Tanjung Lesung yang Memikat Cocok untuk Long Weekend

Tahun 2011, PT Banten West Java Tourism Development Corporation (BWJ) pengelola Tanjung Lesung resmi diakuisisi oleh PT Jababeka Tbk, sebagai bagian dari strategi jangka panjang Jababeka untuk membangun 100 kota mandiri di Indonesia. Dengan adanya Tanjung Lesung yang memiliki total luas lahan 1500 ha, Jababeka menambah pilar bisnisnya yaitu leisure and hospitality (rekreasi dan perhotelan), melengkapi pilar-pilar land development (real estat) dan infrastruktur.

Terletak 170 km sebelah barat daya dari DKI Jakarta, tepatnya di Desa Tanjung Jaya, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Banten, Tanjung Lesung merupakan sebuah destinasi wisata eksklusif terintegrasi dengan keindahan alam yang menarik bagi pengunjung maupun investor. Tanjung Lesung yang memiliki garis pantai sepanjang sekitar 13 km, dikenal sebagai pintu gerbang dari berbagai wisata alam Banten, terutama wisata salah satu gunung api termuda di dunia yang namanya sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat dunia, yakni Anak Krakatau dan Taman Nasional Ujung Kulon, yang telah ditetapkan oleh badan dunia sebagai UNESCO world natural park.

Saat ini Tanjung Lesung telah memiliki sejumlah penginapan bertaraf internasional seperti 44 unit villa istimewa dengan fasilitas private pool yaitu Kalicaa Villa Estate, 61 unit villa di Tanjung Lesung Beach Hotel, the Blue Fish, the Sailing Club, dan Green Coral Exclusive Camping. Banyak hal yang dapat dilakukan selama berada di Tanjung Lesung, khususnya bagi para pecinta olahraga air. Snorkeling, diving, banana boat, hingga sailing dapat dilakukan di fasilitas The Beach Club. Wisatawan tak hanya dapat melakukan aktivitas olahraga air, namun juga berpartisipasi melestarikan lingkungan laut dengan mempelajari cara transplantasi terumbu karang di lokasi konservasi yang terletak di tengah laut.

Pada malam hari, wisatawan disuguhkan atraksi menarik seperti fire show salah satunya dan juga pemandangan bintang-bintang di langit yang cantik. Selain wisata alam yang memikat, wisata budaya dan sejarah juga menjadi satu daya tarik tersendiri bagi wilayah Tanjung Lesung, yang tak jauh dari lokasi perkampungan suku Badui.

Sejauh ini Tanjung Lesung menjadi destinasi wisata favorit dari wisatawan Nusantara maupun internasional. Setiap tahunnya, Tanjung Lesung mampu mendatangkan sekitar 250.000 wisatawan. Pengunjung reguler Tanjung Lesung terdiri dari 20% wisatawan internasional dan 80% domestik. Wisatawan asal Eropa, terutama asal Belanda dan Jerman mendominasi total wisatawan internasional Tanjung Lesung.  The Sailing Club menjadi fasilitas favorit bagi wisatawan Eropa. Sedangkan, Kalicaa Villa digemari oleh wisatawan Asia terutama dari Indonesia, Singapura, Malaysia, dan Korea Selatan. Sampai saat ini kontribusi peak season terhadap kunjungan ke Tanjung Lesung 100%, terutama di bulan-bulan Juni-Agustus dan November-Desember.

Bagi calon investor, Tanjung Lesung akan menjadi target investasi yang menarik, dengan akan dibangunnya sejumlah infrastruktur.  Dua proyek infrastruktur besar yang sedang dikembangkan di Tanjung Lesung adalah bandar udara Banten Selatan dan jalan tol Serang – Panimbang yang melalui jalan tol Jakarta – Merak. Infrastruktur di dalam kawasan Tanjung Lesung sendiri sudah lengkap dengan tersedianya jalan, listrik, jaringan internet, telepon, hingga penyediaan air bersih (water treatment plant) dan pengolahan air limbah (waste water treatment plant), yang telah beroperasi dengan kebijakan-kebijakan yang ramah lingkungan serta memiliki kapasitas yang mendukung pertumbuhan kawasan di masa mendatang.

Pada tahun 2012, pemerintah Republik Indonesia telah menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) No. 26/2012 tentang Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Lesung. Berbeda dengan kawasan ekonomi khusus (KEK) lainnya yang digagas langsung oleh pemerintah, Tanjung Lesung merupakan kawasan ekonomi yang akan dikembangkan oleh pihak swasta, dalam hal ini Jababeka. Beberapa kemudahan investasi yang akan ada di KEK Tanjung Lesung antara lain insentif fiskal dan non-fiskal serta keringanan pajak dan retribusi daerah.

