Traveling ke Banyuwangi, Jangan Lupa Menikmati Sego Tempong

Nikmatnya kuliner di Banyuwangi (Ist)

Banyuwangi kaya akan pesona wisata sebab destinasi wisata di Jawa Timur ini terbilang komplet untuk wisatawan.

Ya, tak hanya sekadar alam yang indah dan budaya, turis juga bisa mencoba kuliner yang ada, seperti Sego Tempong.

Karenanya tidak lengkap rasanya jika berkunjung ke Banyuwangi tanpa mencoba kuliner lokal. Salah satunya adalah Sego Tempong Mbok Wah.

Kabar baik bagi pencinta kuliner pedas lantaran kenikmatannya bisa membuat wisatawan ketagihan.

Turis yang traveling ke Banyuwangi, termasuk ketika ingin melihat langsung Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2019 bisa mencoba Sego Tempong.

Adapun Sego Tempong Mbok Wah berada di Jalan Gembrung No 220, Glagah, Bakungan, Banyuwangi. Uniknya Sego Tempong lokasinya masuk ke dalam gang.

Traveler bisa menggunakan jasa ojek online atau menyewa mobil untuk datang ke Sego Tempong Mbok Wah.

Berdasarkan pengamatan patainanews.com, Jumat (26/7/2019), wisatawan yang datang cukup ramai.

Staf Khusus Menpar Bidang Media dan Komunikasi Don Kardono juga merekomendasikan Sego Tempong Mbok Wah.

“Kalau kita berkunjung ke sebuah destinasi, cobalah kuliner lokalnya. Sekaligus melengkapi pengalaman saat kita berwisata. Untuk Banyuwangi, Sego Tempong Mbok Wah bisa menjadi pilihan. Karena ada sesuatu yang berbeda yang ditawarkan,” urainya.

Sego Tempong Mbok Wah sangat kaya akan rempah. Yang membuat nikmat, rempah-rempah tersebut meresap ke menu yang disajikan.

Di Sego Tempong Mbok Wah, traveler bisa memilih sendiri menu. Pilihan menu cukup banyak. Ada ikan goreng, ayam goreng, cumi kuah hitam, telur yang kaya bumbu, dan masih banyak lagi.

Menariknya semua itu disajikan dengan sambal yang khas. Kenikmatan sambalnya membuat serasa di tempong, alias ditampar. Dalam bahasa gaul anak-anak zaman now, rasanya nampol.

Kabid Pemasaran Area I (Jawa) Kemenpar Wawan Gunawan juga merekomendasikan Sego Tempong Mbok Wah.

“Sego Tempong Mbok Wah termasuk kuliner yang paling nikmat di Banyuwangi. Kemasannya masih tradisional. Namun, itulah rahasia kenikmatannya. Selain tentunya sambelnya yang memang nikmat,” papar Wawan dalam siaran pees yang diterima patainanews.com

Pernyataan serupa disampaikan Asdep Pengembangan Pemasaran I Regional II Kemenpar Adella Raung. Menurutnya, Sego Tempong Mbok Wah membuat penasaran.

“Sego Tempong itu adalah masakan khas Banyuwangi yang bisa dijumpai di setiap sudut kota Banyuwangi. Namun Mbok Wah sangat direkomendasikan buat wisatawan. Karena selain rasa, tempatnya juga nyaman. Ada lesehan dan bisa buat bersantai,” katanya.

Sementara Ketua Tim Calendar of Event Kementerian Pariwisata Esthy Reko Astuty mengatakan, momen Banyuwangi Ethno Carnival adalah waktu yang tepat untuk menikmati Sego Tempong Mbok Wah.

“Setelah lelah mengikuti carnival, mengisi perut di Sego Tempong Mbok Wah adalah pilihan tepat. Apalagi, Sego Tempong Mbok Wah buka sore. Jadi sangat tepat,” paparnya.

Sedangkan Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, kuliner memiliki peran yang penting dalam dunia pariwisata.

“Saat wisatawan memutuskan datang ke sebuah destinasi, salah satu yang menjadi pertimbangan adalah kuliner. Ia akan mencari tahu kuliner apa yang bisa didapat di destinasi. Bahkan, ada juga wisatawan yang datang untuk berburu kuliner. Itulah bukti kuliner dan pariwisata tidak bisa dipisahkan,” katanya. (Gabriel Bobby)

About author



You might also like

Tourism

Kementerian Pariwisata Sosialisasikan Program Homestay Desa Wisata di Tana Toraja

Wisatawan di Tana Toraja (Ist) Sebagai rangka gencarkan sektor pariwisata, Kemenpar sosialisasikan program Homestay Desa Wisata di Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Program Homestay Desa Wisata termasuk dalam 3 program prioritas

Nature

Wisatawan Asia Suka ke Samosir

Dari kiri ke kanan: Kadispar Samosir Ombang Siboro, Organizer GFNY Indonesia Samosir Axel Moeller, Bupati Samosir Rapidin Simbolon, Wakil Bupati Juang Sinaga dan Kapolres Samosir AKBP Agus Darojat (Ist) Potensi

Cuisine

Di Jakabaring, Wisman Nonton GMT 2016

Turis asing (kanan) tampak senang berpose bersama dengan masyarakat yang menonton gerhana matahari total (GMT) 2016 pada 9 Maret 2016 di Jembatan Ampera, Palembang Fenomena alam langka, gerhana matahari total

World Heritage

Destinasi Wisata Bahari di Pulau Pari Kepulauan Seribu Memikat Wisatawan

Wisatawan menikmati wisata bahari di Pulau Pari Kepulauan Seribu (Ist) Wisata bahari di Kepulauan Seribu tak kalah dengan destinasi wisata lainnya yang ada di Indonesia. Semakin banyak wisatawan yang tertarik

Airlines

Putra Putri Pariwisata Nusantara 2018 Endorser Milenial

Press conference Putra Putri Pariwisata Nusantara 2018 Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya menyematkan mahkota kepada peraih gelar Putra Putri Pariwisata Nusantara (PPPN) 2018, Arya Purnawa dari Riau dan Ni Wayan

Tour Package

Turis Malaysia Suka Traveling ke Indonesia

Anis dan Iffa (kanan), dua turis asal Malaysia ketika traveling di Jakarta dan berpose di Monas (Ist) Wisatawan mancanegara, termasuk turis asal negeri jiran, Malaysia semakin banyak yang tertarik untuk