di Sulawesi Selatan tak menutup kemungkinan mengadopsi kesuksesan kawasan industri Jababeka Cikarang setelah melihat langsung di Cikarang, Jawa Barat. “Dengan melihat langsung

SightSeeing

Hingga 2021, Wisatawan Negara Berkembang Rajai Asia Pasifik

Destinasi wisata di Indonesia menjadi pilihan wisatawan mancanegara (Ist) Tren jalan-jalan di kawasan Asia Pasifik diprediksi akan dikuasai wisatawan dari negara berkembang. Angkanya diprediksi naik 2 kali lipat hingga 2021