Visit Kalsel 2020 Dipromosikan di CFD Jakarta

Wakil Gubernur Kalsel Rudy Resmawan membuka CoE Kalsel 2020 dan Visit Kalsel 2020

Tarian Hewu Arai Masi menjadi pembuka acara soft launching Calendar of Event (CoE) dan Visit Kalsel 2020 yang dipromosilan dalam Car Free Day (CFD) di Taman Dukuh Atas Jakarta Pusat pada Minggu (3/11/2019).

Kegiatan ini diresmikan oleh Wakil Gubernur Kalsel Rudy Resmawan yang sekaligus berharap acara ini dapat menjadi ajang dalam memperkenalkan berbagai destinasi wisata dan budaya Kalsel ke khalayak ramai.

“Kenapa diadakan di Car Free Day karena event seperti ini merupakan cara strategis memperkenalkan berbagai acara yang nanti akan diadakan di Kalsel,” ujar Rudy Resmawan.

Ia juga menjelaskan bahwa event pariwisata di Kalimantan Selatan sebenarnya memiliki keunikannya tersendiri.

“Misalnya festival pasar terapung yang menyuguhkan keragaman budaya sungai yang sudah ada sejak ratusan tahun silam,” ujar Rudy Resmawan dalam siaran pers yang diterima patainanews.com pada akhir pekan lalu.

Wisatawan juga dapat menikmati destinasi wisata alam dan pegunungan di kawasan Lokasado Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Juga terdapat Pesta Pantai Mappanretasi di Kabupaten Tanah Bumbu, wisata religi, serta wisata kuliner dan pusat-pusat perbelanjaan batu permata.

Pada 2020 mendatang, Provinsi Kalsel akan menggelar sebanyak 32 event pariwisata. Dua event yaitu Fest Triloksado (Festival Loksado) dan Festival Dayak Meratus masuk dalam kalander event nasional (National Calender of Event) 2020.

Sementara Kepala Dinas Pariwisata Kalsel Dahnial Kifli menjelaskan, nantinya Festival Triloksado mengusung tema sport tourism sementara Festival Dayak Meratus akan menonjolkan unsur budaya Dayak.

“Festival Triloksado konsepnya sport tourism di mana akan ada kegiatan bersepeda, bambu rafting, dan tracking di sepanjang kaki Pegunungan Meratus. Kalau Festival Dayak Meratus akan menampilkan rangkaian upacara adat, tarian, dan berbagai lomba tradisional,” jelas Dahnial Kifli.

Ia juga mengaku optimistis Kalsel dapat mencapai target kunjungan wisatawan nusantara pada 2020 sejumlah 1 juta, dan wisatawan mancanegara sebanyak 100 ribu mengingat akan segera diresmikannya Bandara Internasional Syamsuddin Noor.

Sebelumnya, pada 2016 lalu Kalsel tercatat telah dikunjungi 20.000 wisman dan 665.760 wisnus. Angka itu terus meningkat seiring berjalannya waktu. (Gabriel Bobby)

About author



You might also like

Culture

RI Berpartisipasi di Darkmofo Festival Tasmania

Menteri Pariwisata Arief Yahya (kedua dari kanan) (Ist) Kementerian Pariwisata (Kemenpar) bekerja sama dengan Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Melboune berpartisipasi dalam Darkmofo Festival, yang berlangsungĀ  di Kota Hobart, Tasmania,

SightSeeing

Pemerintah Imbau Wisatawan Tenang Respons Gempa Tektonik Lombok Timur

Gubernur NTB Zulkieflimansyah memantau langsung ke lapangan akibat Gempa yang terjadi di Lombok Timur pada Minggu, 17 Maret 2019 (Ist) Pemerintah Indonesia mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk tetap tenang dan

Festival

Pemerintah Gandeng Accor Hotels Promosikan Pariwisata Indonesia

Batik asli Indonesia (Ist) Promosi pariwisata untuk market Perancis tidak pernah berhenti untuk Indonesia. Setelah partisipasi yang signifikan di pameran TOP RESA dan sukses di acara roadshow di empat kota

Culture

PATA Travel Mart 2016, Pariwisata Indonesia Optimistis 20 Juta Wisman Tercapai

PATA Travel Mart 2016 (Ist) Wakil Presiden Jusuf Kalla resmi membuka PATA Travel Mart (PTM) 2016 yang berlangsung di Indonesia Convention Exhibition (ICE) di BSD City, Banten pada Rabu, 7

Tourism

Empat Tahun Pemerintahan Jokowi JK, Pariwisata Indonesia Peringkat 9 di Dunia

Menteri Pariwisata Arief Yahya Pariwisata menjadi salah satu sektor yang paling menggeliat dalam empat tahun pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla. Sektor pariwisata tumbuh begitu pesat sehingga pemerintah berani memproyeksikan sektor pariwisata

Festival

Menikmati ROBICANOS Coffee, Kopi Khas Banyuwangi

Andreas Paul ROBICANOS akronim dari ROBusta arabiCA Ne OSing Coffee menjadi kopi khas Banyuwangi yang terletak di Jawa Timur sebab melekat nama Suku Osing, suku asli yang berasal dari Bumi