Terbaik di Dunia, Bali Kibarkan Pariwisata Indonesia

WhatsApp Image 2017-03-22 at 14.40.21

Bali terbaik versi TripAdvvisor (Ist)

Bali mengembalikan kepercayaan diri bangsa Indonesia untuk menjadikan pariwisata sebagai core economy negeri. Website spesialis travel provider paling terpercaya dan paling popular di dunia, TripAdvisor, Inc menempatkan Bali sebagai The World’s Best Destinasion with Travellers Choice, dan secara otomatis juga terbaik di Asia.

“Terima kasih saya ucapkan kepada travellers dari seluruh penjuru dunia, yang sudah mereview positif tentang Bali, sehingga menjadi destinasi terbaik dunia,” kata Menpar Arief Yahya, di Nusa Dua, Bali dalam siaran pers yang diterima patainanews.com, Rabu (22/3/2017). 

Bali mengalahkan kota-kota besar dunia yang selama ini menjadi ikon pariwisata global. Urutannya, nomor pertama Bali, Indonesia, London, Inggris, Paris, Perancis, Roma, Italia, New York, Amerika Serikat, Crete, Yunani, Barcelona, Spanyol, Siem Reap, Kamboja, Praha, Ceko, Phuket (Thailand).

“Kami bangga, Bali Indonesia semakin memperkuat confidence untuk percepatan membangun pariwisata sebagai leading sector dan core economy bangsa,” jelas Menteri Arief.  Di level Asia, Lombok juga tampil di posisi ke-9 besar. Ini juga cukup melegakan Menpar Arief Yahya yang mantan Dirut PT Telkom Indonesia itu.

Lombok dalam dua tahun ini di-drive dengan label branding ‘Wisata Halal’, dan sudah dua tahun berturut-turut juga juara dunia. Tahun 2015 lalu kali pertama Lombok menjadi World’s Best Halal Destination dan World’s Best Halal Honeymoon.

Tahun 2016 juga mengantungi 3 awards sekaligus. Yakni The World’s Best Halal Honeymoon Destination untuk Sembalun, The World’s Best Halal Beach Resort di Novotel Kuta Mandalika, dan World’s Best Halal Travel Website. “Ini juga membanggakan, Lombok tampil di 9 besar destinasi terbaik Asia,” aku Menpar Arief Yahya.

Ke-10 Besar destinasi terbaik Asia itu, nomor 1 Bali (Indonesia), lalu disusul Siem Reap (Kamboja), Phuket (Thailand), Hoi An (Vietnam), Kathmandu (Nepal), Hanoi (Vietnam), Ko Samui (Thailand), Bangkok (Thailand), Lombok (Indonesia) dan Bangkok (Thailand).

Communications Director of TripAdvisor, Janice Lee Fang mengatakan, “Bali menjadi destinasi favourit banyak travellers sepanjang tahun, 12 bulan”. “Website kami membantu travellers dari seluruh dunia, untuk menemukan apa saja di Pulau Bali dengan TripAdvisor. Harapan kami, mereka men-share pengalaman dan sensasi istimewa selama berlibur, untuk berbagi info dengan travellers lain, agar punya mimpi untuk datang ke Bali,” jelas Janice.

Sebagai orang digital, Arief Yahya tahu persis bahwa review atau komentar wisatawan mancanegara (wisman) dan wisnus ke TripAdvisor itu sangat natural. Era digital, orang berkeluh kesah atau memuja muji melalui media online, dan media sosial.

Kalau baik, nyaman, menyenangkan, mereka akan share apa adanya dan tanpa bebas. Pun juga kalau ada sesuatu yang menyebalkan, mereka pun leluasa tanpa sensor untuk ‘laporan’ melalui media sosial itu. “Kalau sudah diapresiasi netizen di TripAdvisor, sudah hampir pasti itu terpercaya dan akan mempengaruhi travellers lain untuk datang ke sana. Yang dikomentar biasanya atraksi, destinasi wisata, alam, budaya, dan lainnya. Lalu amenitas, seperti hotel, resort, akomodasi, restoran, café, tempat nongkrong, dan lainnya. Dan akses, sarana transportasi, airlines, rent a car, kapal penyeberangan, kemacetan, dan lainnya,” kata Menpar Arief yang pakar digital itu.

TripAdvisor adalah platform digital yang memang didesain untuk travellers, turis, dengan informasi lengkap dan detail soal atraksi, amenitas dan akses. Persis seperti  yang selalu diingatkan Menpar Arief Yahya dalam strategi Pengembangan Destinasi Pariwisata Indonesia, dengan rumus 3A.

“Inilah pentingnya kita mengacu pada global standar. Kriteria yang sudah mendunia dan dipercaya oleh bangsa dari manapun juga. Karena jika ingin menjadi global player, kita harus menggunakan global standart,” jelas Arief Yahya. Lalu bagaimana mempertahankan agar Bali tetap berada di posisi puncak? Menjadi best destinastion selama mungkin?

“Soal atraksi saya tidak khawatir. Kekuatan Bali ada di budaya. Dan budaya itu, semakin dilestarikan, semakin mensejahterakan. Saya tidak pernah meragukan reputasi Bali dalam hal menghidupkan tradisi dan budayanya,” ungkap dia.

Tugas Menpar Arief saat ini adalah meratakan agar Bali tidak berat selatan. Keramaian dan keindahan Bali juga didistribusikan ke Utara dan Barat. “Karena 60% orang datang ke Bali dan Indonesia untuk budaya, saya optimistis. Budaya itu filosofinya, semakin dilestarikan, semakin mensejahterakan!” pungkas Arief Yahya. (Gabriel Bobby)





About author



You might also like

Festival

Akhir Pekan ke Surabaya, Ada Surabaya North Quay

Turis bersantai di Terminal Gapura Surya Nusantara (Ist) Warga Surabaya, Jawa Timur kini dapat turut serta menyambut kedatangan kapal pesiar (cruise) internasional di Surabaya North Quay. Adapun Surabaya North Quay

Slideshow

Laba Pelindo III Naik 172 Persen

Kegiatan di Terminal Teluk Lamong di Jawa Timur (Ist) Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Pelabuhan Indonesia III menunjukkan peningkatan kinerja perusahaan dari berbagai sisi pada akhir Triwulan III 2016. 

Airlines

Menepis Mitos GMT 2016, Sukacita Menyambut Pesta Fenomena Alam Langka

Acara GMT 2016 di Palembang (Ist) Gerhana Matahari Total (GMT) 2016 adalah fenomena alam yang langka. Indonesia beruntung lantaran pada 9 Maret mendatang, GMT bisa dilihat di 12 provinsi mulai

Culture

Pemerintah Gelar Lomba GMT 2016

Ilustrasi GMT 2016 (Ist) Menyambut fenomena alam langka, Gerhana Matahari Total (GMT) 2016 yang akan terjadi pada 9 Maret mendatang, maka pemerintah menggelar lomba GMT 2016. Adapun lomba tersebut untuk

Hotel

Mulai 7 April Jalan-Jalan ke Semarang

Suasana launching Semarang Great Sale 2017 (Ist) Semarang Great Sale 2017 (SmarGres) 2017 yang digelar selama satu bulan penuh mulai 7 April hingga 7 Mei mendatang benar-benar memberikan penawaran yang

Cuisine

Menteri Pariwisata Puji F8 Makassar

Suasana launching Makassar International Eight Festival & Forum (MIEFF) (Ist) Kreatif, unik, terbaik! Tiga kesan itu sangat terasa saat launching Makassar International Eight Festival & Forum (MIEFF) di Balairung Soesilo Soedarman,