Warga NTB Dukung Wisata Halal di Lombok

turis dan warga di lombok

Wisatawan asing menyatu dengan warga setempat di Gili Trawangan, Lombok (Ist)

Upaya pemerintah provinsi Nusa Tenggara Barat mengembangkan wisata halal di Lombok, NTB mendapat dukungan penuh dari warga.

Ema, warga Mataram, Lombok mengatakan dukungannya terhadap upaya Pemda mengembangkan wisata halal. “Saya, sih, dukung sekali. Lagi pula masyarakat Lombok mayoritas Muslim. Jadi tidak akan ada masalah dengan penerapan wisata halal,” kata Ema ketika ditemui patainanews.com di Lombok belum lama ini.

Kendati demikian, perempuan berpara manis ini berharap pemerintah untuk tetap memberikan perhatian terhadap pariwisata konvensional karena ekonomi warga masih sangat bergantung pada sektor tersebut. 

“Lagi pula kami juga tidak ingin kebijakan wisata halal ujung-ujungnya malah mendorong fanatisme. Yang biasa-biasa saja,” kata perempuan berkerudung berparas manis itu. Menariknya sejak Lombok di Nusa Tenggara Barat pada tahun lalu mencetak prestasi dunia yang membanggakan Indonesia di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, yakni menyumbang dua gelar dalam ajang internasional, World Halal Travel Award 2015 mendapat World’s Best Halal Tourism Destination dan World’s Best Halal Honeymoon Destination, maka pemerintah provinsi NTB optimistis kunjungan wisatawan Nusantara (wisnus) ke Lombok akan meningkat seiring Lombok mulai tahun ini mengandalkan wisata halal.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata NTB Lalu Mohammad Faozal kepada patainanews.com di Lombok, Rabu (24/8/2016).

Faozal menjelaskan bahwa Lombok tak hanya mengincar turis asing, melainkan wisnus sebab potensi besar wisnus untuk berkunjung ke Lombok lantaran Indonesia adalah negeri yang mayoritas penduduknya beragama Islam.

Sementara turis asing yang diincar Lombok antara lain dari Australia, kawasan Timur Tengah dan Tiongkok. 

Kunjungan Turis Asing Meningkat

Sejak Lombok di Nusa Tenggara Barat pada tahun lalu mencetak prestasi dunia yang membanggakan Indonesia di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, yakni menyumbang dua gelar dalam ajang internasional, World Halal Travel Award 2015 mendapat World’s Best Halal Tourism Destination dan World’s Best Halal Honeymoon Destination, maka pemerintah provinsi NTB optimistis kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Lombok akan meningkat seiring Lombok mulai tahun ini mengandalkan wisata halal.

Ya, dua penghargaan internasional itu ternyata memberi dampak yang signifikan terhadap pertumbuhan wisatawan Lombok di tahun 2016. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata NTB Lalu Mohammad Faozal mengatakan bahwa tahun ini Lombok bahkan tidak mengenal low season.

Katanya, terjadi anomali pada tahun 2016. Jika tahun-tahun sebelumnya Lombok mengalami low season pada awal tahun dan Ramadhan, namun tahun ini hal tersebut tidak terjadi. “Tahun ini kita penuh terus, luar biasa berkat promosi Kemenpar (Kementerian Pariwisata) juga,” ujar Faozal pada Sosialisasi Pemasaran Pariwisata Mancanegara di Lombok, Rabu (24/8/2016).

Faozal optimistis target 3 juta wisatawan Lombok untuk tahun 2016 akan terpenuhi. Dari angka 3 juta tersebut, baik wisatawan nusantara (wisnus) maupun wisatawan mancanegara (wisman) masing-masing diharuskan menyumbang angka 1,5 juta.

“Dari data BPS yang kita peroleh, sampai bulan Juli ini saja sudah mencapai angka 2,2 juta wisatawan. Penyumbang terbanyak adalah wisnus, tertolong dari event-event MICE seperti Hari Pers Nasional dan MTQ Nasional yang baru saja kami laksanakan. Bahkan, penyelenggaraan MTQ tersebut dinilai sebagai MTQ yang terbaik,” lanjutnya.

Pada kesempatan yang sama, Faozal juga menjelaskan bahwa dalam branding, Lombok dan Sumbawa kini sudah dipisahkan karena keduanya tidak mungkin maju bersama-sama. Diakuinya terdapat disparitas, namun Sumbawa tidak akan ditinggal sehingga daerah ini kelak juga akan mendapatkan branding baru.

Branding baru untuk Lombok sudah kami tentukan yaitu Friendly Lombok, untuk Sumbawa belum ada nanti kita buat FGD ya. Kami dahulukan Lombok karena Kemenpar menargetkan Lombok sebagai destinasi prioritas,” katanya.

