Wisata Halal, Daya Tarik Kunjungan Wisatawan Timur Tengah ke Indonesia

WhatsApp Image 2017-07-09 at 09.58.50

JAS pastikan tetap layani ground handling Saudi Arabian Airlines (SV) di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta (Ist)

Pemerintah serius meningkatkan kunjungan wisatawan asal kawasan Timur Tengah (Timteng) ke Indonesia sebab turis asal Timteng dinilai punya potensi untuk semakin banyak ke Tanah Air sebab negeri ini menawarkan wisata halal yang diyakini akan menjadi daya tarik untuk traveler asal Timteng.

Apalagi kunjungan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud pada Maret lalu juga diyakini akan mendorong semakin meningkatnya kunjungaan wisman asal Timteng, termasuk dari Arab Saudi. Ketika Raja Salman datang ke Indonesia, negeri ini begitu serius menyambut kunjungan Raja Arab Saudi ini, termasuk PT Jasa Angkasa Semesta (JAS), perusahaan ground handling swasta nasional yang memberikan layanan ground handling  yang digunakan rombongan Raja Salman pada Maret 2017.

Menariknya saat itu Raja Salman terkesan Indonesia, khususnya Bali sehingga Raja Ara Saudi ini bahkan memperpanjang masa liburannya di Pulau Dewata selama tiga hari hingga 12 Maret lalu yang semula kunjungan resmi ke Indonesia mulai 1 hingga 9 Maret 2017.

Banyak pihak yang berharap maskapai penerbangan internasional yang melayani rute penerbangan dari kawasan Timur Tengah ke Indonesia akan lebih banyak mengangkut wisatawan ketimbang tenaga kerja Indonesia (TKI). Kendati demikian Menteri Pariwisata Arief Yahya tak menampik kunjungan wisatawan asal kawasan Timur Tengah dan negeri jiran, Malaysia ke Indonesia berkurang ketika Ramadan tiba.

Mulai 10 Juli 2017, seluruh penerbangan Saudi Arabian Airlines (SV) beroperasi di Terminal 3, Bandara Internasional Soekano-Hatta. Sebelumnya, diketahui Saudi Arabian Airlines beroperasi di Terminal 2D Internasional sehingga standar pelayanannya pun lebih ditingkatkan.

Adapun rute yang akan dilayani serupa seperti di Terminal 2D, yakni tujuan Jeddah, Riyadh dan Madinah. Seluruh penerbangan ini akan menggunakan pesawat wide body Boeing 777-300 ER. Persiapan perpindahan operasional tersebut diutarakan Senior General Manager Bandara Internasional Soekarno-Hatta M Suriawan Wakan sudah direncanakan dengan sangat baik.

PT Angkasa Pura II melalui kantor Cabang Bandara Soekarno-Hatta telah merancang perpindahan operasional tersebut dengan kematangan yang lebih baik. “Dari sisi pelayanan dan fasilitas, baik dari sisi airside dan landside sudah kami persiapkan, ” tutur Wakan dalam siaran pers yang diterima patainanews.com belum lama ini.

Sebab Terminal 3 Internasional dilengkapi dengan sejumlah fasilitas digital seperti, baggage handling system (BHS), layar flight information display system (FIDS) dengan teknologi termodern, serta didukung aplikasi smartphone yang dapat memudahkan penumpang pesawat atau pengunjung bandara mencari lokasi parkir, memesan tempat parkir inap, melakukan reservasi taksi, melihat jadwal penerbangan, dan lain sebagainya.

Guna mendukung kelancaran operasional, Terminal 3 juga dilengkapi dengan 64 konter imigrasi, masing-masing 32 konter imigrasi di keberangkatan dan kedatangan. Selain itu juga terdapat total 32 autogate imigrasi, di mana masing-masing 15 autogate imigrasi di keberangkatan dan 17 autogate imigrasi kedatangan.

“Kita juga sudah menerapkan common use check-in counter system yang juga sudah diterapkan bandara terbaik di dunia,” terang Wakan. Pada security check point sebelum memasuki area imigrasi terdapat 12 unit x-ray dan dari dua unit body scanner akan ditambah total menjadi enam unit body scanner guna mendukung terwujudnya keamanan serta keselamatan saat di terminal maupun pesawat.

Sejumlah tenant makanan dan minuman juga sudah ramai membuka gerainya untuk melayani kebutuhan para penumpang pesawat rute internasional ini dan pengunjung terminal. Untuk mendukung pengoperasian tersebut, Bandara Internasional Soekarno-Hatta telah melengkapi berbagai fasilitas pendukung yang sudah dialokasikan di Terminal 3, seperti check-in counter, free wifi, free internet booth, free charging booth, contact stand, ground support system (GSS), dalam waktu dekat juga akan tersedia self check-in di Internasional.

