Wisata Halal Cocok di Indonesia

turis dan warga di lombok

Wisatawan asing menyatu dengan warga setempat di Gili Trawangan, Lombok (Ist)

Lombok yang ada di Nusa Tenggara Barat semakin percaya diri menjadi destinasi wisata halal di Indonesia. Sejak Pulau Seribu Masjid ini pada tahun lalu mencetak prestasi dunia yang membanggakan Indonesia di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, yakni menyumbang dua gelar dalam ajang internasional, World Halal Travel Award 2015 mendapat World’s Best Halal Tourism Destination dan World’s Best Halal Honeymoon Destination, Lombok tak berpuas diri sebab pada tahun ini menggelar International Halal Travel Fair (IHTF) 2016.

Tak hanya Lombok, Sumatera Barat dan Aceh juga mengikuti jejak Lombok mendeklarasikan wisata halal. Adapun keseriusan Lombok sebagai destinasi wisata halal pada tahun ini dengan menggelar International Halal Travel Fair (IHTF) 2016 di Lombok.

Dalam pembukaan IHTF 2016 di Hotel Lombok Raya, Lombok, Rabu (21/9/2016) dikabarkan dihadiri 30 buyers dari sejumlah negara, seperti dari Malaysia, dan Singapura.

Dalam jumpa pers, Deputi Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata Kemenpar Dadang Rizki Ratman menjawab patainanews.com bahwa IHTF harus menjadi calendar of events pariwisata Lombok.

“Pariwisata Lombok sudah dikenal sebagai destinasi wisata halal. Saya harap acara ini menjadi calendar of events pariwisata Lombok. Dan, acara seperti ini juga bisa dilakukan di Sumatera Barat dan Aceh yang juga mengandalkan wisata halal,” urainya.

Dadang mendukung Lombok menjadi leader destinasi wisata halal di Indonesia. “Indonesia masih kalah dengan Thailand soal wisata halal. Sekarang muncul Jepang dan Korea Selatan yang juga menjual wisata halal sehingga Indonesia juga harus bersaing dengan mereka dan Lombok bisa dijadikan leader wisata halal di Indonesia dan tentunya Lombok, Sumbar, dan Aceh juga harus menerapkan standar global, yakni Global Moslem Travel Index (GMTI) sebab Menteri Pariwisata Arief Yahya ingin Indonesia berada di peringkat pertama GMTI tahun 2019. Jika menggunakan GMTI, maka wisatawan asing, termasuk dari kawasan Timur Tengah yakin dengan wisata halal di Indonesia,” ucapnya.

Dadang mengatakan, Lombok, Sumatera Barat, dan Aceh bisa menggelar IHTF di daerahnya masing-masing sehingga tidak harus IHTF tiga destinasi wisata di Indonesia dibuat hanya di Lombok. 

Sementara Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata NTB Lalu Mohammad Faozal menjelaskan bahwa pihaknya mendukung IHTF digelar setiap tahun.

Senada dengannya, Kepala Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB Affan Ahmad juga mendukung IHTF digelar setiap tahun sebagai calendar of events pariwisata NTB.

“Wisata halal sudah dikenal di Lombok sehingga IHTF menjadi kegiatan yang akan selalu dilakukan BPPD NTB bersama pemerintah provinsi Nusa Tenggara Barat,” kata Affan.

Emma Almusalli seorang warga Lombok yang ditemui patainanews.com di sela-sela IHTF 2016 di Lombok, Kamis (22/9/2016) menjelaskan bahwa dirinya mendukung penyelenggaraan IHTF 2016 guna mendukung pengembangan wisata halal di Lombok.

Emma lombok 2

Emma Almusalli (Ist)

Emma yang merupakan finalis Duta Mutiara tahun 2010 itu juga mendukung upaya pemerintah provinsi Nusa Tenggara Barat mengembangkan wisata halal di Lombok.

Perempuan berparas manis ini mengatakan,wisata halal di Lombok mendapat dukungan penuh dari warga. “Saya, sih, dukung sekali. Lagi pula masyarakat Lombok mayoritas Muslim. Jadi tidak akan ada masalah dengan penerapan wisata halal,” kata Ema.

Kendati demikian, Emma yang ramah ini berharap pemerintah untuk tetap memberikan perhatian terhadap pariwisata konvensional karena ekonomi warga masih sangat bergantung pada sektor tersebut. 

“Lagi pula kami juga tidak ingin kebijakan wisata halal ujung-ujungnya malah mendorong fanatisme. Yang biasa-biasa saja,” kata perempuan berkerudung berparas manis itu.

