The Ranch yang Instagramable

The Ranch (Christabell) 

Indonesia memang negeri eksotis yang tidak pernah berhenti membuat wisatawan berdecak kagum dengan berbagai keindahan alam yang disajikan. Indonesia yang disebut negara kepulauan ini tentu memiliki beragam destinasi wisata yang menarik minat traveler untuk traveling.

Salah satu destinasi wisata yang menarik di Nusantara adalah The Ranch Mega Mendung, Jawa Barat. Tempat wisata yang bertempat di Jalan Raya Puncak – Cianjur No 428 Leuwimalang, Cisarua, Kopo, Bogor, Jawa Barat 16750 ini merupakan gabungan dari De Ranch Bandung dan Farmhouse.

Untuk menuju ke tempat wisata ini relatif mudah. Jika traveler sudah menemukan Cimory Riverside, maka traveler hanya perlu melanjutkan perjalanan sejauh 1 KM lagi untuk sampai ke The Ranch. Di sebelah kanan, traveler akan melihat papan besar bertuliskan Wisata Kuda the Ranch dan tulisan besar Taste of Bandung yang menandakan bahwa traveler sudah tiba.

Destinasi wisata ini memiliki area parkir yang luas sehingga mampu menampung 600 kendaraan. Untuk harga tiket masuk destinasi wisata ini, traveler perlu mengeluarkan uang sebesar Rp20.000 per orang. Untuk biaya parkir, traveler perlu menyiapkan uang sebesar Rp10.000 untuk mobil dan Rp5.000 untuk motor.

Seorang wisatawan Nusantara, Christabell pada 15 Juni lalu memanfaatkan libur Lebaran 2018 berkunjung ke The Ranch. Ia menuuturkan, tiket masuk yang sudah traveler bayar dapat traveler gunakan untuk ditukar dengan segelas susu atau sebagai potongan untuk makan di restoran.

Adapun berbagai wahana dan fasilitas yang disungguhkan di dalam The Ranch Puncak ini, seperti rumah kelinci, trek pacu kuda, area panahan dan masih banyak lagi. Namun, yang menjadi daya tarik dari wisata ini adalah banyaknya spot foto yang bagus dan sangat sayang untuk dilewatkan.

Ya, spot foto yang instagramable menjadi daya tarik beragam destinasi wisata di Tanah Aor. Salah satunya adalah jembatan dongeng dan bangunan yang berkonsep ala Eropa. Tidak kalah dari wahana alamnya, wisata kuliner dalam The Ranch ini pun memiliki banyak peminatnya.

Mengusung konsep Taste of Bandung maka tak heran jika semua kuliner yang ditawarkan merupakan makanan khas Bandung, seperti Soto Bandung, Seblak dan makanan khas lainnya. Mengenai harganya relatif murah; berkisar dari Rp. 20.000 sampai Rp50.000.

Selain rasanya yang nikmat, tempat makannya pun nyaman dan bagus serta traveler mendapatkan pemandangan pegunungan di sisi restoran. Meski selalu ramai tapi traveler tidak perlu khawatir tidak mendapat tempat duduk karena tersedia hingga lantai 2. (Christabell) 

About author



You might also like

Nature

Takalar, Mutiara Terpendam dari Sulsel

Bupati Takalar Burhanuddin Baharuddin (kiri) dan President/CEO PATA Indonesia Chapter Poernomo Siswoprasetijo di Hotel Sultan, Jakarta  Indonesia memang kaya akan potensi wisata bahari. Menariknya banyak mutiara terpendam yang terkesan belum

Travel Operator

2017, Wisman akan Semakin Banyak Mendarat di Bandara Internasional Husein Sastranegara

Destinasi wisata di kawasan Bandung Utara (Ist) Menteri Pariwisata Arief Yahya mengucapkan terima kasih atas support PT Angkasa Pura II, yang mulai 6 Januari 2017 mulai mengoperasikan Terminal Baru penerbangan

SightSeeing

Wisatawan Mancanegara Suka Traveling ke Ngawi

Hyanto Wihadhi, Direktur PT Jababeka Tbk dan Bupati Ngawi Budi Sulistyono (kanan) Jawa Timur selama dikenal banyak destinasi menarik untuk traveler, termasuk wisatawan mancanegara (wisman) yang traveling ke negeri ini.

