‘Tradition is more forward, not backward’

rektor pu sama bule

Rektor President University Chandra Setiawan (kiri) dengan Profesor Luiz Abel Magro Moutinho (Ist) 

President University dengan bangga mengundang Profesor Luiz Abel Magro Moutinho, Guru Besar yang sarat kekinian ilmu dibidang Bio Marketing dan Futures Research, DCU Business School, Dublin City University, Irlandia berkunjung ke Indonesia untuk menjadi keynote speech internasional pada kegiatan Wisuda Sarjana ke-10 President University nanti 28 Mei mendatang di Jababeka Convention Center (JCC) di Jababeka Education Park di Kawasan Industri Jababeka, Cikarang, tempat berlokasinya 1700 perusahaan multinasional dari 30 negara.

Mengawali sebelum acara wisuda sarjana, Profesor Luiz Abel Magro Moutinho menjadi pembicara tunggal di kegiatan CEO Talk yang dibuka Rektor President University Chandra Setiawan, Selasa (24/5/2016) di President Lounge, Menara Batavia, Jakarta dengan mengambil tema The Anticipation of an Upcoming Global Far-Sighted Shift.

The world is changing, dunia telah berubah dengan cepat yang ditandai terciptanya ledakan 1 miliar populasi usia senior 60 tahun dalam 10 tahun terakhir.

Paling sedikit 75 persen kelompok ‘the rich’ di Amerika Serikat dan Inggris, bahkan dinegara-negara maju adalah berasal dari kelompk senior berusia 65 tahun dan kebanyakan khususnya adalah kelompok wanita.

Terdapat tiga tren dalam urbanisasi dunia,  terbentuknya Mega City, yaitu kota yang berpenduduk lebih dari 10 juta, seperti London, Jakarta, dan Shanghai.

Mega Region yaitu gabungan atau kombinasi dua kota atau kabupaten atau ‘rural area’ menjadi satu ‘regional’ yang memilki populasi mencapai lebih dari 15 juta, seperti Johannesburg dan Pretoria membentuk Jo-Toria.

Mega Corridors, yaitu koridor yang menghubungkan dua kota besar atau Mega Region, seperti Hongkong-Shenzen-Guangshou di China dengan populasi lebih dari 120 juta.

Prof Luiz, lebih jauh membahas tentang ‘Tradition is more forward, not backward’ serta tentang ‘simplicity’. Perkembangan tekonologi dan meningkatnya akses terhadap internet, perubahan iklim, berubahnya geo-politik, dan pertumbuhan ekonomi, berubahnya model populasi, globalisasi dan migrasi telah mendorong terjadinya “networks society” (mobile, broadband, cloud). 

Mega Trends berpengaruh terhadap meningkatnya ‘mobility integration’, yaitu urbanization, car sharing/car pooling, e-mobility, smart cities, high speed dlsb. 

Apa dan bagaimana antisipasi Indonesia sebagai salah satu dari tiga negara besar di ASEAN atau sebagai anggota dari G-20 dalam menghadapi MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN). (Gabriel Bobby) 

About author



You might also like

Nature

Race on The Paradise

  Race on The Paradise Be there on 3-4 October 2015 At Tanjung Lesung Bike Park – Banten        

Hotel

Membangun Hotel Syariah untuk Wisatawan di Lombok

Hotel Syariah Solo Indonesia selama ini menjadi destinasi favorit wisatawan asing untuk menghabiskan waktu libur mereka. Ya, wisatawan mancanegara betah tinggal di suatu tempat menarik. Tak hanya satu hari, malah

SightSeeing

Bank Indonesia Majukan Tenun Ikat Kediri

Ibu Negara Iriana Joko Widodo bersama istri Wakil Presiden Ibu Mufidah Jusuf Kalla ketika melihat langsung Tenun Ikat Kediri (Ist) Bank Indonesia (BI) ternyata sudah sekitar tiga tahun memberikan perhatian

Culture

Media Tiongkok Promosikan Wakatobi

 Vinsensius Jemadu, Asdep Pengembangan Pasar Asia Pasifik Kementerian Pariwisata (Ist) Kabar tentang eloknya alam Wakatobi telah menarik perhatian masyarakat Tiongkok yang mendapatkan informasi yang diviralkan melalui media sosial, seperti wechat,

Travel Operator

Morotai Menuju Destinasi Wisata Kelas Dunia

Menteri Pariwisata Arief Yahya (Ist) Morotai, Maluku Utara akan menjadi destinasi wisata kelas dunia. Levelnya akan didorong sejajar dengan beragam kota wisata dunia satu level dengan Dubai, Abu Dhabi, Hongkong

Airlines

Penutupan BIL Berdampak Kunjungan Wisatawan Menurun

Wakil Ketua PHRI NTB LA Hadi Faishal (kanan) ketika silaturahmi dengan GM BIL Pujiono Rasmadi (Ist) Penutupan Bandara Internasional Lombok (BIL) di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) sebagai dampak erupsi