Tren Global Wisata Muslim Meningkat

di Lombok

Wisatawan asing d melintas di kawasan Pantai Kuta, Lombok

Wisata Muslim pada masa kini tidak bisa dipungkiri berkembang pesat lantaran wisata ini menjadi tren global yang tidak bisa lagi dipandang sebelah mata oleh dunia pariwisata.

Banyak wisatawan dari negara-negara Islam yang diketahui menikmati keliling dunia sekaligus menyediakan destinasi untuk dinikmati semua orang.

Bagi traveler Muslim, mendapati destinasi tujuannya ramah Muslim adalah sebuah kebahagiaan. Menariknya negeri Muslim dunia tidak melulu harus merupakan negara Islam.

Ya, kendati bukan negara Islam, namun negeri itu memperhatikan kebutuhan wisatawan Muslim, maka bisa masuk dalam kategori pariwisata Muslim.

Sekitar 1 dekade lalu, wisata Muslim masih dianggap remeh dalam bisnis pariwisata dunia. Ketika itu negara-negara Islam hanya dilihat sekadar sebagai destinasi eksotis.

Namun, tren wisata Muslim melonjak tajam dan menjadi bisnis yang sangat serius kalau tidak dibilang sebagai penyelamat industri pariwisata global yang mencapai titik jenuhnya. 

Negeri Muslim dunia memberikan dua sumbangsih besar. Mereka punya jutaan traveler, mereka juga menyediakan jutaan destinasi untuk dipilih sehingga uang jutaan dollar berputar dalam dunia pariwisata.

Alat ukurnya adalah Global Muslim Travel Index (GMTI) yang dibuat lembaga Crescent Rating yang diakui dunia dan pelaku usaha wisata.

Ada riset terukur dengan paramater yang teruji meliputi faktor makanan halal, fasilitas tempat ibadah, kenyamanan berwisata untuk turis muslim dan lain-lain.

Dari situ terukur negara-negara Muslim mana yang terbaik tahun 2016. Dan, membanggakan dunia pariwisata nasional karena Indonesia ada di sana berada di peringkat keempat mengalahkan Arab Saudi.

Ya, Indonesia berada di posisi keempat sebagai negara Muslim terbaik untuk traveler. Mendapat poin sebesar 70,6 dari GMTI. Mayoritas masyakarat Muslim membuat Indonesia memiliki banyak Masjid dan makanan halal pun mudah didapat.

Jika ingin mencari destinasi Muslim andalan di Tanah Air, maka Lombok adalah jawaban yang tepat. Karena Pulau Seribu Masjid ini memang memiliki banyak sekali masjid yang bisa didatangi.

Yang menarik, ada pula negara-negara non muslim, namun paling ramah wisatawan Muslim bisa dianggap negeri muslim juga jadinya. Negara-negara Islam pun tampil dengan sangat meyakinkan di dalam peta pariwisata dunia karena potensi kunjungan wisatanya juga sangat positif.

Di Asia, perputaran wisatawan muslim dari Asia Tenggara ke Tiongkok dan sebaliknya begitu terasa. Tiongkok pun menjelma menjadi destinasi wisata Muslim, menyediakan aneka masjid bersejarah dan desa wisata Islam dari Suku Hui yang menawan.

Negara-negara Asia lain pun menyiapkan banyak fasilitas demi kenyamanan turis Muslim. Terlepas dari soal faktor tren, Islam sudah mewariskan banyak hal untuk pariwisata dunia.

Ribuan Masjid, museum, istana, pasar, menara, benteng dan bangunan bersejarah yang penting telah menjadi tujuan wisata. Kuliner, tarian, fesyen, budaya, produk kerajinan, suvenir Islam menjadi pelengkap perjalanan wisatawan.

Masyarakat Islam yang multikultural meninggalkan jejak kenangan interaksi budaya antara traveler dengan warga lokal. Wisatawan bisa belajar soal keindahan, keramahan, keluhuran Islam dari semua hal itu.

Satu hal yang mengagumkan adalah Islam merupakan agama yang di dalam kitab sucinya menganjurkan kegiatan traveling, berjalan ke segala penjuru Bumi.

Tujuan dari traveling ke seluruh penjuru bumi pun sangat mulia. Islam menginginkan agar semua orang yang berbeda suku dan bangsa bisa saling mengenal.

Begitu indah, dan begitu damai. Wisata Muslim, yakni wisata ke negeri Muslim dan aneka sebutan lain adalah bukti dari dunia pariwisata bahwa Islam adalah rahmat untuk semesta.

Dikutip dari Crescent Rating, Kamis, (30/6/2016) ada 6 kriteria agar suatu negara bisa dibilang ramah terhadap wisatawan Muslim:

1. Punya label makanan halal

Kriteria pertama yang harus dimiliki suatu negara destinasi wisata Muslim adalah mencantumkan label halal di setiap makanan maupun minuman yang dijual di negara tersebut.

Makanan dan minuman halal memang menjadi perhatian utama bagi para traveler Muslim karena menyangkut kebutuhan pokok manusia yaitu kebutuhan nutrisi.

Setiap kali traveling ke luar negeri, yang notabene Muslim pasti akan mencari restoran atau tempat makan yang berlabel halal. Tentunya negara harus memfasilitasi kebutuhan ini agar wisatawan Muslim bisa traveling dengan nyaman.

