Wisata Bahari di Taman Laut Teluk Maumere

Capa Resort1

Capa Resort Maumere ikut promosikan Taman Laut di Teluk Maumere (Ist)

Indonesia memang dikenal sebagai negara yang memiliki beragam destinasi wisata sehingga banyak orang yang memutuskan untuk berlibur di negeri ini. Jadi, tak perlu jauh-jauh ke luar negeri untuk mendapat pengalaman traveling yang tak ada duanya.

Bahkan, beberapa aktivitas traveling, Indonesia jadi salah satu tempat terbaik di dunia. Sebagai negara kepulauan yang dikenal kaya sejarah dan bahari, negeri ini jadi destinasi favorit traveler dunia untuk melakukan berbagai aktivitas traveling.

Ini membuktikan, kekayaan wisata Indonesia tak kalah dengan negara-negara di belahan dunia lainnya. Wisata bahari, khususnya diving merupakan salah satu wisata yang paling diminati masyarakat Jerman di Indonesia.

Menurut Petrus Bura, Staf di Dinas Pariwisata Kabupaten Sikka, Flores, Nusa Tenggara Timur, taman laut di Teluk Maumere diakui wisatawan asal Eropa, khususnya turis Spanyol sebagai taman laut terindah di dunia.

“Taman laut di Teluk Maumere sudah lama dikembangkan oleh (alm) Frans Seda. Namun, mengalami kerusakan parah saat terjadi gempa bumi di Flores tahun 1992 silam. Namun, saat ini sedang recovery kembali sehingga membuat turis Spanyol yang menyelam kagum dengan keindahannya,” urainya kepada patainanews.com belum lama ini.

Ia menjelaskan, potensi wisata bahari di taman laut di Teluk Maumere bisa dikembangkan untuk diving karena keindahan terumbu karang dan biota laut yang ada.

Adapun wisatawan Eropa diketahui banyak yang datang ke Sikka, Flores, Nusa Tenggara Timur untuk melihat keindahan taman laut di Teluk Maumere. “Berdasarkan data kami, wisatawan Eropa memang mendominasi kunjungan ke Teluk Maumere untuk menikmati taman laut yang merupakan bagian dari wisata bahari,” kata Michael Mane, Kabid Kemitraan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sikka ketika dihubungi patainanews.com baru-baru ini.

Michael menjelaskan bahwa turis dari Spanyol, Inggris, Jerman, Perancis banyak yang berkunjung ke Teluk Maumere. Sementara yang lainnya berasal dari Amerika Serikat dan Australia.

“Taman laut di Teluk Maumere sudah lama dikembangkan oleh (alm) Frans Seda. Namun, mengalami kerusakan parah saat terjadi gempa bumi di Flores tahun 1992 silam. Saat ini sedang recovery kembali sehingga membuat turis Spanyol yang menyelam kagum dengan keindahannya,” urainya.

Ia menjelaskan, potensi wisata bahari di taman laut di Teluk Maumere bisa dikembangkan untuk diving karena keindahan terumbu karang dan biota laut yang ada.

Michael menuturkan, tahun depan akan menjadi puncak penyelenggaraan Festival Teluk Maumere yang dimulai sejak November tahun ini.

Capa Resort Maumere Ikut Promosikan Teluk Maumere

Pemerintah Kabupaten Sikka, Flores, NTT memberikan apresiasi keberadaan Capa Resort Maumere yang ikut membantu promosi Teluk Maumere sehingga wisatawan, termasuk turis asing kini semakin banyak yang tertarik berkunjung ke Teluk Maumere.

Hal tersebut dikatakan Kabid Kemitraan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sikka Michael Mane. “Adanya fasilitas diving yang diberikan Capa Resort Maumere membuat wisatawan, termasuk wisatawan mancanegara kini semakin banyak yang datang ke Teluk Maumere,” ujarnya.

Michael menjelaskan bahwa jaringan promosi yang dimiliki Capa Resort Maumere ternyata memberikan dampak positif sehingga wisatawan domestik dan turis asing tertarik berkunjung ke Sikka untuk melihat Teluk Maumere.

“Adanya kapal yang disediakan Capa Resort Maumere memudahkan wisatawan untuk berkunjung ke Teluk Maumere untuk melihat taman laut di Teluk Maumere,” ucapnya.

Michael menuturkan, tahun depan akan menjadi puncak penyelenggaraan Festival Teluk Maumere yang dimulai sejak November tahun ini. Sebelumnya pihak Capa Resort Maumere merencanakan tahun depan akan melakukan grand opening setelah beberapa fasilitas hotel dilengkapi.

