Tour de Flores 2016 Heboh di Media Sosial

garuda AY 2

Menteri Pariwisata Arief Yahya (kiri) (Ist)

Menteri Pariwisata Arief Yahya menegaskan kepada Gubernur Nusa Tenggara Timur (NT) Frans Lebu Raya akan pentingnya membuat event internasional seperti Tour de Flores 2016.

Ini adalah cara yang paling cepat dan mudah untuk mengenalkan pariwisata Flores ke seluruh penjuru dunia. “Media sosial sudah menggemakan TDF 2016 ini menyebar ke secara luas,” kata Arief Yahya dalam siaran pers yang diterima patainanews.com, Senin (23/5/2016).

Begitu NTT dijadikan satu dari 10 top destinasi prioritas, maka semua harus dibuat standar internasional. Bandaranya akan dibangun internasional.

Atraksinya sudah berkelas dunia. SDM-nya pun harus disertifikasi internasional. “Event-nya pun harus berkelas dunia,” jelas Arief Yahya menjelang penerimaan etape terakhir Tour de Flores.

Dijelaskan Arief Yahya, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur tengah menjadi sorotan dunia. Sejak digulirkan 19 Mei silam, Tour de Flores sudah heboh lantara 131 juta netizen di jagad maya memperbincangkan event berkelas dunia ini.

Twitter ramai, instagram heboh, Facebook juga ikut disapa topic Tour de Flores. Semua ramai memperbincangkan alam Larantuka, Maumere, Ende, Danau tiga warna, Ruteng dan Labuan Bajo yang berpanorama eksotis.

“Amazing views of Flores #TdFlores @tourdeflores,” tulis akun @ProCyclingStats. “Great coastal road in the first kilometers of stage 3,” sahut akun @mick1_hayden.

“Perfect Kelimitu. What a brilliant day,” timpal pemilik akun @KRDcycling. “Beautiful Indonesia,” tulis akun @xiaomeii. Faustinus Wundu, Managing Tour de Flores mengungkapkan, ajang balap sepeda ini berdampak luar biasa dalam melecut pengembangan pariwisata sebagai lokomotif utama pembangunan daerah di sekitar arena tour.

“Tour de Flores menjadi even milik Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur yang didukung penuh oleh Pemerintah Pusat dibawah koordinasi Menko Maritim dan Sumber Daya. Efeknya sangat luar biasa. Lihat saja booming-nya di jagad maya. Twitter, Facebook, YouTube, Instagram, semua ramai,” ujar Faustinus.

Meski persiapannya mepet dan baru dilaksanakan pada akhir 2015 lalu, peserta asing tetap antusias mengikuti ajang balap sepeda berkala 2.2 itu.

Hanya akomodasi saja yang masih menjadi pekerjaan rumah pihak penyelanggara. “Banyak peserta perlombaan yang tidak mendapatkan hotel untuk menginap. Mereka terpaksa beristirahat di rumah-rumah khalwat yang dikelola oleh para biarawati Katolik,” papar Wundu.

Didin Junaidi, Ketua Umum Gabungan Industri Pariwisata Indonesia ikut angkat suara. Ramainya perbincangan di dunia maya, menurutnya, merupakan cerminan keberhasilan gelaran suatau even.

Bagi Didin, ini merupakan sarana yang penting untuk mempromosikan wisata di suatu kawasan. Ajang seperti itu diyakini punya potensi menarik wisatawan, baik dari para peserta, maupun wisatawan lain.

“Ada kemungkinan mereka-mereka yang mengikuti lomba akan datang secara individual. Peluang ini yang harus ditangkap pemerintah daerah serta sektor swasta di sana,” ujarnya.

Dia mengatakan tantangan terbesar pemerintah daerah di lokasi pelaksanaan sport tourism adalah mengemas suatu atraksi wisata yang melibatkan masyarakat lokal.

Utamanya kelompok-kelompok usaha kecil hingga sektor pariwisata ini mampu memberi manfaat ekonomi. “Sekarang ini promosi dan pemasaran wisata sudah tidak ada masalah lagi karena pemerintah pusat gencar melakukan. Yang penting pemerintah daerah dan swasta tentunya harus menangkap peluang ini dengan menyiapkan akomodasi dan akses yang baik,” ucapnya.

Yupiter Marenos Lada, praktisi pariwsiata NTT, mengamini apa yang dikatakan Didin Junaidi. Menurutnya, agar NTT bisa merebut perhatian wisatawan lokal, domestik dan mancanegara, maka salah satu langkah yang harus dilakukan adalah menyiapkan destinasi yang terkonsep dan terintegrasi seperti Tour de Flores dan Visit Komodo.

“Agar destinasi tersebut bisa diakses oleh para wisatawan, Pemda mau tidak mau harus menyiapkan akses dan fasilitas transportasi menuju ke daerah tujuan wisata. Harus ada pula informasi destinasi pariwisata yang jelas di tiap kabupaten, kecamatan, bahkan desa. Langkah lainnya, bisa juga dengan membuat desa wisata. Potensi dan kapasitas masyarakat lokal harus diberdayakan di samping membangun based community tourism agar masyarakat siap menjadi tuan rumah yang baik bagi para wisatawan,” tuturnya. (Gabriel Bobby)

About author



You might also like

Heritage

Wisman Tertarik ke Semarang

Kelenteng Sam Poo Kong di Semarang (Ist) Semarang di Jawa Tengah rupanya menjadi destinasi wisata di Indonesia yang diminati wisatawan mancanegara (wisman). Berdasarkan pengamatan patainanews.com pada akhir pekan ini, terlihat

Tourism

Mengemas Promosi Pariwisata Indonesia yang Menarik

Labuan Bajo, destinasi wisata di Indonesia yang diminati wisatawan asing (Ist) Promosi beragam potensi pariwisata Indonesia sebaiknya tidak hanya sebatas seremonial karena lebih penting memenuhi target kunjungan wisatawan, termasuk kunjungan

Culture

Incar Wisman AS, Kemenpar Tebar Pesona di DEMA Show Orlando

Wakatobi (Ist) Kementerian Pariwisata (Kemenpar) semakin agresif mempromosikan wisata diving Indonesia ke dunia. Karenanya Kemenpar akan ikut dalam The Diving Equipment and Marketing Association (DEMA) Show di Orlando, Amerika Serikat

Slideshow

Wisatawan Eropa Suka ke Cirebon

 Gifta Oktavia Rappe (Ist) Wisatawan Eropa diketahui suka berkunjung ke Cirebon, Jawa Barat. Turis asal Benua Biru itu banyak yang datang untuk melihat destinasi wisata di Cirebon dan sekitarnya. “Turis

Destinations

Bukber, Nikmati Kuliner Khas Tradisional Nusantara di Hotel Santika Premiere ICE BSD City

Ramadan Buffet Dinner (Ist) Berpuasa pada bulan Ramadan merupakan kewajiban bagi seluruh umat Muslim di seluruh dunia. Salah satu kebahagiaan orang yang melaksanakan puasa adalah pada saat berbuka puasa. Setelah