Turis Afsel Terpukau Keindahan Indonesia

hotel jawa

Peserta Familiarization Trip (Famtrip) Kemenpar yang melibatkan 18 wisatawan yang berprofesi sebagai pelaku travel agents dan tur operator di Afrika Selatan saat berada di Mesastila Hotel and Resort, Jawa Tengah (Ist)

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) kian aktif mengenalkan destinasi wisata di Indonesia, terutama dalam menciptakan objek atraksi baru Bali and Beyond.

Di antaranya dengan konsep Familiarization Trip (Famtrip) Kemenpar yang melibatkan 18 wisatawan yang berprofesi sebagai pelaku travel agents dan tur operator di Afrika Selatan (Afsel).

Mereka mengenalkan ‘Kota Lumpia’ Semarang dan ‘Kota Gudeg’ Yogyakarta yang masuk dalam program Joglo Semar (Jogjakarta-Solo-Semarang).

Siaran pers Kemenpar, Senin (16/5/2016) yang diterima patainanews.com menyebutkan, setelah menikmati rimba dan orangutan yang langka di Kalimantan, rombongan menikmati keunikan Semarang dan Yogyakarta.

”Tidak ada kata lain selain luar biasa, sangat indah dan mempesona, Indonesia ternyata punya semuanya, jauh dari pikiran saya begitu uniknya Indonesia,” kata Koordinator rombongan 18 pelaku Travel dan Operator asal Afrika Selatan Shona May Pittaway.

Bagaimana tidak sumringah Shona dan kawan-kawan, Kemenpar mengemas Famtrip dengan fun dan nyaman. Setelah ke Tanjung Puting melihat keajaiban alam Indonesia, para wisatawan dibawa ke sebuah Hotel Mesastila yang berada di kawasan dingin di daerah Magelang.

Hotel heritage yang berada di tengah kebun, rindang, namun ada budaya masyarakat lokal yang sangat Jawa. Pemandangan gunung dan pepohonan membuat mata mereka selalu sejuk.

Beberapa barang kuno dipajang, dengan pendopo kayu jati yang indah dan klasik. Bukan hanya untuk menginap, mereka disuguhkan kekayaan alam seperti anugerah alam tropis yang menghasilkan kopi nikmat.

Dengan diapit dua gunung, mereka disuguhkan racikan kopi yang nikmat secara langsung. Setelah dibuat merinding dengan alam dingin tanah air dan nikmatnya kopi Java, mereka dikejutkan dengan salah satu keajabain dunia, yakni Candi Borobudur.

”Kami tidak mengira Borobudur begitu besar, lengkap dengan cerita sejarahnya, budaya Indonesia sangat seksi dan di luar nalar kita, sangat unik dan mengejutkan, kami akan ceritakan ini semua,” ujar Shona.

Asisten Deputi (Asdep) Pengembangan Pasar Eropa, Timur Tengah, Amerika dan Afrika Kemenpar Nia Niscaya memang berpikir keras untuk mengubah para wisatawan asal Afsel ini agar tidak selalu ke Bali saja.

Menurut Nia, Joglosemar atau Jogja-Solo-Semarang juga masuk daerah yang di-branding dalam pemasaran pariwisata internasional oleh Kemenpar.

Itu karena, lanjut Nia, ketiga daerah memiliki potensi di bidang budaya, belanja, dan kuliner, untuk mendongkrak kunjungan wisatawan mancanegara (wisman).

”Semoga mereka juga membuat paketnya ke Solo setelah mengetahui Jogja dan Semarang. Karena salah satu alasan turis mancanegara datang ke Indonesia adalah melihat wisata alam budaya dan karya manusia,” kata Nia.

Nia memaparkan, wisata budaya menyumbang pasar terbesar mencapai 60 persen. Wisata budaya masih terbagi menjadi warisan budaya dan sejarah sebesar 20 persen, belanja dan kuliner 45 persen, serta wisata kota dan desa sebesar 35 persen.

Berdasarkan data tersebut, Kota Jogja, Solo, dan Semarang, layak masuk daftar daerah yang di-branding dalam pemasaran pariwisata internasional.

Untuk branding pemasaran di mancanegara, Kota Jogja, Solo, maupun Semarang bisa mengusulkan pilihan tematik keunggulan daerahnya masing-masing, seperti keris, batik, serta beragam kekayaan budaya maupun kulinernya.

Khusus Kota Jogja ditargetkan meraih 100.000 wisatawan mancanegara (wisman) atau naik 11,11 persen karena tahun sebelumnya sebesar 90.000 orang, sedangkan Solo ditargetkan mampu mendatangkan 30.000 wisman atau naik 100 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 15.000 orang.

”Bandara Adisucipto dan Ahmad Yani yang masuk Great Yogyakarta memiliki kontribusi besar sebagai pintu masuk utama wisman. Bisa dikunjungi setelah dari Bali atau sesudah dari Semarang dan Jogja,” kata Nia.

“Jika ingin menggenjot wisman, maka akomodasi dan segala kelengkapannya harus disiapkan dengan baik juga,” katanya. Nia juga meminta agar mengaktifkan connection Joglosemar, dimana masing-masing bandaranya sudah berstatus internasional.

“Jadi kelak orang mau ke Joglosemar, bisa via Adi Sucipto Jogja, Adi Sumarmo Solo dan Ahmad Yani Semarang, lalu dikoneksi melalui overland, jalur darat,” tambahnya. (Gabriel Bobby)

About author



You might also like

SightSeeing

Imelda Budiman Dukung Promosi Kepulauan Seribu

Imelda Budiman (Ist) Kepulauan Seribu di DKI Jakarta termasuk dalam 10 destinasi unggulan yang dikembangkan pemerintah yang sering disebut sebagai Bali Baru. Upaya mengembangkan potensi pariwisata di Kepulauan Seiribu dilakukan

Destinations

Pariwisata Masa Depan Indonesia, Cocok Jadi Core Business

Menteri Pariwisata Arief Yahya (Ist) Menteri Pariwisata Arief Yahya menyebut abad ke-21 dan masa depan sebagai era creative industry atau creative economy yang lebih dikenal sebagai ekonomi kreatif. Pariwisata berada

Destinations

Pesona Alam Tanjung Lesung Menggoda Penggemar Sepeda Gunung

Kawasan Tanjung Lesung, Banten semakin menarik minat banyak orang. Dan, penggemar sepeda gunung akan membuktikan keindahan alam di Tanjung Lesung nanti bulan depan berkumpul untuk ikut Race on The Paradise.

World Heritage

Pariwisata untuk Perdamaian

Menteri Pariwisata Arief Yahya (kiri) bersama Wakil Ketua PHRI NTB LA Hadi Faishal (Ist) Pariwisata rupanya selama ini tak sekadar hanya menjadi kepentingan bisnis semata lantaran pariwisata juga bisa membawa

Airlines

Presiden Jokowi Hadir di HPN 2016, Wisman Tetap Ramai di Pantai Kuta Lombok

Yana (baju hitam) dan Emily dua gadis asal Melbourne, Australia ketika berkunjung ke Lombok, NTB didampingi LA Hadi Faishal, General Manager d’Praya Lombok Hotel (berdiri) (Ist)   (Ist) Perhelatan Hari Pers

Festival

Suara 1.000 Angklung Mengetuk Pintu Pasar Wisman Jepang

Menteri Pariwisata Arief Yahya saat membuka pagelaran Indonesia Week Osaka 2016 di Umeda Sky Building, Osaka, Jepang (Ist) Pasar pariwisata di kawasan Asia Pasifik memang menjanjikan bagi pariwisata Indonesi sebab