Tanjung Lesung yang Semakin Lengkap

WhatsApp Image 2017-09-24 at 10.15.24

Peletakan batu pertama Dive Center di Tanjuug Lesung (Ist)

Destinasi wisata Tanjung Lesung di Pandeglang, Banten kini semakin lengkap sebab tengah dibangun Dive Center.

Tak hanya itu, manajemen PT Banten West Java (BWJ) selaku pengelola destinasi wisata yang termasuk dalam 10 Bali baru ini juga sedang menyiapkan pembangunan marina agar Tanjung Lesung bisa didatangi kapal-kapal yacht atau kapal wisata.

Adapun Tanjung Lesung dikenal sebagai destinasi wisata bahari yang dikembangkan dan dipromosikan pemerintah hingga ke mancanegara. Direktur Utama BWJ Poernomo Siswoprasetijo mengatakan, pembangunan dive center ini merupakan langkah awal agar potensi wisata bahari di Tanjung Lesung bisa tereksplor secara maksimal.

“Kita sedang menyasar yacht club. Nanti setelah dive center ini sudah jadi, mereka tidak akan ragu lagi untuk melakukan aktivitas diving di Tanjung Lesung,” kata Poernomo dalam siaran pers yang diterima patainanews.com belum lama ini.

Saat pembangunan dive center ini berjalan, lanjut Poernomo, pemerintah provinsi Banten melalui Dinas Pariwisata Banten didukung Kementerian Pariwisata (Kemenpar) juga tengah gencar melakukan pelatihan-pelatihan untuk menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) tersertifikasi untuk mengelola wisata diving di Tanjung Lesung.

“Dive center proses pembangunan. Pelatihan juga terus berjalan. Saat pembangunan selesai, sudah bisa langsung dikelola dive centernya. Tidak ada yang menganggur,” ujar Poernomo. Sedangkan untuk Marina, jelas Poernomo, pihaknya sedang melakukan riset bekerja sama dengan lembaga professional untuk visibility study sejauh mana kelayakan Tanjung Lesung untuk dibangun Marina.

“Saat ini yang ada baru mini marina. Kita inginnya Tanjung Lesung memiliki marina yang layak didatangi kapal pesiar. Risetnya sudah dilakukan, hasilnya akan keluar tidak lama lagi,” ungkap Poernomo. Sementara Kepala Bidang Promosi Wisata Bahari Kemenpar Florida Pardosi mengatakan, pembangunan dive center ini akan menjadi triger pengembangan wisata bahari di Tanjung Lesung.

Menurutnya, di Tanjung Lesung ini masih banyak yang bisa dieksplor untuk mencari spot diving. “Dengan adanya dive center nanti akan memberikan dampak yang signifikan bagi Tanjung Lesung dalam mendatangkan wisman. Apalagi Tanjung Lesung ini dekat dengan Jakarta. Para diver yang selama ini datang ke Jakarta, pilihannya hanya Kepulauan Seribu, nanti mereka punya pilihan baru lagi yaitu Tanjung Lesung,” kata wanita yang biasa dipanggil Butet ini.

Menurut Butet, karakter wisatawan diver memiliki karakter khusus. Berbeda dengan wisman biasa yang kerap mencari destinasi indah, para diver cenderung langsung menuju lokasi diving begitu tiba di Indonesia. “Mereka ini karakternya berbeda, begitu datang ke Indonesia, mereka tidak akan mampir-mampir ke tempat wisata, melainkan langsung menuju tempat diving. Dive center ini akan menarik perhatian mereka untuk mencoba mengeksplorasi bawah laut Tanjung Lesung dan sekitarnya,” papar Butet.

Butet berharap industri pariwisata turut memanfaatkan adanya dive center ini agar menciptakan paket-paket wisata yang sasarannya pecinta diving. “Jika dive center hanya mengandalkan wisatawan yang sudah ada dan datang memang dive center tidak akan optimal. Diharapkan peran serta para industri pariwisata untuk turut mempromosikan dan menjual paket-paket khusus diving di Tanjung Lesung dan sekitarnya,” tutur Butet.

Menariknya Menpar Arief Yahya juga ikut mendorong keseriusan pemimpin daerah untuk menjadikan pariwisata sebagai sektor unggulan. Menurutnya, pembangunan infrastruktur yang tujuannya untuk pariwisata, akan memberikan kesejahteraan bagi masyarakat Tanjung Lesung.

“Yang penting CEO commitmen. Bila Gubernur dan Bupatinya commit, maka semua go easier. Tapi bila tidak, maka semuanya akan menjadi sulit. Saya berterima kasih Gubernur Banten Wahidin Halim dan Bupati Pandeglang Irna Narulita yang sudah menunjukkan commitmennya,” ujar Menpar Arief Yahya.

Menpar Arief juga menyebut Tanjung Lesung yang berada di Provinsi Banten yang unggul dari wisata bahari sangat tepat memiliki dive center dan marina. Dua fasilitas tersebut tentunya akan berdampak positif untuk mempercepat infrastruktur lainnya.

“Ini akan meningkatkan kunjungan wisman secara signifikan,” pungkas Menpar Arief Yahya. (Gabriel Bobby)

About author



You might also like

Travel Operator

Naga Lampion Terpanjang di Singkawang

Perayaan Imlek di Singkawang dengan pawai naga lampion terpanjang sebagai primadonanya (Ist) Pesona Indonesia tak pernah berhenti memancarkan atraksi kepariwisataannya. Setelah menampilkan Naga Batik terpanjang se-Asia di Pekan Budaya Tionghoa

Culture

Tata Ruang Pengaruhi Cirebon Menjadi Kota Destinasi Wisata

Yoseph Umarhadi (kanan) (Ist) Kota Cirebon, Jawa Barat harus segera berbenah diri mengingat Kota Sedulur Kabeh ini akan menjelma menjadi kota destinasi wisata dan perdagangan. Karenanya pengaturan tata ruang kota

Tourism

Samber Gelap, Pesona Wisata Bahari di Kotabaru

Wisata bahari di Samber Gelap (Ist) Indonesia sebagai destinasi memang tak kalah menarik dengan negara lain. Di negeri ini, tak hanya Pulau Dewata, dan Lombok saja lantaran masih beragam potensi

Culture

Membangun UKM Dukung Pariwisata Indonesia

Irma Sustika (Ist) Usaha kecil dan menengah (UKM) di negeri ini terus berkembang. Menariknya UKM di Tanah Air rupanya banyak yang mendukung sektor pariwisata Indonesia. Dukungan dari UKM untuk pariwisata

Indonesiaku

Membangun Indonesia dengan Semangat Pancasila

Konferensi Studi Nasional (KSN) Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) yang mengusung tema ‘Radikalisme dan Kesenjangan Sosial dalam Dimensi Pembangunan Nasional’, Sabtu, (30/9/2017) di aula hotel Clarion Makassar, Sulawesi Selatan

World Heritage

Soppeng Gencar Promosi Pariwisata

Soppeng menarik wisatawan dengan pesona Kalong (ist) Kabupaten Soppeng tak berhenti dan malah semakin menggencarkan promosi potensi pariwisata yang ada dengan berbagai upaya. Ketua BPPD.Kabupaten Soppeng Farouk Adam mengatakan bahwa