Ulang Tahun ke-50, Pacto Majukan Pariwisata Indonesia

WhatsApp Image 2017-12-08 at 22.47.55

HUT Pacto ke-50 (Ist)

Pacto memperingati Hari Ulang Tahun yang ke-50 di Jakarta. Acara ini dihadiri oleh segenap jajaran Komisaris, Direksi, dan Manajemen perusahaan serta sejumlah tokoh pariwisata. Berdiri sejak 1967 silam sebagai pioneer di industri pariwisata di Indonesia, saat ini Pacto memiliki dua divisi utama, yaitu Destination Management Company (DMC) dan Travel Management Services (TMS), menjadikannya sebagai perusahaan yang memiliki jaringan travel dan destination management terbesar di Indonesia.

Dalam sambutannya pada peringatan HUT Pacto ke-50, Presiden Direktur Pacto Raty Ning menyampaikan rasa syukur atas pencapaian perusahan hingga posisi saat ini sekaligus bangga bahwa Pacto telah turut berkontribusi dalam memajukan pariwisata di Indonesia.

“Kami memulai perusahaan ini di sektor inbound dan sampai saat ini sektor ini tetap menjadi core business perusahaan. Saat ini, Pacto tidak saja telah berkembang menjadi perusahaan Destination Management (DMC) yang memiliki jaringan terbesar di Indonesia, namun juga merupakan satu-satunya perusahaan Destination Management (DMC) nasional dengan portofolio seimbang di seluruh dunia.  Hal ini membuktikan visi jangka panjang dan analis pasar mendalam. Lebih jauh lagi, pelayanan yang prima telah menjadi budaya perusahaan yang terefleksikan di dalam setiap jenis usaha yang kami jalankan,” sambut Raty Ning dalam siaran pers yang diterima patainanews.com belum lama ini.

“Visi 360 derajat inilah yang telah menginspirasi kami untuk membuka beberapa perusahaan sesuai segmentasi pasar setelah kami berhasil mengembangkan Pacto Convex yang bergerak di bidang konvensi dan pameran.   Saat ini kami merupakan satu-satunya pemain inbound yang memiliki Bali Prima Holiday suatu perusahaan yang sepenuhnya didedikasikan untuk  perjalanan wisata yang dirancang khusus  (tailor made) baik untuk individu (FIT) maupun group (GIT).  Sementara itu, kami tetap mempertahankan volume purchasing power perusahaan berkat kekuatan group perusahaan di semua segmen,” lanjutnya.

“Sejalan dengan pencapaian usia yang ke-50, revenue Pacto tahun ini meningkat tajam mencapai 40%, jika dibandingkan dengan tahun lalu. Ini menunjukkan bahwa sektor inbound sangat menjanjikan dan sejalan dengan program Pemerintah yang menjadikan sektor pariwisata sebagai lokomotif penghasil devisa negara terbesar bahkan menjadikan sektor pariwisata sebagai core economy negara ini ke depan,” tambah Raty.

Sebagai wujud rasa syukur atas pencapaiannya, Pacto Group melakukan serangkaian kegiatan CSR di bidang pendidikan di Indonesia khususnya untuk membantu sekolah-sekolah yang kurang mampu di seluruh wilayah Indonesia.  

Sejak April tahun ini kegiatan tersebut secara serentak telah dilaksanakan oleh seluruh group perusahaan dan kantor cabang Pacto di wilayah Indonesia yang tersebar di wilayah Indonesia, yaitu Jakarta, Bali, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, dan  Medan. 

Selain itu, perusahaan juga turut membantu meringankan beban masyarakat yang terkena dampak bencana erupsi di Gunung Agung di Bali melalui beberapa kegiatan sosial. Dalam kiprahnya di industri pariwisata di Indonesia, Pacto telah mendapatkan sejumlah penghargaan bergengsi di dalam dan luar negeri. 

Selama lima kali dalam kurun waktu delapan tahun sampai dengan tahun 2016, Pacto berhasil mempertahankan predikat TTG Travel Awards Best Travel Agency in Indonesia.  Penghargaan lainnya, Travel Magazine Award Best DMC Worldwide dan Best Destination Management Company dari Venue Magazine pada 2013 lalu, dan lainnya.

Sebagai pemain global di industri pariwisata, Pacto memiliki perwakilan luar negeri di Asia, Eropa, dan Timur Tengah, serta aktif menjadi anggota organisasi pariwisata nasional dan internasional, diantaranya ASITA, IATA, PATA, ASEANTA, ICCA, dan lainnya.  

“Ke depannya kami berharap Pacto dapat berkembang lebih baik lagi sekaligus mampu memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan pariwisata di Indonesia,” tutup Raty. (Gabriel Bobby)

About author



You might also like

Tourism

Indonesia Serius ‘Perang’ Lawan Malaysia

Menteri Pariwisata Arief Yahya (tengah) (Ist) War Room M-17 di lantai 16 Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta disiapkan untuk mengalahkan negeri jiran, Malaysia. Seperti apa

Travel Operator

Morotai Diandalkan untuk Menarik Turis Asing

Chairman PATA Indonesia Chapter SD Darmono (ketiga dari kiri) mendampingi Menteri Pariwisata Arief Yahya dan Bupati Morotai Weni Paraisu (Ist) Sebagai upaya mendorong pengembangan destinasi ke tingkat dunia, Morotai di

Airlines

Libur Akhir Pekan ke Takalar Menikmati Pisang Janda

Ilustrasi Pisang Janda, Kuliner Khas di Takalar (Ist) Pesona pariwisata di Sulawesi Selatan (Sulsel) tak hanya ada di Makassar dan Tana Toraja saja karena Sulsel ternyata masih banyak menyimpan beragam

Slideshow

Pelestarian Satu Juta Pohon Asli Banten di KEK Tanjung Lesung

Proses pembuatan Batik khas Tanjung Lesung (Ist) Setelah sukses mengadakan penanaman terumbu karang bekerja sama dengan Marinir TNI AL pada tahun lalu, kini PT Banten West Java TD sebagai anak

Slideshow

Maumere, Surga Tersembunyi di NTT

Pengerjaan tenun ikat yang masih tradisional (Ist) Indonesia memang menarik bagi wisatawan asing. Itu terbukti lantaran beragam potensi wisata di negeri ini tersebar mulai dari kawasan timur Indonesia hingga wilayah

Festival

Lindy Ann Siap Tampilkan The Golden Route di JFW 2015

Lindy Ann (tengah) diapit dua model Sebagai upaya ikut melestarikan wastra Indonesia, khususnya batik, Lindy Ann Umarhadi yang dikenal sebagai perancang busana etnik di Tanah Air tengah menyiapkan koleksi yang