Tarik Minat Wisatawan Mancanegara, Pelindo III Serius Kelola Kampung Lawas Maspati

anak kecil kampung lawas

Anak-anak di Kampung Lawas Maspati Surabaya (Ist)

Manajemen PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III tak hanya giat mengembangkan wisata bahari di negeri ini, namun BUMN kepelabuhanan ini diketahui juga serius mengelola potensi wisata lainnya, seperti yang dilakukan di Kampung Lawas Maspati Surabaya.

Kepala Humas PT Pelindo III Edi Priyanto mengemukakan bahwa selama ini wisatawan mancanegara (wisman), seperti turis dari Belanda yang menggunakan kapal pesiar belum menemukan destinasi wisata khas yang memiliki nilai kearifan lokal yang kuat di Surabaya, Jawa Timur.

“Sehingga jika mereka sedang sandar di Pelabuhan Tanjung Perak, hanya sedikit yang mau turun. Kebanyakan wisman memilih beristirahat dan bersantai di dalam kapal,” katanya kepada patainanews.com di kantornya di Surabaya, Selasa (1/12/2015).

Edi menjelaskan, Kampung Lawas Maspati akan menjadi destinasi wisata baru di Surabaya sehingga mampu menarik perhatian wisman untuk berlibur di Kota Pahlawan.

“Pelindo III selaku BUMN kepelabuhanan menaruh perhatian tersendiri bagi keberadaan kampung lawas, seperti Maspati karena budaya kampung merupakan salah satu budaya yang harus dilestarikan sebab di tempat ini masih tersimpan bangunan bersejarah yang harus dilestarikan,” tuturnya.

Tujuan utama kami, lanjutnya, di kampung ini untuk menjadikan Maspati sebagai salah satu alternatif obyek wisata Adapun Surabaya menyimpan banyak jejak sejarah Indonesia.

Salah satu yang masih terawat baik adalah Kampung Lawas Maspati. Permukiman yang dibiarkan utuh khas bangunan kuno itu terletak di Kelurahan Bubutan, Kecamatan Bubutan itu dikenal dengan nama Kampung Lawas Maspati yang dihuni keluarga para pejuang kemerdekaan, terutama yang turut dalam pertempuran 10 November 1945.

Di kampung yang tidak jauh dari Tugu Pahlawan Surabaya itu masih banyak bangunan kuno yang masih berdiri kokoh, yang kini dihuni anak-cucu para pejuang Surabaya.

Karena keluarga dan ahli waris terus mempertahankan keutuhan bangunan cagar budaya itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya ikut mengapresiasi.

Pemkot Surabaya akan menjadikan Kampung Maspati sebagai cagar budaya yang dilindungi pemerintah. (Gabriel Bobby)

 

About author



You might also like

Heritage

Akhir Pekan ke Surabaya, Ada Surabaya North Quay

Turis bersantai di Terminal Gapura Surya Nusantara (Ist) Warga Surabaya, Jawa Timur kini dapat turut serta menyambut kedatangan kapal pesiar (cruise) internasional di Surabaya North Quay. Adapun Surabaya North Quay

Tourism

Sofyan Hotel Jadi Official Halal Hotel Jakarta Modest Fashion Week 2018

Press conference JMFW (Ist) Setelah sukses di Istanbul, London, dan Dubai kini saatnya Jakarta Modest Fashion Week (JMFW) hadir di Jakarta. JMFW akan digelar selama empat hari yaitu mulai 26

Culture

Sepur Kluthuk Jaladara, Pesona Wisata Solo

Wisatawan berpose di depan Sepur Kluthuk Jaladara (Ist) Destinasi wisata Joglosemar (Jogja, Solo, Semarang) dikenal begitu kaya pesona wisata, budaya, dan kearifan lokal. Menariknya Joglosemar termasuk dalam 10 Bali baru

Hotel

Borobudur International Festival 2017 Perkuat Destinasi Joglosemar

Candi Borobudur (Ist) Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya bersama Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo melakukan launching Borobudur International Festival (BIF) 2017 di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona Jakarta,

SightSeeing

Pariwisata Banyuwangi Memikat Wisatawan Mancanegara

Wisatawan di Pulau Merah (Ist) Banyuwangi yang terletak di ujung timur Jawa selama ini dikenal dengan beragam potensi pariwisata yang tak kalah menarik dengan tetangganya Pulau Dewata. Karenanya kabupaten yang

Tourism

Pentingnya Industri Penerbangan Menunjang Pariwisata Indonesia

Thomas Djamaluddin, Kepala LAPAN (kedua dari kanan) Industri penerbangan nasional tak bisa dipisahkan dari sektor pariwisata Nusantara sebab wisatawan ketika traveling ke beragam destinasi wisata yang tersebar di negeri ini