2. Punya fasilitas tempat ibadah

Negara yang ramah wisatawan Muslim juga wajib memfasilitasi adanya ruang ibadah, dimana wisatawan bisa melakukan salat. Biasanya, ada satu ruang multifungsi dimana umat beragama, tak hanya Islam saja, bisa beribadah di sana.

Dan, akan lebih baik lagi ada musala, bahkan Masjid yang mudah dijumpai keberadaannya. Kebutuhan akan tempat ibadah memang terkadang jadi kendala tersendiri ketika sedang traveling. Namun, jika suatu negara peduli terhadap traveler Muslim pasti akan difasilitasi dengan baik.

3. Punya kamar mandi dengan air yang menyucikan

Kriteria yang tak kalah penting lainnya yang sering luput dari perhatian adalah tentang keberadaan kamar mandi dengan air yang menyucikan.

Terkadang di negara-negara maju, wisatawan sering menjumpai kamar mandi yang kering, dengan tisu sebagai alat pembasuh, tanpa adanya air yang mengalir sebagai pembersihnya.

Tentu saja ini menjadi kekhawatiran bagi sebagian traveler Muslim karena bersuci merupakan sebagian dari iman. Ibadah salat bisa tidak sah jika tubuh masih tertempeli najis, baik besar ataupun kecil. Negara ramah traveler Muslim tentunya akan menyediakan fasiitas toilet dengan air yang menyucikan.

4. Punya fasilitas untuk buka dan sahur saat bulan Ramadan

Kriteria lain agar suatu negara disebut ramah terhadap traveler Muslim adalah menyediakan fasilitas bagi traveler yang ingin berbuka puasa ataupun saat makan sahur. Setidaknya, beberapa restoran menyediakan menu halal tersebut saat waktu berbuka puasa tiba atau untuk sahur.

Meski terkadang saat Ramadan traveler Muslim jarang bepergian, namun justru saat berpuasa itulah tantangan traveling menjadi berlipat ganda sebab wisatawan harus mampu menahan godaan sekaligus menyelesaikan misi sampai tempat tujuan tanpa membatalkan puasa.

5. Membatasi kegiatan non halal

Negara yang ramah traveler Muslim juga akan membatasi kegiatan-kegiatan non halal yang tentu saja tidak selayaknya dilakukan oleh traveler Muslim.

Kegiatan tersebut antara lain clubbing ke bar, diskotik, hingga tempat-tempat prostitusi terselubung. Meski tidak bisa sepenuhnya melarang, namun setidaknya ada peringatan kepada traveler Muslim agar tidak mendekat ke destinasi-destinasi non halal tersebut.

Dengan adanya peringatan tersebut, tentu traveler Muslim tidak akan terjerumus ke dalam hal-hal yang dilarang oleh agama.

6. Punya tempat rekreasi privat

Terakhir, kriteria yang harus dipenuhi oleh suatu negara agar ramah dikunjungi oleh traveler Muslim adalah memiliki fasilitas tempat rekreasi yang privat, dimana tidak ada percampuran antara pria dan wanita yang bukan muhrimnya.

Ini menjadi perhatian serius beberapa traveler Muslim yang sangat menjaga hubungan antarmanusia sesuai dengan syariah dan tuntutan Islam.

Keberadaan kolam renang yang terpisa antara kolam laki-laki dan perempuan. Kemudian juga tempat pemandian air panas atau sauna yang terpisah juga sehingga destinasi seperti ini yang dicari traveler Muslim. (Gabriel Bobby)

About author



You might also like

Slideshow

Decy Ramona Percaya Diri ke Dubai

Decy Ramona (tengah) Kendati tak mendapat dukungan dari pemerintah, desainer Indonesia, Decy Ramona percaya diri akan terbang ke Dubai untuk mengikuti International Fashion Week 2018. Seperti diketahui pemerintah melalui Kementerian

Festival

Mengemas Promosi Pariwisata Indonesia yang Menarik

Labuan Bajo, destinasi wisata di Indonesia yang diminati wisatawan asing (Ist) Promosi beragam potensi pariwisata Indonesia sebaiknya tidak hanya sebatas seremonial karena lebih penting memenuhi target kunjungan wisatawan, termasuk kunjungan

World Heritage

Turis Eropa Suka Traveling di Indonesia dengan Kereta Wisata

Penumpang menikmati layanan kereta wisata Priority (Ist) Wisatawan Eropa diketahui suka menggnukan kereta wisata ketika mereka traveling di Indonesia, khususnya sejumlah destinasi wisata yang tersebar di Jawa. Hal tersebut dikatakan

Heritage

Heavenly Maumere

Patung Bunda Maria di Maumere (Ist) Indonesia memang dikenal begitu besar potensi wisata bahari. Dan, itu tersebar mulai dari kawasan timur negeri ini hingga wilayah barat Indonesia. Menariknya tak hanya

Hotel

PHRI Dukung Visit Wonderful Indonesia 2018

Ketua PHRI Haryadi Sukamdani (Ist) PHRI menyatakan siap mendukung Visit Wonderful Indonesia 2018 dalam upaya merealisasikan target pemerintah untuk mendatangkan 17 juta wisatawan mancanegara pada tahun depan. Hal tersebut disampaikan

Festival

Pariwisata Indonesia, Primadona Baru Perekonomian Nasional

Menteri Pariwisata Arief Yahya (Ist) Menteri Pariwisata Arief Yahya menyampaikan pariwisata Indonesia kini menjadi primadona baru perekonomian nasional. Hal tersebut disampaikan Arief Yahya dalam konferensi pers 3 Tahun Pemerintahan Jokowi-JK