Wisman Terbesar di Lombok

Faozal menyebutkan lima negara yang menyumbang wisatawan mancanegara terbanyak di Lombok, yaitu Australia, Malaysia, Inggris, Perancis dan Jerman.

Menurutnya, Malaysia menjadi salah satu yang teratas setelah branding wisata halal digaungkan dan mendapat penghargaan dari WHTA 2015.

Sementara Australia memang diharapkan memberikan bayak wisman karena Lombok dekat dengan Bali yang merupakan city hub.

Dalam beberapa waktu ke depan, pihaknya juga akan menambah beberapa penerbangan lagi untuk meningkatkan jumlah wisman. Menurutnya, AirAsia yang sebelumnya habis-habisan mempromosikan penerbangan Kuala Lumpur-Lombok, justru kini selalu penuh membawa penumpang yang hendak berwisata.

“AirAsia dulu isinya TKI karena NTB jadi salah satu pusat TKI di daerah timur, tapi sekarang berkat brand halal, isinya penumpang yang ingin pariwisata. Begitu pun dengan Silk Air yang terbang dari Singapura ke Lombok, sebelumnya hanya terbang 4 kali sehari, tapi manajernya sudah bertemu saya dan minta ditambah penerbangannya menjadi 5 kali sehari,” jelasnya.

Sementara itu di bawah lima besar negara tersebut, ada negara-negara Timur Tengah penyumbang wisman terbesar, yaitu Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Iran dan Oman.

Negara-negara Timur Tengah dengan perekonomian stabil tersebut mulai datang ke Lombok, terutama ke daerah Sekotong dimana mereka banyak mengambil paket-paket wisata bulan madu.

“Mereka honeymoon ke sini karena villa-villa di Lombok konsepnya halal destinasi, villa ada di satu blok sekaligus lengkap dengan fasilitas-fasilitas,” tuturnya.

Jika mayoritas wisman Timur Tengah menuju ke Lombok  untuk berbulan madu, berbeda lagi dengan wisman Malaysia. Kini wisatawan dari negeri jiran sudah mulai menyukai trekking di Gunung Rinjani dan Senaru atau menikmati aktivitas snorkeling dan menyelam.

Mengenai soal paket wisata halal, NTB telah bekerja sama dengan ASITA dalam merumuskan paket yang membawa wisatawan ke destinasi-destinasi halal unggulan di Lombok.

Destinasi tersebut adalah Desa Sade, Islamic Center, Masjid Kuno Karang Bayan, Sesaot, Jurang Malang, Air Terjun Benang Kelambu, Gili Nanggu, Gili Sudak dan Gili Kedis.

Tak ketinggalan wisatawan asal kawasan Asia Timur, seperti Tiongkok dan Korea Selatan sudah semakin banyak yang berkunjung ke Lombok. (Gabriel Bobby)

 

 



About author



You might also like

Slideshow

Ayi Putri Tjakrawedana Mengajar Menulis Indonesia-AS

Pelatihan menulis terbuka untuk publik dibuat oleh Ayi Putri Tjakrawedana dalam GESS (Global Educational Supplies and Solutions) 2016 yang dilanjutkan pelatihan menulis online bagi yang bergabung dalam kelasnya (Ist) Pelatihan

Journey

Menikmati Sehari di Medan

Rahmat International Wildlife Museum & Gallery (Ist) Ika Suryani Ginting, Ast Marketing Communication Manager Hotel Mercure Jakarta Sabang rupanya seorang woman traveler sebab sejumlah destinasi wisata yang ada di Tanah Air

Tourism

Polygon Dukung Kemajuan Sport Tourism Indonesia

Tour De Maninjau (Ist) Tidak bisa dipungkiri, pariwisata menjadi salah satu  industri penggerak perekonomian Indonesia. Salah satu pariwisata yang terus dikembangkan untuk menunjang perekonomian daerah adalah wisata olahraga (sport tourism).

Destinations

PATA Adventure Travel Conference and Mart 2017, ‘In Conjuction With Luoyang International Adventure Tourism and Equipment Expo’

PATA Adventure Travel Conference and Mart 2017 (Ist) PATA akan menyelenggarakan event PATA Adventure Travel Conference and Mart 2017, ‘In Conjuction With Luoyang International Adventure Tourism and Equipment Expo’ di

Airlines

Pemerintah Gencar Promosi Pariwisata Indonesia di Perancis

Promosi pariwisata Indonesia di Perancis (Ist) Promosi Indonesia di September tidak akan berhenti di acara TOP RESA. Mulai 26 hingga 30 September 2016, VITO bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata akan

World Heritage

Memotret Kota Lama Semarang

General Manager Hotel Horison NJ Aditya Maulana (kemeja abu-abu dan berkaca mata) tampak serius mendengarkan penjelasan mengenai sejarah kota Semarang di Kampung Batik Semarang di kawasan Kota Lama Semarang (Ist)