Tara Kahve, Kopi Rempah Indonesia yang Disukai Malaysia

WhatsApp Image 2017-07-01 at 22.18.57

Tara Kahve (Ist)

Negeri ini dikenal dengan kopi khas Nusantara yang begitu diminati masyarakat Indonesia. Menariknya tak hanya wisatawan Nusantara, namun wisatawan mancanegara juga menyukai kopi asal Indonesia. Tara Kahve, kopi dengan cita rasa rempah-rempah asal Tarakan, Kalimantan Utara ternyata menjadi favorit di negeri jiran, Malaysia.

Adalah Tara Kahve, kopi bercita rasa rempah-rempah itu ketika dikenalkan di Sabah International Expo di Sabah, Malaysia mendapat perhatian dari pengunjung. Hal tersebut diungkapkan Tri Utami, pemilik Kedai Timteng Indonesia ketika ditemui patainanews.com di Jakarta, Sabtu (1/7/2017).

“Saya memulai usaha dengan meneruskan usaha keluarga, yakni Kedai Timteng Indonesia yang dimulai sejak November 2012 silam. Saya beryukur kemudian bisa menghasilkan brand Tara Kahve,” urainya. Tri menuturkan, Indonesia sudah sejak lama dkenal sebagai penghasil rempah-rempah sehingga pada masa lalu mata dunia tertuju ke negeri ini sehingga Tara Kahve begitu kuat dengan cita rasa rempah-rempah Nusantara.

WhatsApp Image 2017-07-01 at 22.18.56

Tri Utami (Ist)

Ia menyebut, Tara Kahve mengandung cengkeh, kayu manis, kapulaga, dan jahe yang merupakan bagian dari rempah-rempah negeri ini. Menariknya Tri terpilih untuk ikut SheTrades Workshop: Digital Marketing and E-Commerce yang merupakan kerja sama ITC UN (International Trade Center United Nation) dengan Facebook Indonesia dan #SheMeansBusiness, serta didukung Australian Aid.

“Saya bergabung di Womanpreneur Community (WPC) sejak Februari 2015 dan terus mengembangkan Kedai Timteng Indonesia di WPC dan bersyukur bisa terpilih ikut pelatihan berkelas dunia dari PBB itu untuk mengembangkan Tara Kahve,” ucap Tri yang dipercaya sebagai Komite Tetap Industri Pariwisata Kadin Kalimantan Utara.

Ia berharap ada perhatian dari pemerintah untuk semakin mengembangkan Tara Kahve sehingga kedepannya wisatawan mancanegara, termasuk turis asal kawasan Timur Tengah yang berkunjung ke Indonesia juga mencari Tara Kahve di Tarakan.

WhatsApp Image 2017-07-01 at 22.18.58

Tara Kahve mengandung rempah-rempah Indonesia (Ist)

“Saya ingin Indonesia dikenal di dunia sebagai penghasil kopi rempah-rempah yang diminati wisatawan mancanegara,” ungkapnya. (Gabriel Bobby)   

 

About author



You might also like

World Heritage

Selamat untuk Hotel Neo Samadikun Cirebon Raih Penghargaan TripAdvisor

Gifta Oktavia Rappe (Ist) Manajemen, staf dan redaksi patainanews.com mengucapkan selamat untuk Hotel Neo Samadikun Cirebon yang mendapat penghargaan dari TripAdvisor. Ya, Hotel Neo Samadikun Cirebon memastikan mendapat penghargaan bergengsi

Hotel

Pesona Gatronomi Indonesia Semakin Kuat di Paris

William Wongso, ahli kuliner Indonesia (Ist) Perhelatan gastronomi ‘Wonderful Indonesia’ di Shangri-la Hotel, Paris memecahkan rekam jejak selama 10 tahun terakhir. Selama enam hari penyelenggaraan event itu, angka kunjungan tamu

Slideshow

Capa Resort Maumere Hadir di Flores

Keindahan Teluk Maumere (Ist) Manajemen PT Petrada Widya Radhasa memperkenalkan sebuah resor pantai butik baru dengan standar pelayanan internasional di Maumere, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). “Nama resort ini Capa

Travel Operator

Melepas Penat di Bandung, Menginap di Green Forest Resort

Wedding Chapel di Green Forest (Ist) Masyarakat urban yang menetap di kota-kota besar, seperti Jakarta seakan tak bisa lepas dari rutinitas sehari-hari. Tak salah jika pergi berlibur ke beragam destinasi

Slideshow

Aksi Kreatif Roche Children’s Walk 2016 Dukung Anak Kanker di Indonesia

Roche (Ist) Karyawan PT Roche Indonesia di Jakarta dan berbagai daerah di Indonesia bersama dengan ribuan karyawan Roche di 141 lokasi di 70 negara kembali bergabung dalam kegiatan tahunan, Roche

Tourism

Wisman Tertarik ke Banyumas

Ilustrasi wisman ke Indonesia (Ist) Wisatawan mancanegara (wisman) asal kawasan Asia diketahui menyukai Banyumas di Jawa Tengah.  Kabid Dinas Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Banyumas Saptono mengatakan, wisatawan mancanegara