Terminal Petikemas Surabaya Bantu Nelayan Pesisir

bantuan reefer container

Bantuan reefer container (Ist)

PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) berupaya membantu meningkatkan taraf hidup nelayan tradisional dan masyarakat pesisir di Pantai Prigi melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) dengan menghibahkan dua unit reefer container dengan ukuran masing-masing 20 Feet untuk nelayan di Pantai prigi, desa Tasikmadu gedung single cold storage milik Pemkab Trenggalek  Jawa Timur.

“Ini adalah salah satu upaya kami agar  hasil produksi nelayan di Pantai Prigi dapat tetap fresh dan memiliki harga jual yang kompetitif di pasaran, dimana ujungnya semoga dapat meningkatkan kesejahteraan di wilayah ini,” kata President Director TPS Dothy disela-sela serah terima hibah dua unit reefer container ke Pemkab Trenggalek.

Apalagi, secara demografi ribuan warga Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek mayoritas bermata pencaharian sebagai nelayan tradisional dan selama ini pengawetan ikan yang digunakan masyarakat Pesisir Prigi adalah pendinginan dengan es dan pemindangan yang seringkali tidak mampu mengcover semua produksi perikanan karena jika musim baik dalam sehari para nelayan dapat menangkap ikan 100 hingga 200 ton ikan yang terdiri dari ikan layur, ikan tuna, dan ikan tongkol. 

Dengan latar belakang itulah, TPS bersama Universitas Negeri Malang tertarik untuk membantu sesama, agar para nelayan dapat menyimpan ikan hasil tangkapan dan kapanpun nelayan mau menjual atau memprosesnya dulu tanpa harus khawatir ikannya menjadi tidak fresh dimana harga jualnya rendah.

“Semoga dengan hadirnya dua unit reefer container dapat membantu para nelayan, dan kami berharap agar para nelayan dapat ikut menjaga, merawat, dan mempergunakan sebagaimana mestinya, juga memperhatikan cara penggunaan agar kontainernya awet dan bisa dipergunakan dalam jangka waktu yang lama. Kita sama-sama di matra laut harus berjaya di dunia maritim.” tutup Dothy dalam siaran pers yang diterima patainanews.com, Kamis (22/12/2016).

Pada kesempatan itu turut hadir Bupati Kabupaten Trenggalek Emil Elestianto Dardak beserta jajaran SKPD di lingkungan Kabupaten trenggalek, Rektor Universitas Negeri Malang, Prof Dr Achmad Rofi’udin, Komisaris TPS, Eko Harijadi, dan para nelayan di pantai prigi.

Bupati Trenggalek Emil dalam sambutannya menuturkan, “inilah salah satu wujud sinergi yang sangat baik dari dunia akademisi, usaha, dan pemerintah. Kalau bisa sinergi seperti ini, niscaya para nelayan nantinya bisa memiliki kehidupan yang lebih layak. Karena jika hasil melimpah, nelayan tidak perlu menjualnya dengan harga yang sangat murah pada saat itu. Tinggal disimpan dulu di cold storage sambil menunggu harga ikan stabil dan kualitas ikan juga tetap terjaga. Semoga tidak hanya sampai disini, kedepan kita bisa bersinergi lagi demi memajukan kehidupan masyarakat yang masih membutuhkan pada umumnya”.

Tidak sekadar hibah, dari penggunaan container tersebut, diharapkan para masyarakat yang jauh dari kawasan industri bisa mengetahui fungsi dan kegunaan kontainer tidak hanya untuk mengirim barang, namun  bisa juga membawa barang-barang beku layaknya freezer raksasa. 

Bentuk bantuan yang diberikan adalah yang dibutuhkan oleh warga pantai pesisir Prigi dengan skala prioritas. “Untuk mendukung itu, pihaknya telah melakukan instalasi reefer container serta ujicoba sehingga setelah proses administrasi hibah, para nelayan langsung dapat menggunakannya. Dalam mewujudkannya, TPS menggandeng Universitas Negeri Malang,” jelas M Solech, Public Relations TPS.

Hibah reefer container adalah tindak lanjut dari penandatanganan yang berlangsung di Hal Utama Rektorat Universitas Negeri Malang (UNM) Agustus 2016 lalu dimana MOU tersebut ditandangani Presiden Director Dothy dan Kepala Dinas Perikanan Trenggalek Suhadak.

Adapun kapasitas muat container tersebut masing-masing 27.5 ton/M3, dengan titik beku minus 15 derajat celcius sudah cukup sebagai tempat pengawetan sementara untuk hasil nelayan yang belum terserap di pabrik pengolahan ikan sehingga harga tangkapan nelayan akan lebih stabil. (Gabriel Bobby)

About author



You might also like

All About Indonesia

Menteri ESDM Cek Kesiapan Terminal LNG Pelindo III

Menteri ESDM Sudirman Said meninjau kesiapan operasional Terminal LNG di Pelabuhan Benoa Bali (Ist) Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said meninjau kesiapan operasional Terminal LNG (liquefied natural gas) di

Nature

28 April, Budi Daya Salak Birus di Tanjung Lesung

Wisata bahari seperti diving juga bisa dilakukan di Tanjung Lesung (Ist) Manajemen PT Banten West Java (BWJ) Tourism Development merencanakan pada 28 April mendatang melakukan budi daya Salak Birus kepada

Festival

Selamat HUT ke-8 Kereta Wisata

Selamat HUT ke-8 PT Kereta Api Pariwisata (Ist) Manajemen, staf dan redaksi patainanews.com mengucapkan selamat HUT ke-8 PT Kereta Api Pariwisata 8 September 2017. Tak bisa dipungkiri peran kereta wisata

Tour Package

Panorama Gandeng Perusahaan Travel Terbesar di Dunia

Turis Jepang di Indonesia (Ist) PT Panorama Sentrawisata Tbk telah menandatangani perjanjian kerja sama dengan Japan Travel Bureau/JTB Corporation (JTB), salah satu perusahaaan travel terbesar di dunia untuk melepas saham

Tourism

Mencari Penerus Lois Merry Tangel di Semarang

Roadshow El John Pageants keliling Indonesia mencari Putri Pariwisata Indonesia 2017 sampai ke Semarang pada 8 hingga 9 Mei mendatang (Ist) El John Pageants tengah melakukan roadshow keliling Indonesia mencari

Slideshow

Maskapai Penerbangan Nasional Mengkhawatirkan

Ilustrasi Batik Air (Ist) Jasa moda transportasi udara selama ini masih menjadi andalan bagi wisatawan menuju destinasi wisata yang menarik. Namun, keselamatan penerbangan tentunya menjadi prioritas. Lembaga survei penerbangan dunia, AirlineRatings.com merilis