Hotel di Bali Ramah Turis Muslim

Tiga destinasi wisata di Indonesia, yakni Lombok di Nusa Tenggara Barar, Sumatera Barat, dan Aceh sepakat mengandalkan wisata halal sebagai data tarik wisatawan, termasuk turis asing, khususnya dari kawasan Timur Tengah berkunjung ke destinasi masing-masing, namun hotel keluarga ramah wisatawan Muslim justru ada di Kuta, Bali.

hotel bali

Rhadana Hotel dari Kuta, Bali (Ist)

Menurut Ketua Tim Percepatan Pengembangan Pariwisata Halal (TP3H) Riyanto Sofyan, sebagaimana disampaikan oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya, Indonesia optimisitis dapat menjadi destinas pariwisata halal nomor satu dunia pada 2019.

“Indonesia memang sangat potensial menjadi destinasi wisata halal paling unggul di dunia. Mengapa? Karena memiliki keragaman destinasi dan kekayaan budaya nusantara dan hal semacam itu merupakan modal utama yang tidak dimiliki negara lain. Kita juga semakin yakin dengan tingginya kesadaran masyarakat dan industri pariwisata nasional terhadap perlunya pariwisata ramah wisatawan Muslim atau Muslim friendly tourism,” kata Arief Yahya.

“Bali terkenal dengan dugem dan bikininya tapi Bali bisa menang dalam kontes ini,” kata Riyanto Sofyan di Jakarta, Rabu (21/9/2016).

Adapun kategori Hotel Keluarga Ramah Wisatawan Muslim Terbaik diraih Rhadana Hotel dari Kuta, Bali. Ya, hotel ini rupanya sudah memiliki sertifikat halal dari badan BPOM.

“Fasilitas halal dinilai dari makanan bersetifikat halal, kemudahan air (basuh), tempat ibadah, dan aturan tidak mengizinkan tamu memakai bikini dan minum-minuman beralkohol, seperti kata Riyanto.

“Padahal Bali tidak masuk ke dalam promosi 10 destinasi program Kemenpar,” kata Riyanto. Seperti diketahui, Pulau Dewata sudah sangat terkenal di dunia sehingga Kementerian Pariwisata pun mengusung destinasi lain, yakni 10 Bali baru dan untuk destinasi wisata halal ada Lombok, NTB, Sumatera Barat, dan Aceh.

“Kami menilai kompetisi ini dengan sangat adil. Kami melakukan equal opportunity untuk semua nominasi,” tambah Riyanto. 

Menurutnya, Rhadana Hotel memenangkan kompetisi ini bukan hanya karena sertifikat halal yang dimilikinya. Menariknya komitmen akan wisata halal juga terus dijaga oleh hotel ini. (Gabriel Bobby)

 

 

About author



You might also like

Airlines

Rhino Camp di Tanjung Lesung Sukses

Rhino Camp di Tanjung Lesung (Ist) Penyelenggaraan Rhino Camp yang dilaksanakan Dinas Pariwisata Kabupaten Pandeglang, Banten bekerja sama dengan Komunitas Explore Pandeglang sukses digelaer di destinasi wisata Tanjung Lesung. Adapun

Tour Package

KLHK Siapkan Program Pengelolaan Sampah Labuan Bajo

Labuan Bajo (Ist) Spirit Indonesia Incorporated kembali ditunjukkan untuk memperkuat pariwisata Indonesia di Travel and Tourism Competitiveness Index (TTCI) World Economic Forum (WEF). Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) ikutan

Culture

Festival Senua 2018 Promosikan Pariwisata Natuna

Wisata bahari di Natuna (Ist) Festival Senua 2018 yang dibuka secara resmi oleh Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal pada Minggu (24/6/2018) berhasil menyedot ribuan pengunjung yang datang dari Pulau Natuna

Nature

Sascha Poespo Siap Gelar FashionArt Show Setiap Tahun

Tim Metcalf, Creative Director TimiSachi (berdiri) dan Sascha Poespo, seorang Fashion Creator (Ist) Sascha Poespo, orang Indonesia yang menetap di Australia akan mengupayakan FashionArt Show diadakan rutin setiap tahun. Hal tersebut

Nature

JAS Jadi Official Partner Wonderful Indonesia

Adji Gunawan, CEO JAS Airport Services (kelima dari kanan) foto bersama dalam PKS  Wonderful Indonesia Co Branding Forum. Kini JAS Airport Services resmi menjadi official partner Kementerian Pariwisata (Ist) JAS

Slideshow

Net1 Indonesia Ada di 10 Destinasi Wisata Eksotis

Ilustrasi Net1 destinasi wisata (Ist) Net1 Indonesia, penyedia layanan mobile data broadband4G Long-Term Evolution (LTE), memberikan akses internet yang memadai untuk wisatawan dengan menyediakan koneksi data berbasis 4G LTE di beragam destinasi