Wisata Budaya Jawa Mengajak Wisman ke Yogya

lusi alampersadaLusi Evie Marya

Budaya asli Indonesia, termasuk budaya Jawa patut diacungi jempol lantaran menjadi alasan bagi wisatawan mancanegara (wisman) untuk berkunjung ke negeri ini, selain mereka datang untuk menikmati keindahan destinasi yang beragam dan tersebar di Nusantara mulai dari ujung timur hingga barat.

Kekuatan budaya milik negeri ini yang menjadi alasan turis asing untuk datang ke negeri ini, termasuk berkunjung ke Yogyakarta diakui Direktur Utama AlamPersada Tour & Travel Lusi Evie Marya ketika dihubungi patainanews.com, Rabu (5/8/2015).

“Pariwisata budaya menjadi salah satu daya tarik pokok Yogyakarta sebagai tempat yang paling diminati untk dikunjungi. Budaya lokal Jawa yg menjadi daya tarik wisatawan asing bisa dijumpai pada atraksi budaya, seperti sendratari Ramayana, wayang, gamelan dan lainnya. Tak ketinggalan cinderamata khas Yogya,” paparnya.

Menurut Lusi, budaya Jawa menjadi pemikat wisatawan asing berkunjung ke Yogyakarta. “Sangat jelas sekali, bahwa budaya Jawa sangat diminati oleh wisatawan. Khususnya turis asing. Banyak dari mereka yang memanfaatkan kunjungan ke Yogya untuk belajar gamelan, membatik yang bisa dipelajari dalam waktu singkat, bahkan mereka bisa membawa pulang hasil kain yang dibatik teresbut,” urainya.

Ada lagi, lanjutnya belajar membuat gerabah, celengan, vas bunga. “Inilah yang membedakan dengan wisata budaya di wilayah lainnya sehingga budaya Jawa tetaplah menjadi daya tarik tersendiri untuk wisatawan-wisatawan tersebut,” jelasnya.

Kendati demikian, lanjut Lusi, turis asing juga tetap tertarik pergi ke sejumlah destinasi yang ada di Yogyakarta. “Keduanya, yakni destinasi dan budaya menjadikan Yogyakarta sebagai tujuan utama wisatawan, khususnya turis asing untuk berkunjung ke Yogyakarta. Obyek wisata Yogya apa pun ada dan menjadi daya pikat wisatawan. Wisata pantai, wisata alam, wisata minat khusus, dan tak ketinggalan satu lagi yang menjadikan Yogya spesial, yaitu wisata budaya. Jadi kedua faktor tersebut yang menjadikan Yogyakarta istimewa dihati para wisatawan itu,” ungkapnya.

Favorit Wisatawan
Senada dengan Lusi, sebelumnya Achmad Charris Zubair, Ketua Umum Dewan Kebudayaan Kota Yogyakarta menjelaskan bahwa selama ini Yogyakarta dikenal sebagai destinasi favorit bagi wisatawan, termasuk turis asing.

“Kekuatan Yogyakarta itu justru pada kebudayaannya yang tidak hanya terbatas pada karya keseniannya tapi juga karya bangunan cagar maupun warisan budaya, seperti bangunan, candi, arsitektur khas dan lainnya,” tutur Charris ketika dihubungi patainanews.com belum lama ini.

Juga, lanjutnya, karya kuliner, fashion atau pakaian serta adat istiadatnya. Apalagi karya seni, baik yang bercorak tradisional maupun kontemporer. “Juga adat istiadat maupun upacara adat yang hidup dimasyarakat. Semua menjadi daya tarik bagi wisatawan, baik wisata rekreatif maupun minat khusus seperti sejarah dan kebudayaan,” tuturnya.

Charris menjelaskan, berdasarkan data tahun lalu, wisatawan asing yang berkunjung ke Daerah Istimewa Yogyakarta terbanyak dari Belanda 22374 orang, disusul Jepang 19246 orang, Malaysia 17305 orang, Perancis 14063 orang, Amerika Serikat 12256 orang, Australia 10207 orang, Singapura 9733 orang, Jerman 9105 orang, Tiongkok 5215 orang, dan Italia 4824 orang.

“Secara keseluruhan turis yang datang tahun 2014 sekitar 187000 orang,” katanya. Menurutnya, tentu banyak diantara turis yang kemudian datang dan tertarik untuk belajar dalam proses karya budaya tesebut, seperti menari, membatik atau bahkan belajar bahasa Jawa. Di beberapa tempat di Yogya terdapat berbagai kursus singkat untuk turis asing yang ingin belajar menari, karawitan atau batik dan kerajinan lain. Beberapa tempat antara lain di Ngasem, Kadipaten untuk tari dan karawitan maupun Bantul dan Tamansari untuk batik,” urainya. (Gabriel Bobby)

 





About author



You might also like

Slideshow

Melihat Penyu di Samber Gelap

Kepala Bidang Pariwisata Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kotabaru Rusian Ahmadi Jaya berpose dengan penyu di Samber Gelap  Pesona wisata bahari di Samber Gelap tak hanya terbatas pada terumbu karang yang

Slideshow

Menanti Emirates Terbang ke Lombok

Wisatawan mancanegara di Pantai Kuta, Lombok  Kalau tidak punya background pebisnis, tidak mudah bernegosiasi dengan petinggi Emirates Airlines! Apalagi ‘mendikte’ maskapai penerbangan milik Uni Emirat Arab yang bermarkas di Dubai

Culture

Keuntungan Ikut PATA Travel Mart 2016 di ICE

Press conference PATA Travel Mart 2016 di Kementerian Pariwisata (Ist) Penyelenggaraan PATA Traval Mart 2016 di venue Indonesia Convention Exhibition (ICE) di BSD City, Banten pada 7 hingga 9 September mendatang

Slideshow

Ramadan Hikmat di GrandKemang Hotel Jakarta

Datangnya bulan suci Ramadan merupakan suatu kebahagiaan besar bagi umat Islam di seluruh dunia. Beragam kegiatan dilakukan di bulan puasa ini, mulai dari acara berbuka puasa bersama, salat tarawih, hingga

Tour Package

Halimah Munawir Mencurahkan Perhatian untuk Pariwisata dan Budaya Indonesia

Halimah Munawir Anwar begitu mencintai pariwisata dan budaya Indonesia (Ist) Sosok satu ini dikenal begitu besar perhatiannya terhadap perkembangan pariwisata dan budaya Indonesia. Ya, Halimah Munawiw Anwar tak segan mencurahkan

World Heritage

Mulai 9 Maret, Traveling ke Bandung Naik Kereta Wisata

Wisatawan traveling dengan kereta wisata ke Yogyakarta (Ist) Manajemen PT Kereta Pariwisata memastikan mulai Jumat, 9 Maret 2018 kereta wisata akan melayani perjalanan wisata ke Bandung, Jawa Barat. Hal tersebut