Wartawan, PR Saling Membutuhkan

wartawan dan pr

Confederation of ASEAN Journalists (CAJ) dan ASEAN Public Relations Network (APRN) menandatangani nota kesepahaman (MoU Signing) disaksikan Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informasi Rosarita Niken Widiastuti (Ist)

Confederation of ASEAN Journalists (CAJ) dan ASEAN Public Relations Network (APRN) menandatangani nota kesepahaman (MoU Signing) di Auditorium Prof Djadjusman, The London School of Public Relations (LSPR), Jakarta disaksikan Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informasi Rosarita Niken Widiastuti mewakili Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, Jumat (6/1/2017).

Dalam kesempatan tersebut, Prita Kemal Gani, Presiden APRN sekaligus Founder LSPR mengatakan bahwa kerja sama ini terlaksana berkat adanya hubungan baik antara Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dengan LSPR.

Maka, ketika Indonesia ditunjuk sebagai tuan rumah board meeting CAJ, APRN tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk melakukan friendship agreement antara kedua belah pihak.

Apalagi, keduanya memiliki tujuan yang sama. “Baik CAJ maupun APRN sama-sama membahas tentang isu-isu terkini yang terjadi di negara-negara anggota ASEAN. Tapi, APRN tidak punya platform-nya. Sebaliknya, mereka punya platform, di sisi lain, membutuhkan sumbernya,” kata Prita dalam siaran pers yang diterima patainanews.com, Senin (9/1/2017).

Ditegaskannya, wartawan dan PR adalah saudara kembar yang saling membutuhkan dimana PR yang mengolah informasi tentang current issues yang terjadi di ASEAN sehingga menjadi narasi yang baik, dan jurnalis yang menyampaikannya.

Dari kerja sama ini, ia berharap keduanya dapat berkontribusi memberikan pemahaman dan mampu menjadi barometer informasi terpercaya bagi masyarakat ASEAN. 

Dalam kesempatan itu Rosarita Niken mengapresiasi kerja sama ini. Apalagi, industri media saat ini tengah bermetafora ke dalam beragam bentuk sehingga publik dapat menerima informasi dengan mudah, cepat, bahkan real-time.

Termasuk, informasi yang memuat unsur hate speech, hoax, hingga fake news yang lantas dengan cepat berkembang menjadi viral. 

Di tengah situasi ini, ia berharap media mainstream dapat menjadi clearing house. Ia pun mengajak insan media massa untuk menyampaikan pemberitaan yang mengedukasi, mencerahkan, menyosialisasikan informasi yang benar, akurat, terpercaya, bertanggung jawab kepada masyarakat.

Ini dikarenakan jumlah media massa yang banyak merupakan sumber kekuatan yang mampu memengaruhi opini publik, sikap, dan tingkah laku publik. 

“Pada akhirnya, keputusan ada di tangan media yang bersangkutan. Mau atau tidak mengambil peran tersebut?” katanya seraya bertanya. 

Sementara itu Lee Yoong Yoong, Director of Community Affairs Directorate of the ASEAN mengatakan bahwa jurnalis yang bertanggung jawab membantu masyarakat untuk mendapatkan informasi yang benar.

Terwujudnya kerja sama ini sejalan dengan komitmen mereka, yaitu We want to get closer to media to bring us closer to the people dimana media massa membantu menjelaskan kegiatan yang sedang dilakukan, peluang dan tantangan yang dihadapi masyarakat ASEAN.

Termasuk, membantu mempromosikan people-centered ASEAN when everybody thinks ASEAN first. “Selama ini, masyarakat ASEAN mengetahui apa itu ASEAN tetapi tidak banyak yang tahu aktivitas dan benefit dari keberadaan ASEAN untuk kehidupan mereka. Padahal, hingga usianya yang menginjak tahun ke-50, ASEAN berkontribusi mewujudkan kedamaian dan kemakmuran, tidak ada perang antaranggota ASEAN,” ujar pria asal Singapura ini.

Upaya memelihara kedamaian pun dilakukan CAJ. Mereka bersama jurnalis dari negara-negara anggota ASEAN kerap mengadakan pertemuan dan kunjungan ke negara ASEAN, salah satunya melalui program study tour. 

“Program ini bertujuan untuk memberikan edukasi tentang negara ASEAN yang mereka kunjungi sekaligus menunjukkan the beauty of ASEAN country,” ujar Thuan Huu, Presiden CAJ yang juga Ketua Asosiasi Jurnalis Vietnam (VJA). (Gabriel Bobby)

About author



You might also like

Destinations

Colenak ala Hotel Santika Premiere ICE BSD City

Colenak Hotel Santika Premiere ICE BSD City (Ist) Nama Colenak mungkin sudah tidak asing di telinga masyarakat Indonesia terutama warga Jawa Barat dan menjadi salah satu kuliner populer. Colenak terbuat

Tourism

Cerita PATA Travel Mart 2016 Tentang Pariwisata Indonesia

PATA Travel Mart 2016 (Ist) Perahu Phinisi ‘berlayar’ pada Pacific Asia Travel Association (PATA) Travel Mart 2016 di Indonesia Convention Exhibition (ICE), di BSD City, Banten. Perahu itu adalah stan

Tourism

Bukber Sekaligus Silaturahmi LBI

Berita Foto: Buka puasa bersama (bukber) Keluarga Besar Lintas Budaya Indonesia (LBI) dihadiri pendiri LBI Halimah Munawir Anwar, Ratu Ike Kartiwa dan penasehat juga LBI Ruly Rahadian. Bukber sekaligus silaturahmi

Hotel

Kemilau Indonesia Photo Contest 2017 Menggali Keunikan Baru di 10 Bali Baru

Press conference KICP 2017 (Ist) Kemilau Indonesia Photo Contest (KICP) 2017 diharapkan mampu menggali keunikan dan potensi-potensi wisata baru di 10 destinasi yang ditetapkan sebagai Bali Baru di Indonesia. Ketua

Hotel

PATA Youth Symposium Hadir di PATA Travel Mart 2016

Suasana PATA Youth Symposium (Michelle) Dalam penyelenggaraan PATA Travel Mart 2016 di venue Indonesia Convention Exhibition (ICE) di BSD City, Banten pada 7 hingga 9 September 2016, PATA pun menggelar

Festival

Pasca PATA Travel Mart 2016, Tanjung Lesung Semakin Dikenal di Eropa

Menteri Pariwisata Arief Yahya (kedua dari kanan) ketika memimpin press conference PATA Travel Mart 2016 di ICE (Ist) Tanjung Lesung, Banten, destinasi wisata di Indonesia yang termasuk 10 Bali baru