Pihak BWJ selaku pengelola Tanjung Lesung saat ini sedang bersiap untuk meningkatkan berbagai infrastruktur dan fasilitas pendukung, salah satunya airstrip yang akan mengakomodasi penerbangan carter dengan rute Jakarta (Halim Perdana Kusuma) – Tanjung Lesung. Selain airstrip, Tanjung Lesung berencana membangun fasilitas pendukung yang memenuhi preferensi gaya hidup wisatawan, seperti lapangan golf, marina untuk kapal pesiar, dan theme park.

Peresmian beroperasinya KEK Tanjung Lesung dilakukan oleh Bapak Presiden RI Joko Widodo pada tanggal 23 Februari 2015, di mana sekaligus diresmikan beroperasionalnya kantor administrasi KEK Tanjung Lesung dan menginstruksikan segera dibangunnya jalan toll Serang-Panimbang sepanjang 83 Km yang ditargetkan selesai dalam 3 tahun.

Bersamaan dengan diresmikannya operasional KEK Tanjung Lesung, PT BWJ menandatangani 7 nota kesepahaman (MoU) pengembangan KEK Tanjung Lesung, antara lain (1) Pengembangan Tanjung Lesung Digital World bersama PT Telekomunikasi Indonesia Tbk, (2) Pembangunan cruise terminal dan kawasan marina serta fasilitas pendukungnya bersama PT Pengembangan Pelabuhan Indonesia (Persero), (3) Pengembangan Pusat Kajian Maritim Nasional bersama President University, (4) Pembangunan Taman Rekreasi bersama Euro Asia Management (S) Pte Ltd, (5) Pengembangan Eco-Resort bersama Eastern Latitudes Ltd, (6) Pengembangan fasilitas olah raga bersama Pigeon Barrels Ltd, dan (7) Pengembangan kawasan dan infrastruktur bersama PT China Harbour Indonesia.

Dalam mengembangkan kota dan kawasan, Jababeka mengidentifikasi kekuatan lokal masing-masing wilayah untuk ditawarkan dan dipromosikan kepada investor. Jababeka akan memanfaatkan jaringan luasnya dengan pelaku bisnis maupun pemerintah untuk membantu investor dalam mewujudkan aspirasi bisnisnya di Indonesia. Bersama Jababeka, para investor dapat berkontribusi dalam pembangunan Indonesia. (Gabriel Bobby)

 

About author



You might also like

Nature

Menteri Pariwisata Apresiasi Banyuwangi

Tari Gandrung Banyuwangi (Ist) Menteri Pariwisata Arief Yahya menyampaikan apresiasi kepada Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas yang telah berhasil membangun daerah di ujung Jawa itu melalui sektor pariwisata sehingga tak

Tourism

DPR Dukung Menteri Pariwisata Datangkan 20 Juta Wisman

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mendukung upaya Menteri Pariwisata Arief Yahya yang berusaha mewujudkan target Presiden Joko Widodo untuk mendatangkan 20 juta wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia hingga 2019 mendatang. Demikian

SightSeeing

ASITA DKI Jakarta Hadir dalam Promosi Joglosemar di CFD

Berita Foto: DPD ASITA DKI Jakarta ikut hadir dalam promosi Kementerian Pariwisata untuk salah satu 10 Bali baru, yakni Joglosemar di Car Free Day Jakarta. Adapun acara bertajuk Pesona Borobudur di

All About Indonesia

Cesbbi Semakin Eksis ke Malaysia

Cessbi (Ist) Traveling ternyata bisa menciptakan peluang bisnis. Ya, bermula dari suka traveling bersama keluarga keliling berbagai destinasi wisata di Indonesia menimbulkan ide bisnis bagi Ayu Hermanu. Sosok satu ini

SightSeeing

Hotel Santika Premiere ICE BSD City untuk Liburan Keluarga

Sky Lounge Hotel Santika Premiere ICE BSD City (Ist) Selain pemilihan destinasi wisata yang menjadi faktor penting dalam perencanaan liburan, hotel juga turut menjadi pertimbangan. Lokasi yang dekat dengan destinasi wisata

Culture

Sungailiat Triathlon Diminati Peserta Mancanegara

Menteri Pariwisata Arief Yahya (Ist) 18 negara dipastikan mengikuti event Sungailiat Triathlon 20!6 di Bangka, Bangka Belitung. Adapun event akan digelar Sabtu (23/4/2016) di Sungaliat sekaligus menyambut HUT ke-250 Kota