Tanjung Lesung Diminati Korsel

 

tim

Menteri Pariwisata Arief Yahya (batik) (Ist)

Hanya dua minggu berselang setelah Presiden Joko Widodo bertemu muka dengan Presiden Korea Selatan di Seoul, 15 Mei 2016 lalu, Menteri Pariwisata Arief Yahya langsung bergerak. Mantan Dirut PT Telkom yang pernah dinobatkan sebagai Marketeer of The Year 2013 itu tak mau buang waktu untuk menemukan teknis kerja sama di bidang pariwisata sebagai tindak lanjut dari pertemuan dua pemimpin negara tersebut.

Solid! Speed! Smart! Itulah gaya kepemimpinan Arief Yahya yang cekatan menangkap mimpi besar Presiden Joko Widodo. Ibarat minum kopi hitam, seduhlah selagi masih hangat. Karena nikmatnya justtu pada saat hangat-hangat panas. Karena itu mumpung masih hangat, kunjungan Presiden Jokowi ke Korsel, AY, sapaan Menteri Pariwisata (Menpar) menyusul untuk membereskan implementasi teknisnya.
Lalu apa agenda yang hendak diboyong Menpar Arief Yahya yang punya background professional di bidang telekomunikasi ini? Apa yang hendak di-download untuk membangun pariwisata dari pertemuan tingkat tinggi itu? “Banyak! Ujungnya adalah mengejar target 20 juta wisatawan mancanegara  tahun 2019,” jelasnya dalam siaran pers yang diterima patainanews.com, Kamis (2/6/2016).
“Tetapi intinya ada tiga besar. Pertama, soal pengembangan destinasi dan industri pariwisata. Konkretnya, dia akan bertemu dengan para investor yang hendak menanamkan modal di bidang kepariwisataan,” jelas Arief Yahya yang sudah dijadwalkan one on one dengan lima tourism investor kelas kakap Korsel
Jika deal, itu akan menyelesaikan problem amenitas di Tanjung Lesung. Amenitas itu seperti hotel, restoran, café, convention center, entertainment, mall, golf course, dan sebangsanya.
Kedua, agenda besar Arief Yahya adalah soal ases, connecting Indonesia-Korsel yang selama ini masih terbatas Seoul-Jakarta saja. Belum ada second city yang terbang ke Indonesia. Juga belum ada penerbangan ke kota lain kecuali Jakarta, seperti Surabaya atau pun Bali. “Belum ada juga LCC, low cost carrier yang beroperasi menjadi jembatan udara ke tanah air. Karena itu wajar jika dengan tetangga seperti Filipina saja, jumlah wisman dari Korsel sangat jauh tertinggal,” kata Arief Yahya. LCC yang sudah appointment dengan Arief Yahya adalah Jeju Airline, Busan Airlines dan Jin Air.
Filipina itu sudah 1,2 juta wisman Korsel yang masuk. Outbond ke Thailand juga 1,4 juta, Malaysia angkanya di atas 400 ribu. Yang masuk ke Indonesia masih amat kecil, di posisi 338 ribu. “Padahal outbond Korsel itu hampir 20 juta orang. Kita tidak sampai dua persen? Kecil sekali? Padahal ada banyak perusahaan Korea yang beroperasi di Indonesia? Pasti mereka bergerak di manufacturing, belum masuk ke hospitality seperti perhotelan? Beda cerita jika mereka investasi di perhotelan, pasti banyak orang Korea yang datang,” ungkap Arief Yahya.
Agenda ketiga adalah pertemuan dengan wholesaler atau travel agent dan travel biro besar di sana. Menu wajib setiap Menpar kunker ke negara lain. Antara lain dengan Kim Jin-Kook, Presiden Hanatour, lalu Mr Hong Ki-Jung, Vice Chairman Modetour. “Dua travel company itu adalah yang terbesar di Korea,” kata dia, yang ujungnya tetap hardsales.
Bukan pengusaha kalau tidak siap saat hendak bertemu one on one dengan para investor top Korea itu. Arief pun menyiapkan presentasi khusus 10 Bali Baru atau 10 top destinasi yang sedang dia garap serius. Ke-10 destinasi utama itu antara lain, Danau Toba Sumatera Utara, Tanjung Kelayang Belitung, Tanjung Lesung Banten, Kepulauan Seribu dan Kota Lama Jakarta, Borobudur Jawa Tengah-DIY, Bromo Tengger Semeru Jawa Timur, Mandalika NTB, Labuan Bajo NTT, Wakatobi Sulawesi Tenggara, dan Morotai Maltara.
Mana yang paling cocok dan seksi buat investor Korea? Menpar Arief Yahya sudah bisa menebak, Korea pasti akan comfortable dengan Tanjung Lesung, yang sudah berstatus KEK Pariwisata dengan luasan 1.500 hektar. Atraksinya oke, punya Taman Nasional di bawah laut, Gunung Krakatau dan anak Gunung Krakatu, TN Ujung Kulon, pasir putih, laut yang bagus. “Kalau soal atraksi dan potensi alamnya, biar Ketua Pokja 10 Top Destinasi Hiramsyah S Thaib yang presentasi,” jelas Ay yang didampingi Deputi I Gde Pitana dan Ketua Pokja Percepatan 10 Bali Baru, Hiramsyah Sambudhy Thaib.
Ketua ASITA Asnawi Bahar juga ikut, untuk mendampingi AY saat bertemu wholesaler Korea, terutama untuk meyakinkan mereka agar memilih joint dengan tour operator dan tour agency Indonesia yang resmi dan terdaftar sebagai anggota ASITA. Tim Jababeka yang mengurus KEK Tanjung Lesung dan KEK Morotai juga ikut bergabung di saat pertemuan dengan investor.
Adapun investor dan perusahaan Korea yang hendak menanamkan modal ke tanah air itu banyak. Ada Lotte Group yang saat ini sudah mengakuisisi Gudang Rabat Makro. Mereka punya bisnis Hotel dan Resort, tempat shopping, e-commerce, dan departemen store, duty free shop, theme park. Ada Daewoo Construction yang berkecimpung di civil plant dan architecture. Ada Teddy Bear Group, spesialis housing, theme park, museum dan exhibition.
Lalu ada Hyundai E&C, Samsung C&T Resort, yang juga berkarya di Theme Park, Hotel, water park, golf club, dan landscaping. Ada Hanwa Hotel and Resort, Aju Group. “Kami akan seriusi dan menawarkan potensi besar di Indonesia,” katanya. (Gabriel Bobby)

