‘Tak Perlu Ekspose Kemiskinan, Turis Asing ke Indonesia untuk Menikmati Budaya’

turis dan warga di lombok

Wisatawan asing dan masyarakat setempat menyatu di Gili Trawangan, Lombok (Ist)

Wisatawan asing yang berkunjung ke Indonesia untuk menikmati budaya, keaslian alam, dan keramahtamahan masyarakat negeri ini sehingga ketika melakukan promosi mengenai Indonesia di luar negeri tidak perlu mengumbar mengenai kemiskinan yang masih ada di Tanah Air.

Begitu penjelasan Trisna Agustini, Managing Director EXO Travel ketika dihubungi patainanews.com, Selasa (13/9/2016). “Kami sebagai biro perjalanan wisata, tidak mengekspose kemiskinan, tidak mengunjungi sekolah, panti asuhan dengan harapan bahwa turis asing yang berlibur ke Indonesia dapat menikmati budaya, keaslian alam dan keramahtamahan masyarakat Indonesia, bukan memberikan kesan iba dan kasihan,” paparnya.

Sehingga, lanjutnya klien EXO Travel akan menyebarkan berita ini ke kerabat dan teman-teman mereka  ketika kembali ke negara masing masing. 

“Untuk kegiatan perusahaan, kami juga melakukan kegiatan menanam bakau bersama karyawan untuk penghijauan di pantai Mertasari Sanur dekat kantor kami. Disamping itu kami sudah menyiapkan diri untuk mengikuti program Travel Life mulai 2017 dimana kami akan mencoba berbasis ramah lingkungan, dan sustainable.

Trisna menuturkan, sebagai biro perjalanan wisata, pihaknya berusaha memberikan keyakinan kepada klien EXO Travel, baik itu turis secara langsung atau travel agent di luar negeri bahwa kami tidak hanya bertanggung jawab terhadap bisnis kami saja tapi juga terhadap industri pariwisata ini dengan cara menjaga lingkungan dan ikut mengurangi pencemaran. (Gabriel Bobby)



About author



You might also like

Culture

Banyuwangi akan Bersaing di ACTC Award 2017

Tari Gandrung Banyuwangi (Ist) Daerah yang CEO commitment-nya tinggi, yakni kepala daerahnya serius dan punya perhatian besar terhadap pariwisata, pasti di-support Menteri Pariwisata Arief Yahya, termasuk kabupaten di ujung timur

Tourism

Berbagi Cerita tentang Lasem

Wartawan kompas.com Wahyu Adityo Prodjo (Ist) Lasem yang ada di Jawa Tengah selama ini dikenal dengan batik. Menariknya potensi pariwisata dan budaya di Lasem sudah lama dikenal wisatawan dan mengenai Lasem

Slideshow

Lembaga Internasional Nyatakan Keuangan PT Pelindo III Stabil

Kegiatan bongkar petikemas di Terminal Teluk Lamong (Ist) Tiga lembaga pemeringkat internasional Moody’s, Standard & Poor(S&P), dan Fitch telah memberikan rating Baa3, BB+, BBB- semuanya dengan outlook stable untuk PT

Slideshow

2017, NTB Optimistis 4 Juta Wisatawan

Wisatawan asing di Gili Trawangan, Lombok (Ist) Tahun 2016 memang masih beberapa bulan lagi, namun Nusa Tenggara Barat (NTB) sudah memasang target kunjungan wisatawan 2017 sebanyak 4 juta orang. Hal

Heritage

300 Polisi dan Tentara Margondang di KKPDT 2016

Menteri Pariwisata Arief Yahya meninjau persiapan konser Slank di Panggung Apung di Danau Toba (Ist) Personel TNI dan Polri turut ambil bagian memeriahkan Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba yang dilaksanakan

Slideshow

Terlalu Banyak yang Urus Pariwisata Indonesia

Menteri Pariwisata Arief Yahya (kiri) (Ist) Pemerintah menilai di Indonesia selama ini terlalu banyak pihak yang mengurus pariwisata. Karenanya pemerintah pun mengevaluasi pariwisata negeri ini sepanjang 2015. Terlalu banyak pihak