Tour Guide Jadi Turis

WhatsApp Image 2017-03-30 at 10.48.35

Kegiatan tour guide jadi turis (Ist)

Sebuah pengalaman langka bagi rmereka tour guide desa wisata Sade, Ende dan Setanggor, Nusa Tenggara Barat (NTB) ketika satu waktu mereka menjadi seorang wisatawan. Berbagai kesan lugu mereka ungkapkan pada penutupan acara ‘Workshop Penyusunan Storyline dan Teknis Story Telling Desa Adat Sade, Lombok, Nusa Tenggara Barat’ pada 15 hingga 17 Maret 2017 lalu.

Kegiatan yang diselenggarakan Kementerian Pariwisata, Asdep Pengembangan Destinasi Wisata Budaya Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata ini bertujuan mendukung pengembangan destinasi wisata tradisi dan seni budaya di Mandalika.

Tidak sembarang orang bisa menjadi tourguide di desa Sade. Yang boleh menjadi tourguide di Sade adalah pria yang tinggal di desa adat Sade saja. Dan seperti diketahui, hanya mereka anak bungsu lelaki yang bisa tinggal di desa adat Sade, sementara lainnya tinggal di luar desa.

Menjadi seorang tourguide di Sade adalah sebuah tanggung jawab adat yang besar. Karenanya mereka cukup taat menjalankan titah leluhur untuk mempertahankan dan mengenalkan budaya asli Sade kepada wisatawan. Berkat pemberitaan yang masif akan Sade lewat media jurnalis ataupun media sosial telah membuat kunjungan wisatawan nusantara meningkat secara drastis.

Kian hari pekerjaan menjadi tourguide kian padat. Hanya di Senin hingga Rabu saja tourguide Sade bisa santai, selebihnya mereka harus bergantian secara kompak untuk menjadi tourguide dan menata kendaraan-kendaraan pengunjung yang sering membuat macet.

Titin Fatimah, Tetty DS Aryanto dan Krissanti Kruniawan sebagai praktisi pariwisata yang ditunjuk sebagai narasumber pada kegiatan ini sengaja memberikan sebuah pengalaman baru bagi para tourguide agar mereka bisa menilai dan membandingkan kurang dan lebihnya tourguide-tourguide di desa adat Sade, Ende dan Setanggor.

“Setelah itu dengan kesadaran sendiri, mereka bisa memperbaiki apa yang kurang dan melakukan berbagai improvisasi dan kreasi sebagai tourguide agar apa yang mereka ceritakan kepada wisatawan benar-benar sesuai dengan yang diinginkan wisatawan itu sendiri,” ungkap Titin Fatimah dalam siaran pers yang diterima patainanews.com, Kamis (30/3/2017).

Tetty menambahkan, masing-masing wisatawan memiliki ketertarikan yang berbeda-beda. Mungkin mereka tertarik dengan budayanya, historinya, landscape-nya atau yang sekadar mencari spot-spot selfie. Sebagai seorang tourguide, kata Tetty, harus bisa membaca kebutuhan wisatawan agar mendapatkan kesan yang leih mendalam.

Sebagai anggota dari Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA), Tetty menekankan agar para tourguide bisa menghadirkan berbagai hal yang menarik bagi wisatawan dari waktu ke waktu supaya turis yang datang tidak bosan meskipun sudah datang ke desa Sade berulang kali.

Kurdap Salake, sebagai kepala adat desa adat Sade mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas perhatian Kementerian Pariwisata dan berjanji akan meningkatkan pelayanan dan kreativitas para tourguide asuhannya untuk membawa destinasi wisata desa adat Sade sebagai destinasi terbaik di Lombok. (Gabriel Bobby)

About author



You might also like

Culture

Rhino Cross Triathlon 2018 Resmi Diluncurkan

Peluncuran Rhino Cross Triathlon 2018 di Tanjung Lesung (Ist) Ajang kejuaraan terbuka cross triathlon pertama di Indonesia yang terdiri dari lomba berenang, balap sepeda dan lari melintasi keindahan dan tantangan

Nature

Membanggakan, ‘Wonderful Indonesia’ Berjaya di India

Logo ‘Wonderful Indonesia’ (Ist) Country branding ‘Wonderful Indonesia’ menyabet penghargaan dari Outbond Travel Mart (OTM) di Mumbai, India. Padahal selama ini tidak ada penerbangan langsung dari India ke Indonesia, baik

Heritage

Traveling ke Semarang, Jangan Lupa ke Kota Lama

General Manager Hotel Horison NJ Aditya Maulana (kemeja abu-abu dan berkaca mata) tampak serius mendengarkan penjelasan mengenai sejarah kota Semarang di Kampung Batik Semarang di kawasan Kota Lama Semarang (Ist)

Tourism

Singapura Respons Positif Program Kapal Pesiar yang Dikembangkan Indonesia

Celebrate the Arrival of Genting Dream di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta, Rabu, 4 April 2018 Indonesia dan Singapura telah sepakat meningkatkan kerjasama di sektor pariwisata, khususnya untuk wisata kapal pesiar dan

Festival

Kembangkan Bisnis, Smailing Tour Resmikan Smailing Tour’s Bali Ticketing and Outbound Centre

Keris Bali jadi daya tarik wisatawan berkunjung ke Pulau Dewata (www.ninaflynnphotography.com) Sebagai bagian dari pengembangan bisnis dan pemberian solusi bagi turis domestik dan internasional yang terus meningkat dalam melakukan perjalanan dari

Cuisine

SDM Pariwisata Siap Hadapi MEA

Pariwisata Indonesia akan semakin berkembang sebas SDM di sektor pariwisata siap menghadapi MEA yang akan berdampak positif terhadap kunjungan turs asing, termasuk ke Bali untuk melihat pesona budaya dan destinasi