Culture

Keindahan Lombok Kalahkan Hawaii, HPN 2016 akan Meriah

Wisatawan asing berlibur di Lombok (Ist) Keindahan alam Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) sangat indah dan tidak berlebihan jika dikatakan mengalahkan keindahan Pulau Oahu di Hawaii sehingga penyelenggaraan Hari Pers

Investments

Terminal Petikemas Surabaya Bantu Nelayan Pesisir

Bantuan reefer container (Ist) PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) berupaya membantu meningkatkan taraf hidup nelayan tradisional dan masyarakat pesisir di Pantai Prigi melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) dengan menghibahkan dua unit reefer container dengan ukuran masing-masing 20 Feet untuk nelayan di Pantai prigi, desa Tasikmadu gedung single cold storage milik Pemkab Trenggalek  Jawa Timur. “Ini adalah salah satu upaya kami agar  hasil produksi nelayan di Pantai Prigi dapat tetap fresh dan memiliki harga jual yang kompetitif di pasaran, dimana ujungnya semoga dapat meningkatkan kesejahteraan di wilayah ini,” kata President Director TPS Dothy disela-sela serah terima hibah dua unit reefer container ke Pemkab Trenggalek. Apalagi, secara demografi ribuan warga Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek mayoritas bermata pencaharian sebagai nelayan tradisional dan selama ini pengawetan ikan yang digunakan masyarakat Pesisir Prigi adalah pendinginan dengan es dan pemindangan yang seringkali tidak mampu mengcover semua produksi perikanan karena jika musim baik dalam sehari para nelayan dapat menangkap ikan 100 hingga 200 ton ikan yang terdiri dari ikan layur, ikan tuna, dan ikan tongkol.  Dengan latar belakang itulah, TPS bersama Universitas Negeri Malang tertarik untuk membantu sesama, agar para nelayan dapat menyimpan ikan hasil tangkapan dan kapanpun nelayan mau menjual atau memprosesnya dulu tanpa harus khawatir ikannya menjadi tidak fresh dimana harga jualnya rendah. “Semoga dengan hadirnya dua unit reefer container dapat membantu para nelayan, dan kami berharap agar para nelayan dapat ikut menjaga, merawat, dan mempergunakan sebagaimana mestinya, juga memperhatikan cara penggunaan agar kontainernya awet dan bisa dipergunakan dalam jangka waktu yang lama. Kita sama-sama di matra laut harus berjaya di dunia maritim.” tutup Dothy dalam siaran pers yang diterima patainanews.com, Kamis (22/12/2016). Pada kesempatan itu turut hadir Bupati Kabupaten Trenggalek Emil Elestianto Dardak beserta jajaran SKPD di lingkungan Kabupaten trenggalek, Rektor Universitas Negeri Malang, Prof Dr Achmad Rofi’udin, Komisaris TPS, Eko Harijadi, dan para nelayan di pantai prigi. Bupati Trenggalek Emil dalam sambutannya menuturkan, “inilah salah satu wujud sinergi yang sangat baik dari dunia akademisi, usaha, dan pemerintah. Kalau bisa sinergi seperti ini, niscaya para nelayan nantinya bisa memiliki kehidupan yang lebih layak. Karena jika hasil melimpah, nelayan tidak perlu menjualnya dengan harga yang sangat murah pada saat itu. Tinggal disimpan dulu di cold storage sambil menunggu harga ikan stabil dan kualitas ikan juga tetap terjaga. Semoga tidak hanya sampai disini, kedepan kita bisa bersinergi lagi demi memajukan kehidupan masyarakat yang masih membutuhkan pada umumnya”.

Airlines

Menanti Sinergi PT Goldena Inti Dinamika dengan Hotel Desa Wisata TMII

Frans Salton Lepong (Ist) Pada masa kini, sinergi sepertinya menjadi suatu kebutuhan guna mendukung kemajuan perusahaan atau organisasi. Hal tersebut disadari Hotel Desa Wisata TMII dan PT Goldena Inti Dinamika untuk