About author



You might also like

Heritage

Pemerintah Serius Promosikan Pariwisata Indonesia

Imelda Budiman (Ist) Dengan adanya program Wonderful Indonesia, sebenarnya saat ini pemerintah sudah sangat concern untuk memajukan berbagai wisata Indonesia secara merata. “Jadi, itu sudah merupakan upaya yang sangat bagus

Slideshow

Belajar Kearifan Lokal dari Masyarakat Papua

Melestarikan kearifan lokal Papua (Ist) Seiring perkembangan teknoloogi di era modernisasi ini, kerajinan tradisional seolah lenyap ditelan zaman. Kondisi seperti ini tentunya menjadi sangat tragis jika anak cucu penerus negeri

Tourism

Menteri Pariwisata Bawa Tiga Program ke FITUR Madrid 2019

Menteri Pariwisata Arief Yahya (Ist) Mobile Positioning Data (MPD), Sustainable Tourism Program (STD-STO-STC) dan Homestay-Desa Wisata menjadi program yang diunggulkan Menteri Pariwisata Arief Yahya beserta rombongan di Feria Internacional de

Hotel

Chef Benny Perkuat Grandkemang Jakarta

Chef Benny (Ist) Grandkemang Jakarta memperkenalkan Executive Chef baru Benny Sarta, yang baru saja bergabung ke dalam tim. Chef Benny memulai kariernya langsung setelah lulus dari kuliah. Ia memiliki cita-cita

Festival

Pesona Kampung Batik Semarang di Kota Lama

General Manager Hotel Horison NJ Aditya Maulana (kemeja abu-abu) tengah mendengarkan penjelasan mengenai sejarah kota Semarang di Kampung Batik Semarang di kawasan Kota Lama Semarang (Ist) Pesona Semarang di Jawa

All About Indonesia

Venue Pernikahan Berkonsep Intimate

Restoran Mandalika (Ist) Menikah merupakan salah satu hal sakral yang diinginkan setiap orang untuk terjadi sekali dalam seumur hidupnya dan tidak heran resepsi pernikahan menjadi agenda penting bagi para pengantin