Upaya Pariwisata Indonesia Mengejar Target 20 Juta Wisatawan Mancanegara

menteri pariwisata arief yahya pidato

Menteri Pariwisata Arief Yahya (Ist)

Bulan lalu, pariwisata Indonesia yang diwakili Lombok, Nusa Tenggara Barat dan Hotel Sofyan mendapat kabar bagus lantaran negeri ini berjaya dengan menyabet tiga gelar dalam kegiatan berkelas dunia, World Halal Travel Awards 2015.

Ya, Lombok meraih dua penghargaan sekaligus berskala internasional dalam World Halal Travel Awards 2015, yakni World’s Best Halal Honeymoon Destination dan World’s Best Halal Tourism Destination.

Sementara Hotel Sofyan mempersenbahkan satu gelar, yakni World’s Best Family Friendly Hotel. Sebelumnya Presiden Jokowi menargetkan bisa mendatangkan 20 juta wisatawan mancanegara berkunjung ke Indonesia hingga 2019 mendatang.

Karenanya pemerintah diketahui tengah bekerja keras sebagai upaya memenuhi target Presiden Jokowi. Pada awal bulan ini, Menteri Pariwisata Arief Yahya memimpin delegasi Indonesia yang terdiri dari 52 industri pariwisata, meliputi 16 tour operator, 35 hotel, Garuda Indonesia, dan pemerintah daerah Tana Toraja dalam World Travel Market (WTM) London, Inggris pada 2 hingga 5 November 2015.

Dalam WTM London, Indonesia memproyeksikan transaksi sebesar 76.361.429 dollar AS atau senilai Rp954 miliar (kurs 1 dolar senilai Rp12.500), dengan investasi biaya promosi untuk kegiatan ini hanya total sekitar Rp6 miliar.

Adapun setiap tahun WTM London diikuti lebih dari 5.000 exhibitors dari 186 negara, dihadiri oleh 9.000 senior buyers dan diliput lebih dari 3.000 media massa.

Pada tahun lalu, WTM London menghasilkan transaksi sebesar 2,5 Juta poundsterling dan 300 ribu new business connections. Menjelang akhir tahun ini, pemerintah mengaku tetap optimistis target kunjungan 10 juta wisatawan asing dapat tercapai tahun ini meski sejumlah peristiwa dan bencana alam terjadi sehingga menurunkan minat wisatawan mancanegara untuk berkunjung ke Indonesia.

Deputi Bidang Pengembangan Pariwisata Mancanegara I Gde Pitana mengatakan, meski agak sedikit cemas, pihaknya yakin target 10 juta wisatawan mancanegara tahun ini dapat tercapai.

Menurutnya, hal ini lantaran pihaknya telah menyiapkan tiga strategi untuk menggaet para wisatawan asing tersebut. “Tiga level strategi yang dimaksud adalah yang pertama di sisi pemasaran, pihaknya akan fokus mengenjot DOT yang terdiri atas Destination, Origin, dan Time,” katanya dalam acara Sosialisasi Pemasaran Pariwisata Mancanegara kepada Media Nasional di Hotel Santika Cirebon, Jawa Barat belum lama ini.

Sementara yang kedua di bidang promosi, elemen yang harus diperkuat BAS, alias Branding, Advertising, dan Selling. Menurutnya, promosi dalam pariwisata itu sangat penting karena menentukan bagaimana citra pariwisata Indonesia di mata dunia.

“Promosi itu adalah sebuah investasi, jadi hasilnya tidak bisa dihitung secara linier. Promosi dari segi eksistensi sangat penting. Dalam dunia pariwisata citra atau eksistensi sangat penting. citra yang menentukan pariwisata Indonesia,” ujar dia.

Kemudian, strategi ketiga yang tak kalah mumpuni adalah memaksimalkan fungsi POS atau Media Print, Online, dan Social Media. Adapun disisi lain mengenai bencana kabut asap yang terjadi di Indonesia, pihaknya mengakui memang berdampak pada sektor pariwisata.

Namun, pihaknya telah cepat tanggap dengan membuat crisis center di kota yang terkena musibah, salah satunya Bali. “Mengenai apapun emergency yang terjadi di Indonesia pasti berpengaruh ke pariwisata. Kami selalu response dengan membuat crisis center. Di kami crisis center  berfungsi untuk komunikasi berbasis data. Tempatnya misalnya kejadian Gunung Raung, kita adakan di crisis center di Bali,” ucap dia. (Gabriel Bobby)

 

 

About author



You might also like

Heritage

Wisata Belanja Indonesia Jadi Incaran Warga Malaysia

Suasana MATTA Fair 2018 (Ist) Penyelenggaraan Malaysian Association of Tour and Travel Agents (MATTA) Fair 2018, pameran pariwisata terbesar di Malaysia rupanya menuai hasil positif. Kementerian Pariwisata (Kemenpar) bersama industri-industri

Cuisine

Ulu Kasok, ‘Raja Ampatnya’ Riau

Alfiandri, Kasi Promosi Dinas Pariwisata Provinsi Riau (Ist) Indonesia punya Raja Ampat di Papua Barat yang sudah terkenal di dunia. Namun, negeri ini tak hanya punya Raja Ampat sebab di

Tourism

Perkuat Akses, Arief Yahya Road Show Keliling Perusahaan Airlines

Menteri Pariwisata Arief Yahya bersama rombongan Kementerian Pariwisata ketika berkunjung ke kantor pusat Lion Air (Ist) Akses! Menjadi concern Menteri Pariwisata Arief Yahya belakangan ini, selain Atraksi dan Amenitas (3A),

Slideshow

SD Darmono Tokoh Kawasan Industri Nasional

Chairman PATA Indonesia Chapter SD Darmono (kanan) (Ist) Bertempat di Sari Pan Pacific Hotel, Jakarta pada Kamis (17/12/2015), Founder dan Chairman PT Jababeka Tbk SD Darmono menerima anugerah bergengsi, yakni life

SightSeeing

Menyambut GMT 2016, patainanews.com Mempersembahkan gmt2016.com

Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumsel Irene Camelyn Sinaga (tengah) didampingi President/CEO PATA Indonesia Chapter Poernomo Siswoprasetijo (kanan) (Ist) Menyambut Gerhana Matahari Total (GMT) 2016 di Indonesia yang terjadi mulai

Indonesiaku

Sultan Tidore Menjaga Presiden Jokowi dari Kepentingan yang Merusak Citra

Sultan Tidore Husain Sjah (kemeja putih) menerima piagam penghargaan dari Ketua Dewan Penasihat Komite Nasional Pembela Kedaulatan NKRI dan Martabat Bangsa (PKNMB) Laksamana (Purn) Tedjo E Purdijatno, disaksikan Ketua Umum