Demikian disampaikan Priadi Wibisono, Marketing Manager PT Petrada Widya Radhasa ketika dihubungi patainanews.com beberapa waktu lalu. Adapun manajemen PT Petrada Widya Radhasa memperkenalkan sebuah resor pantai butik baru dengan standar pelayanan internasional di Maumere, Flores, NTT.

“Nama resort ini Capa Resort Maumere. Kami memiliki 35 kamar, dengan 30 kamar deluxe, 3 Junior Suites dan 2 Presidential Suites yang didukung dengan fasilitas restaurant, roof top bar dan executive lounge, infinity kolam renang, pusat menyelam, kebugaran dan spa, ballroom. Kami sudah melakuan soft opening pada 1 Juli 2015,” tutur Wibi, sapaan akrab Wibisono, belum lama ini.

Wibi berharap Maumere akan meningkat selepas dilanda tsunami pada 1992 silam sebagai destinasi wisata yang diminati wisatawan asing. “Sekarang ada 3 penerbangan terbang ke Maumere dari Denpasar, Wings Air, NAM Air dan Kalstar. Garuda Indonesia akan terbang ke Maumere segera,” ucapnya.

Diminati Wisatawan Mancanegara

Sejak dilakukan soft launching pada 1 Juli lalu, wisatawan mancanegara cukup banyak yang tertarik untuk datang ke Capa Resort Maumere yang terletak di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Kunjungan wisatawan asing ke hotel kami cukup banyak melalui OTA dan direct booking,” kata Wibi. Ia menjelaskan bahwa dukungan pemerintah kabupaten Sikka dan pemerintah provinsi NTT tidak terlalu signifikan.

“Sebagai bukti Maumere sendiri sebagai destinasi tidak banyak berkembang dan stake holder lainnya pun juga banyak yang tidak mendapat dukungan. Saat ini semua stakeholder bergerak sendiri-sendiri untuk mengembangkan destinasi Maumere. Banyak yang masih berpendapat bahwa Maumere itu di Papua bukan di Flores, NTT,” paparnya.

Wibi menuturkan hingga akhir tahun ini Capa Resort Maumere masih terus mempromosikan destinasi Maumere lantaran banyak wisatawan, khususnya domestik yang belum tahu potensi dan letak Maumere.

“Kalau turis asing yang melalui tour operator sudah kami lakukan kerja sama dan tahun depan kami berharap ada realisasinya,” tambahnya. (Gabriel Bobby)

 

 

 

About author



You might also like

Travel Operator

Sail Indonesia Moyo Tambora 2018 Dorong Investasi dan Promosi Pariwisata NTB

Press conference Sail Indonesia Moyo Tambora (Ist) Sail Indonesia Moyo Tambora (Sail Motam) 2018 diharapkan akan mendorong investasi dan menjadi sarana promosi pariwisata Nusa Tenggara Barat (NTB). Sail Motam 2018

Slideshow

Revindia Carina Suka Traveling ke Banyuwangi

Revindia Carina Revindia Carina, Miss Global Beauty Queen Indonesia 2017 mengaku suka traveling ke Banyuwangi, Jawa Timur. Perempuan berparas cantik ini mengaku menyukai Banyuwangi lantaran destinasi wisata yang ada di

Festival

Perlu Dukungan Menteri Pariwisata untuk Perkembangan Wisata Kopi di Indonesia

Menteri Pariwisata Arief Yahya diharapkan dukungannya untuk mengembangkan wisata kopi Indonesia (Ist) Pelaku bisnis kopi di Indonesia berharap adanya dukungan dari Menteri Pariwisata agar wisata kopi di dalam negeri bisa

Airlines

Wisata Bahari di Lombok Menjanjikan

Turis asing melintas di kawasan Pantai Kuta Lombok Wisatawan Nusantara maupun turis asing dinilai mulai melirik Lombok, Nusa Tenggara Barat lantaran wisata bahari di Pulau Seribu Masjid ini sangat menjanjikan.

SightSeeing

Kampung Lawas Maspati Dipuji BUMN

Rapat kerja Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) Kementerian BUMN (Ist) Kesuksesan Kampung Lawas Maspati Surabaya menjadi kampung binaan PT Pelindo III diapresiasi banyak pihak dalam rapat kerja Program Kemitraan

Nature

Api Obor Asian Games 2018 Bertemu Blue Fire Kawah Ijen Banyuwangi

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas (kedua dari kiri) (Ist) Obor Asian Games 2018 telah bertemu dengan blue fire di Kawah Ijen Banyuwangi, Sabtu (21/7/2018). Mantan atlet petinju nasional pemegang medali