Tour de Bintan Resmi Masuk Asosiasi dan Kalender Cycling Dunia

kalender UCI

Kabar baik dari UCI untuk Indonesia (Ist)

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengucapkan selamat kepada pemilik sport event, Tour de Bintan. Ajang balap sepeda internasional yang sudah 8 kali konsisten digelar di Pulau Bintan, Kepri itu.

Kabar gembira itu datang dari release dari Asosiasi Sepeda International (UCI) dan dipastikan masuk dalam kalender penting pertandingan untuk kategori Grand Fondo World Series 2017 tahun depan.

“Sport event di Batam, Bintan, Anambas dan seputar Kepri itu sangat penting untuk pasar wisman dengan originasi Singaporatau ekspatriat yang bekerja di sana. Juga buat wisatawan yang sedang ke Singapura, dan punya waktu untuk menyeberang 45 menit ke Kepri. Survei membuktikan, 60% dari sport tourism itu akan datang lagi, destinasi tersebut,” ungkap Arief Yahya dalam siaran pers yang diterima patainanews.com pada akhir pekan lalu.

Kepastian bahwa perhelatan Tour de Bintan masuk agenda UCI itu datang setelah federasi sepeda dunia itu mengumumkan nama Tour de Bintan di situs resminya www.ucigranfondoworldseries.com. UCI juga menetapkan Tour de Bintan akan digelar 3-5 Maret 2017 di Bintan, Kepulauan Riau, Indonesia.

Skedulnya semakin pasti, dan tidak akan molor-molor lagi, sehingga para calon peserta sudah bisa mempersiapkan diri dengan baik.

”Akhirnya usaha dan perjuangan kami yang cukup lama itu membuahkan hasil. Semoga event ini akan semakin banyak diminati dan diikuti oleh pesepeda di dunia dan juga terus membesarkan nama Indonesia,” ujar Panitia Pelaksana Tour de Bintan Luki Prawira, Minggu (23/10/2016).

Luki yang juga Kepala Dinas Pariwisata Bintan itu menambahkan, raihan ini berkat dukungan semua stakeholder pariwisata dan olahraga di Bintan maupun di pusat.

”Mekanismenya kami jalankan dengan maksimal, berkoordinasi melengkapi semua persyaratan dengan pengurus sepeda daerah, Bupati, Gubernur, Kementerian Pariwisata dan asosiasi sepeda Indonesia. Dan Alhamdulillah, hasilnya dunia mengakui Tour de Bintan,” ujar Luki.

Selain masuk kalender UCI, imbuh Luki, Tour de Bintan juga dipastikan akan masuk dalam kalender balap sepeda Ikatan Sepeda Seluruh Indonesia (ISSI). ”Hal ini juga tidak lepas dari perjuangan Event Organizer Meta Sport, tempat pelaksanaan Lagooi Bintan dan tentunya ISSI dan Kementerian Pariwisata atas nama pemerintah yang memberikan rekomendasi ke jajaran dunia,” ujar Luki.

Tour de Bintan sebelum masuk kalender dunia sudah merupakan ajang bergengsi. Tahun lalu saja, Tour de Bintan menghadirkan para pebalap sepeda dari 40 negara dan lebih dari 70 tim balap dan komunitas.

Mereka berasal dari Singapura, Hong Kong, Australia, Malaysia, Indonesia, dan negara-negara lain. Sebanyak 800 orang mendaftar dalam ajang bergengsi tersebut, dimana Singapura mendominasi 30% dari total jumlah peserta, Inggris 19%, dan Australia 12%. Indonesia menyumbang sekitar 6% dari jumlah peserta.

Sisanya berasal dari berbagai negara di belahan dunia, antara lain Amerika Serikat, Kanada, Jerman, Jepang, Prancis, dan Selandia Baru.

“Kami tentunya berharap agar ajang ini dapat mendatangkan wisatawan dari berbagai negara terutama peserta lomba. Melihat pesertanya dan kesuksesan acara sebelumnya, kami optimis bahwa acara ini akan mencapai target terutama dalam hal jumlah kunjungan di tahun 2017 mendatang,” tambah Luki.

Luki menambahkan, penyelenggaraan sport tourism bertaraf internasional ini, juga akan memberikan direct impact dan media value yang tinggi. TdB tahun yang lalu saja mendatangkan sekitar 2.500 peserta dan devisa yang kita peroleh sekitar US$2,75 juta. Luki menjelaskan bahwa penyelenggaraan Tour de Bintan sejalan dengan kebijakan pemerintah yang menetapkan Batam, Provinsi Kepulauan Riau, sebagai wilayah yang menjadi prioritas dalam pengembangan kawasan wisata dengan sebutan Great Batam untuk memacu kunjungan wisatawan mancanegara (wisman).

“Tour de Bintan diharapkan menjadi event yang menarik untuk mempromosikan minat khusus seperti wisata olahraga rekreasi, di tempat yang juga menarik sebagai destinasi wisata. Sembari olahraga bersepeda selama dua hari pembalap akan melintasi bukit, hutan, dan pantai yang indah. Destinasi dengan fasilitas yang memadai dan event bertaraf internasional diharapkan akan meningkatkan kualitas wisatawan yang berkunjung ke Bintan,” kata Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran Asia Tenggara Kementerian Pariwisata, Rizki Handayani. (Gabriel Bobby)



About author



You might also like

Hotel

Dukung Asian Games 2018, PM Tiongkok dan Presiden Jokowi Perlihatkan Tiga Maskot

Perdana Menteri Tiongkok Li Keqiang (kiri) Presiden Jokowi (Ist) Dukungan terhadap pelaksanaan Asian Games 2018 bertambah. Kali ini dukungan disuarakan Perdana Menteri Tiongkok Li Keqiang. Dukungan tersebut diungkapkan PM Li

World Heritage

Anak Muda Petualang, Tren Pariwisata Indonesia

Pembukaan AJTF 2016 (Ist) Tren wisata yang saat ini tengah digandrungi masyarakat Indonesia, terutama generasi muda yang bersifat petualang. Ya, mereka merasa bangga ketika mengunjungi destinasi-destinasi wisata domestik yang belum

Slideshow

A Quite Life di Ujung Berau

Di Danau Labuan Cermin (Ist) Kalau selama ini Berau di Kalimantan Timur identik dengan Derawan, ternyata daerah ini juga banyak menyimpan keindahan lain, yaitu Danau Labuan Cermin yang tak kalah

Travel Operator

Pesona Semarang Great Sale 2017, Wisatawan Dimanjakan Belanja

Launching Pesona Semarang Great Sale 2017 di Jakarta (Ist) Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya bersama Walikota Semarang Handrar Prihadi meluncurkan Pesona Semarang Great Sale 2017 di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung

Slideshow

d’Praya Lombok Hotel Sigap Layani Tamu Penutupan BIL

LA Hadi Faishal (kiri mengenakan batik) mendampingi Cita Citata di d’Praya Lombok Hotel Manajemen d’Praya Lombok Hotel mengaku tidak terganggu dengan penutupan Bandara Internasional Lombok (BIL) lantaran dampak erupsi Gunung

Destinations

Salaku, Salak Enak dari Bekasi

Salaku Salak adalah buah yang bermanfaat untuk kesehatan. Dan, masyarakat Indonesia bisa menikmati Salak dalam kemasan Salaku. Shelly, owner Salaku ketika ditemui patainanews.com menjelaskan, Salaku sudah ada sejak 2016 lalu