Upaya Nabella Terus Berkembang

WhatsApp Image 2017-10-13 at 10.32.25

Nabella Purnomo (kiri) (Ist)

Nabella Salon pada tahun ini merayakan HUT ke-43. Perjalanan panjang mempertahankan eksistensi dan memperkuat bisnis kecantikan di Indonesia terus dilakukan Nabella Purnomo sebab saat ini kecantikan sepertinya telah menjadi kebutuhan pokok, khususnya untuk kaum Hawa.

Nabella Purnomo mengaku bersyukur Nabella Salon sudah menginjak usia ke-43 pada Kamis (12/10/2017). “Kami akan bangkit dan terus berkarya di Indonesia,” katanya kepada patainanews.com ketika ditemui di Plaza Atrium Jakarta.

Ia menyadari bisnis kecantikan di Indonesia berkembang pesat sehingga Nabella pun mengikuti perkembangan zaman. Adapun klinik kecantikan ini menyediakan beragam treatment, seperti hair, beauty, nail, massage, art, tattoo, dan sulam alis.

WhatsApp Image 2017-10-13 at 10.32.27

Perayaan HUT ke-43 Nabella Purnomo sekaligus Nabella Salon dengan potong tumpeng (Ist)

Menurutnya, Nabella bisa dijumpai di Jakarta, yakni di Plaza Atrium, Superindo Sunter, dan ITC Cempaka Mas. (Gabriel Bobby)  

About author



You might also like

Indonesiaku

Surat Pembaca patainanews.com

hi there I have some of Indonesia photography which probably you will be interested to publish on PATA website. you can view the images which I currently hold on my

Indonesiaku

Siswa SMA Maluku Ikut Creativeleadership

Logo Hari Pers Nasional (HPN) 2017 (Ist) Rangkaian kegiatan pra Hari Pers Nasional (HPN) 2017 kembali dilakukan di Maluku sebagai tuan rumah HPN 2017. Kali ini, panitia HPN 2017 menyelenggarakan

World Heritage

Kanomas Bidik Wisata Halal

Mirfad Najib Shabibi (Ist) Sebagai salah satu negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, potensi wisata halal di Indonesia begitu besar. Karenanya manajemen PT Kanomas Arci Wisata tertarik untuk ikut mempromosikan

Indonesiaku

Ayi Putri Tjakrawedana Baca Puisi Kim Sowol di Lomba Baca Puisi Sastrawan Korea

Ayi Putri Tjakrawedana (Ist) Hadir khusus dari Montana Amerika Serikat untuk beberapa kegiatan di Indonesia, Ayi Putri Tjakrawedana, seorang penulis dan produser film dokumenter tampil sebagai Special Guest. Karya sastrawan Korea Kim