Tanjung Lesung, Destinasi Wisata Bahari yang Sekaligus Sport Tourism

Photo7 (1)

Wartawan foto bersama di Tanjung Lesung (Ist)

Tanjung Lesung yang selama ini punya daya tarik wisata bahari bagi traveler ternyata juga punya dari tersendiri untuk sport tourism yang semakin banyak diminati wisatawan ketika mereka traveling ke destinasi wisata yang terletak di Pandeglang, Banten.

Ya, Tanjung Lesung mampu memikat wisatawan dengan keindahan alam. Masih ditambah pantai. Tak ketinggalan tentunya sejauh mata memandang laut yang luas sebab Tanjung Lesung selama ini langsung bersentuhan dengan Selat Sunda.

Menariknya di Tanjung Lesung juga cocok untuk event sport tourism. Pada 23 hingga 24 September mendatang, wisatawan bisa menikmati event sport tourism yang meliputi Rhino Cross Triathlon (Rhino X-Tri), Mountain Bike Cross Country Marathon (MTB XC) dan Sunset Trail Run.

Event Director Tense Manalu menyampaikan, “Lintasan medan off-road dan perairan laut yang melewati keindahan dan tantangan alam dirancang khusus untuk menjadi medan kompetisi tiga olahraga yaitu renang, balap sepeda dan lari. Untuk ajang MTB XC Marathon berjarak 16 kilometer dalam satu putaran”.

Sementara, lanjutnya untuk Sunset Trail Run memiliki jarak sejauh 17 kilometer. “Untuk Rhino Cross Triathlon terdiri dari panjang lintasan renang 500 meter dan 1000 meter, rute sepeda 10 kilometer untuk satu putaran, dan rute lari 5 kilometer untuk satu putaran. Seluruh lintasan berada di kawasan Tanjung Lesung, meliputi area Beach Club, Mercu Suar, Sailing Club, Blue Fish, Bukit Mundi, Jalan Arteri, Desa Kalicaa, Pantai Bodur, dan Golf Land,” paparnya kepada wartawan di Tanjung Lesung, Rabu (16/8/2017).

Lebih jauh Tense menjelaskan bahwa medan yang dilalui dalam ketiga mata lomba tersebut meliputi tanah, pasir pantai, perbatuan karang, persawahan, perkebunan, hutan pantai dan perbukitan. Terdapat single track sekitar 70%. 

Menurutnya, peserta akan menyusuri pesisir dan hutan pantai kurang lebih 60% dari total jarak. Elevasi tertinggi medan rute yang dilalui kurang lebih 35 meter. “Secara keseluruhan variasi medan tersebut cukup menantang dan mengasyikkan dengan pemandangan alamnya yang begitu eksotis. Gelaran Rhino X-Tri yang kami klaim sebagai cross triathlon pertama di Indonesia ini memang memiliki misi untuk mempopulerkan sekaligus menginspirasi olahraga cross triathlon di Indonesia,” urainya. (Gabriel Bobby)

 

About author



You might also like

World Heritage

Wisata Budaya Jawa Mengajak Wisman ke Yogya

Lusi Evie Marya Budaya asli Indonesia, termasuk budaya Jawa patut diacungi jempol lantaran menjadi alasan bagi wisatawan mancanegara (wisman) untuk berkunjung ke negeri ini, selain mereka datang untuk menikmati keindahan

Nature

Pariwisata Membangun Jakarta

Muhamad Idrus (kemeja putih dan berpeci) berfoto bersama dengan FPMDI (Ist) Calon gubernur DKI Jakarta Muhamad Idrus menilai pariwisata bisa menjadi andalan Jakarta lantaran Jakarta memiliki destinasi yang bagus, seperti

Airlines

Ada Logo Wonderful Indonesia di Bus Lower Deck JAS

Bus apron lower deck yang dioperasikan JAS Airport Services di Bandara Soekarno-Hatta Perusahaan yang bergerak di bidang Ground Handling dan Cargo Udara export Import, JAS Airport Service selaku mitra co-branding

Slideshow

Perlunya Menanam Kebhinekaan Sejak Kecil

Buku Menggapai Mentari (Ist) Indonesia dikenal sudah sejak lama akan keberagaman. Negeri ini begitu kaya dengan perbrdaan namun semua itu menyatu dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Momentum Sumpah

Festival

PHRI NTB Usul Menteri Pariwisata Buat Ucapan Syukur Keberhasilan RI dalam World Halal Travel Awards 2015

Menteri Pariwisata Arief Yahya (Ist) Keberhasilan Indonesia menyabet tiga gelar dalam ajang berskala dunia, World Halal Travel Awards 2015 membuat sektor pariwisata nasional bangga. Dan, negeri ini pantas mengucap syukur

Tour Package

Anugerah Kebudayaan PWI 2017 Kembali Digelar

Batik adalah salah satu budaya Indonesia (Ist) Kebudayaan adalah roh suatu bangsa. Sedangkan media massa adalah mata dan hatinya. Di era otonomi daerah, sesungguhnya ujung tombak kebudayaan nasional ada di