” Prinsipnya pelayanan di Terminal 3 dipastikan akan lebih baik, sehingga akan memberikan nilai tambah bagi pengguna jasa bandara,” tutup Wakan. Menyusul selain Saudi Arabian Airlines, dalam waktu dekat akan ada beberapa airlines yang juga akan memindahkan operasinya di Terminal 3, diantaranya Vietnam Airlines, Korean Air dan Xiamen Air.

Kendati pindah ke Terminal 3, operasional ground handling Saudi Arabian Airlines tetap dilakukan PT JAS. Adji Gunawan selaku CEO JAS Airport Services mengucapkan selamat atas dimulainya penerbangan SV dari Terminal 3 sekaligus mengemukakan bahwa suatu kehormatan bagi perusahaan ground handling swasta nasional yang telah berusia 33 tahun ini menjadi bagian dari Terminal 3 dalam melayani keinginan maskapai pelanggan dan mendukung Angkasa Pura II selaku pengelola Bandara Internasional Soekarno Hatta.

SV merupakan salah satu maskapai pelanggan yang bergabung dalam keluarga besar JAS semenjak 33 tahun silam. Fakta lainnya, JAS sukses melayani kebutuhan ground handling SV yang digunakan rombongan Raja Salman pada Maret 2017. 

“SV merupakan salah satu maskapai pelanggan yang bergabung dalam keluarga besar JAS semenjak 33 tahun silam. Fakta lainnya, JAS sukses melayani kebutuhan ground handling SV yang digunakan rombongan Raja Salman pada Maret 2017,” urai Adji dalam siaran pers yang diterima patainanews.com pada akhir pekan lalu. 

Sebelumnya JAS juga menyambut positif Emirates yang menambah frekuensi penerbangan dari Dubai ke Bali. Manajemen JAS pun memberikan apresiasi terhadap Emirates sebab dengan bertambahnya penerbangan Emirates ke Pulau Dewata diharapkan lebih banyak pilihan konektivitas bagi wisatawan ke 10 destinasi lainnya, yakni 10 Bali Baru menggunakan maskapai penerbangan asing.

“Dengan bertambahnya penerbangan Emirates ke Bali, maka layanan ini akan terhubung dengan sejumlah tujuan di seluruh Eropa, termasuk Amsterdam, Moscow, Paris dan London. Ini juga akan memungkinkan penumpang terhubung ke kota terdekat Surabaya, Makassar dan Lombok. Tentunya dengan bertambahnya penerbangan Emirates ke Bali diharapkan lebih banyak pilihan konektivitas bagi wisatawan berkunjung ke 10 destinasi lainnya, yakni 10 Bali Baru menggunakan maskapai asing,” papar Martha Lory FransiscaCorporate Communications PT JAS ketika dihubungi patainanews.com, Jumat (7/7/2017). (Gabriel Boby)

 

About author



You might also like

Festival

Arief Yahya Optimistis 2016 Target 12 Juta Wisman Tercapai

Menteri Pariwisata Arief Yahya (Ist) Menteri Pariwisata Arief Yahya mengaku optimistis target 12 juta wisatawan mancanegara (wisman) hingga akhir tahun ini bisa tercapat lantaran dirinya terus memperkuat spirit pariwisata Indonesia. “Great

Airlines

174 Negara Bebas Visa

Kunjungan wisatawan asing ke Bali diperkirakan semakin meningkat setelah pemerintah membebaskan visa kunjungan ke berbagai negara (www.ninaflynnphotography.com) Pemerintah memberlakukan kebijakan bebas visa kunjungan terhadap 84 negara di dunia mulai pekan

Airlines

Keindahan Bawah Laut di Kotabaru

Berita Foto: Keindahan bawah laut Pulau Payung-Payungan dan Pulau Matasiri, Kecamatan Pulau Sembilan, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan (Ist)

Hotel

Penutupan BIL Berdampak Kunjungan Wisatawan Menurun

Wakil Ketua PHRI NTB LA Hadi Faishal (kanan) ketika silaturahmi dengan GM BIL Pujiono Rasmadi (Ist) Penutupan Bandara Internasional Lombok (BIL) di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) sebagai dampak erupsi

Slideshow

300 Polisi dan Tentara Margondang di KKPDT 2016

Menteri Pariwisata Arief Yahya meninjau persiapan konser Slank di Panggung Apung di Danau Toba (Ist) Personel TNI dan Polri turut ambil bagian memeriahkan Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba yang dilaksanakan

Nature

Hotel Santika Premiere ICE BSD City Cocok untuk Keluarga

Sky Lounge 15 Hotel Santika Premiere ICE BSD City (Ist) Hotel Santika Premiere ICE BSD City ternyata digemari keluarga yang menetap di kawasan BSD City, Banten dan Jakarta. Tak hanya