Wisata Bersama PO LARASATI

po larasati

Bus PO LARASATI (Ist)

Ada kata-kata bijak yang  mengatakan jika ingin berbisnis hendaknya dilandasi kegemaran atau minat.

Tak dipungkiri oleh Anton Budhi yang memilih jalur bisnis di bidang transportasi tepatnya angkutan wisata bus. “Oleh karena suka traveling, sedikit banyaknya mengetahui kebutuhan orang yang suka traveling, akhirnya saya bentuk PO  LARASATI pada tahun 2014,” kata Anton Budhi Ch, CEO PT Solusindo Anugerah Wisata (PO Larasati) dalam siaran pers yang diterima patainanews.com, Senin (30/1/2017).

Mengapa diberi nama LARASATI ? Diyakini Anton, pemberian nama dari nama anak perempuannya yang pertama akan membawa rezeki.

“Banyak perusahaan lain yang menggunakan nama perempuan dan ternyata berhasil dengan sukses dan berkembang baik,” paparnya.

anton larasati

Anton Budhi Ch, CEO PT Solusindo Anugerah Wisata (PO Larasati) (Ist)

LARASATI pada awal berdiri memiliki 10 unit armada yang terdiri dari 5 unit Hi Ace dan 5 unit kendaraan medium. Kemudian tahun 2015 tambah 2 unit dan 2016 lalu tambah 2 lagi sehingga sekarang total armada ada 14 unit.

“Dan rencananya pada akhir 2017 akan menambah 4 armada,” tambahnya. Anton mengungkapkan, dalam business plan perusahaan rencananya menambah kendaraan 2 unit setiap tahun sehingga paling banyak nantinya perusahaan memiliki 30 kendaraan saja,

“Untuk kendaraan, paling lama usianya 3 hingga 4 tahun, kemudian saya jual dan mendatangkan kendaraan yang baru, karena menyangkut biaya pemeliharaannya lebih besar daripada pendapatannya,” terangnya.

Hal ini tentu saja terkait dengan kenyamanan, kebersihan dan keselamatan, baik dari sisi kendaraan maupun penumpangnya sendiri.

“Kita ingin mengajak konsumen jangan hanya sekedar dikasih mobil yang bisa jalan dan AC dingin saja, tetapi kita ingin penumpang dapat merasakan kenyamanan dan kesenangan selama dalam perjalanan,” paparnya. 

LARASATI berbeda dengan perusahaan kendaraan pariwisata lainnya yang mengejar uang atau profit sehingga mereka harus jalan setiap hari, dan akibatnya kendaraan cepat rusak.

Anton memiliki filosofi ketika  membuat LARASATI bukan hanya mengejar semata-mata uang, tetapi ia memiliki  banyak teman dari penumpang, para crew dan itu membuatnya nyaman dan menikmati

“Bahkan, setiap kali saya sampai di kantor, bukannya langsung masuk ke dalam ruangan, tetapi langsung menuju tempat para sopir berkumpul, dan ikut nimbrung ngobrol dengan mereka, sambil menikmati sebatang rokok ” imbuhnya. 

Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui secara langsung kinerja anak buahnya. “Mengubah mereka gampang, hanya kasih contoh yang bagus cara membawa kendaraan itu seperti ini, dan kecepatan tidak boleh melebihi dari 100 km/jam. Hal seperti ini bicara di dunia pariwisata karena kita punya moto ‘Welcome to Our Journey’, ada kata selamat datangnya kalau selamat datang sudah tidak nyaman mau ngapain,” paparnya.

Dia menyebut pada akhirnya beberapa klien bisa repeat order dan loyal pada LARASATI  “Kenyamanan, kebersihan dan keselamatan”.

Itu kunci pelayanan yang diberikan Larasati. Saat ini LARASATI memiliki  40 karyawan, dan seluruh sopir serta kondektur adalah karyawan tetap.

Perusahaan tidak menggunakan supir freelance semua supir permanen/tetap. Adapun kantor pusat ada di Jakarta dengan dua kantor cabang di Yogyakarta dan Banyumas.

