Warga Dunia Menanti GMT 2016 dengan Budaya Lokal

pak pur dan AY

Press Conference GMT 2016 di Jakarta (Ist)

Fenomena alam, gerhana matahari total (GMT) 2016 yang akan terjadi pada 9 Maret memang ditunggu masyarakat Indonesia, namun juga warga dunia.

Karenanya agar lebih berkesan, Menteri Pariwisata berharap pemerintah daerah mencampurkan fenomena GMT dengan budaya setempat dan kearifan lokal.

Adapun fenomena alam, GMT yang akan melintasi Indonesia merupakan momentum untuk menarik wisatawan, termasuk turis asing.

Kendati sarat unsur science, AY, sapaan akrab Menteri Pariwisata, ingin agar setiap daerah di Indonesia menyertakan unsur budaya lokal dengan fenomena GMT.

Adanya kisah dan legenda setempat perihal gerhana, diyakini akan menjadi nilai tambah yang hanya ditemukan di Indonesia sehingga bisa menjadi daya tarik bagi wisatawan mancanegara datang ke untuk melihat GMT di negeri ini.

“Pertama science, kedua legenda. Kearifan lokal bisa diceritakan. Ditolong secara storytelling karena kita lemah d sini,” ujar Arief Yahya saat press conference di Jakarta, Senin (25/1/2016). Ia menganalogikan kejadian GMT dengan kisah buto ijo.

Seperti diketahui bersama, pada masa lalu, banyak orang Indonesia yang menganggap raksasa buto ijo sedang memakan matahari yang membuat hari menjadi gelap untuk sementara waktu.

Itu memang hanya mitos, tapi menarik untuk diceritakan dan juga untuk branding wisata.

“Di Madura kalau terjadi gerhana, berarti buto ijo sedang makan. Di kampung setiap kita pukul kentongan, buto ijonya hilang,” cerita AY sambil tertawa.

Namun tidak hanya mitos buto ijo, daerah lainnya, seperti Maluku juga punya mitos tentang makhluk bernama Ngada yang bisa memakan matahari.

Kisah itu banyak diceritakan secara turun-temurun oleh orang tua ke anak saat terjadi gerhana. Ya, Indonesia memang sungguh unik! “Di cerita itu ada semacam naga bernama Ngada yang memakan matahari,” urai Gubernur Maluku Utara Abdul Ghani Kasuba.

Tak salah memang penyertaan budaya dan kearifan lokal di setiap provinsi Indonesia lantaran dapat membuat event wisata GMT kian menarik.

Wisatawan pun tidak hanya dapat melihat GMT dan keindahan tempat wisata, namun juga kearifan lokal setempat yang sangat menarik. (Gabriel Bobby)

About author



You might also like

Tour Package

Budaya Menyatukan Perbedaan

Berita Foto: Beberapa rangkaian event Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba 2016 bertempat di Balige Tobasa. Karnaval dengan tema ‘Budaya menyatukan Perbedaan’ dibuka secara resmi Presiden Jokowi dari Lapangan Utama Soposurung-Balige Kabupaten

SightSeeing

Pariwisata Nasional Mendorong Peningkatan Ekonomi Masyarakat Indonesia

Wisatawan menikmati snorkeling di Karang Anjir, kawasan Pantai Angsana di Tanah Bumbu Gairah wisata bahari dimulai dari Presiden Jokowi ketika menyampaikan pidato kenegaraan pertamanya setelah bersumpah sebagai Presiden Indonesia periode

Culture

‘Promosi Destinasi Pariwisata secara Online dan Offline’

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran II Nia Niscaya (Ist) Kementerian Pariwisata diketahui memiliki tiga poin yang menjadi pokok utama program pemasaran internasional, yaitu Target and Performance, Indonesia Tourism Representative (VITO), dan

Investments

Jababeka Gandeng Airbus Helicopter Sediakan Moda Transportasi ke Cikarang

Ilustrasi Helikopter (Ist) PT Jababeka Tbk bekerja sama dengan PT Airbus Helicopter Indonesia akan melakukan studi kelayakan (feasibility studi/FS) untuk penggunaan helikopter sebagai alternatif moda transportasi antara Jakarta dan Kota

Investments

Juni, Jumlah Wisman akan Tembus 1 Juta

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengaku optimistis nanti liburan anak sekolah pada Juni-Juli mendatang, wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia bisa mencapai 1 juta. “Desember 2014 jumlah wisman menembus 900 ribu,”

SightSeeing

Gotrasawala West Java Cultural & Performing Arts Festival

Berita Foto Gotrasawala West Java Cultural & Performing Arts Festival (Ist)