“Karena kita menganggap sopir dan kernet itu adalah front line, mereka terdepan berhadapan dengan penumpang, kalau sopir dan kernet jelek, maka perusahaan pun menjadi jelek,” jelas Anton.

Dia juga menyebut pasar yang dituju lebih kepada komunitas dan perusahaan. “Karena komunitas dan perusahaan itu banyak orang yang ingin menikmati perjalanan wisatanya. Kita sudah punya pelanggan tetap dan pelanggan baru. Dan kita juga ingin pelanggan nantinya para pelanggan itu bercerita dari mulut ke mulut, seperti pakailah LARASATI kalau mau bersih dan mau enak. Kelebihan lainnya yang diberikan LARASATI adalah tidak pernah memberikan pinalti ke penumpang bila ada kelebihan jam, karena ingin mereka juga nyaman, dan selamat dalam menikmati perjalanan mereka, ” jelas Anton tentang kiat-kiatnya memelihara para pelanggannya.

“Sulit atau tidaknya tergantung dari kekuatan mengelola, tujuan serta kualitas SDM nya. Kekuatan mengelola biasanya semuanya punya limit jumlah armada. Terlalu banyak malah Jadi masalah dan tidak layak secara bisnis. Ketiga variable diatas bisa dikendalikan tidak akan sulit pengoperasaiannya,” demikian Anton menjelaskan secara terbuka peta bisnis yang ia jalankan.

Jika Anda ingin berwisata melalui jalur darat di Jawa, Bali atau Sumatera tak salah memilih LARASATI. Nyaman, Bersih dan Selamat.

Yuk meluncur ke websitenya di www.larasati.id
Atau hubungi kontaknya di : 
021-86908080
021-28088080
087810101081
085710101081

Selamat pelesir dengan LARASATI ! (Gabriel Bobby)

About author



You might also like

Cuisine

Pasar Terapung Kalsel Pindah ke TIM

Press conference Festival Banjar 2018 (Ist) Mulai 30 Juni hingga 1 Juli mendatang,  Pasar Terapung di Kalimantan Selatan (Kalsel) akan pindah ke Taman Ismail Marzuki (TIM) dan Bundaran HI. Pasar

Travel Operator

Tour de Flores Explore the Wonderful Land

Launching TdF 2017 (Ist) Aroma persaingan balap sepeda bertaraf internasional Tour de Flores (TdF) 2017 sudah terasa saat launching di Balairung Soesilo Sudarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta Rabu, (5/7/2017). Menteri

SightSeeing

Desainer Cilik Akeyla The Best Artist TSFA Show Your Style 2018

Desainer cilik yang tengah naik daun dengan prestasi, Akeylanaraya Alyandina (kanan) (Ist) Desainer cilik yang tengah naik daun dengan prestasi, Akeylanaraya Alyandina menerima penghargaan sebagai The Best Artist dalam TimiSaschi FashionArt

Slideshow

GrandKemang Jakarta Ajak Anak Yatim Bukber

Manajemen grandkemang Jakarta rupanya tak hanya sebatas mengejar profit semata. Di bulan penuh rahmat ini, hotel ini pun ikut berbagi dengan sesama, yakni mengajak anak-anak yatim piatu menikmati makanan yang

Slideshow

Pentingnya Sister City untuk Cirebon

Keraton Kasepuhan Cirebon Keraton Kasepuhan Cirebon mendorong adanya sister city antara Cirebon di Jawa Barat dengan Hawaii di Amerika Serikat (AS) lantaran bisa mendorong kerja sama dalam berbagai bidang, termasuk

Culture

Tenun Ikat Kediri Diminati Wisatawan Eropa

Ibu Negara Iriana Joko Widodo bersama istri Wakil Presiden Ibu Mufidah Jusuf Kalla ketika melihat langsung Tenun Ikat Kediri (Ist) Wisatawan mancanegara asal Eropa rupanya selama ini menyukai kain tradisional