Wisata Syariah Cocok untuk NTB

selamat datang wisatawan syariah

Perempuan NTB Menyambut Wisatawan Menikmati Wisata Syariah

Upaya pemerintah provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mengembangkan potensi wisata syariah didukung pelaku bisnis wisata yang ada di sana lantaran wisata syariah bagi NTB bukanlah sesuatu yang baru.

Demikian dikatakan LA Hadi Faishal, Ketua Dewan Penasihat ASITA NTB saat dihubungi patainanews.com, Senin (29/6/2015). “Karena NTB terutama Lombok sebagai pulau seribu masjid sudah lama merancang hotel yang sangat kental dengan ketentuan dan aturan tentang wisata syariah,” tuturnya.

Sebelumnya Gubernur NTB TGH M Zainul Majdi menuturkan bahwa pihaknya ingin NTB menjadi daerah wisata islami dan menjadi daerah tujuan wisata keluarga. Keinginan Gubernur NTB itu diamini Hadi.

Hadi yang juga Wakil Ketua PHRI NTB ini menjelaskan, hampir setiap hotel di Lombok punya penunjuk kiblat punya mushala dan tempat wudhu yang memudahkan wisatawan untuk berwudhu.

“Dimana hal ini sudah masuk dalam standar wisata syariah serta makanan halal yang sudah lama mentradisi di hotel-hotel yang ada di pulau Lombok.  Mungkin istilah populernya adalah Halal Tourism,” ucapnya.

Apalagi, lanjutnya, NTB saat ini sudah mulai merancang promosi ke negara-negara semenanjung Arab, dan Timur Tengah, tentu kesiapan hotel-hotel ini akan memudahkan NTB menjual dan mempromosikan pariwisata NTB ke negara-negara kaya minyak tersebut.

Menurutnya, tantangan yang dihadapi adalah jika pelaku pariwisata salah memahami apa yang disebut wisata syariah. “Atau seolah-olah paham wisata syariah itu akan diterapkan hukum Islam yang kaku untuk seluruh wisatawan. Wisata syariah itu luwes, longgar dan saya pastikan semua wisatawan akan come and enjoy karena tidak ada batasan kaku apalagi ekstrim dalam menerapkan standar pelayanan dan fasilitas yang akan diberikan kepada wisatawan,” urainya.

Hadi mengatakan, Pemda NTB tengah menyiapkan seluruh program promosi dan infrastruktur wisata syariah dan pemerintah dan mayarakat welcome dengan program wisata syariah atau Halal Tourism ini. (Gabriel Bobby)

About author



You might also like

SightSeeing

Mengenal Lebih Dekat Gifta Oktavia Rappe

Gifta Oktavia Rappe (Ist) Keberhasilan Hotel Neo Samadikun Cirebon menjadi hotel nomor satu dari 37 hotel yang ada dan tersebar di wilayah Cirebon, Jawa Barat selama tiga bulan versi TripAdvisor

Culture

Mengenal Batik Kebanggaan Indonesia

Batik Lindy Ann (Ist) Selamat Hari Batik Nasional. Itu yang terlihat di media sosial, seperti facebook pada hari ini. Tak salah memang setiap 2 Oktober diperingati sebagai Hari Batik Nasional.

Destinations

Kampung Lawas Maspati Lestarikan Kearifan Lokal

Wisatawan berkunjung di Kampung Lawas Maspati (Ist) Budaya Indonesia adalah kunci mempertahankan Bhinneka Tunggal Ika sehingga budaya lokal harus dilestarikan. Dan, itu telah dilakukan Kampung Lawas Maspati yang terletak di

SightSeeing

Maybank Ikut Promosikan Pariwisata Nusantara

‘Lebih Dekat dengan Airlines’ serta buka puasa bersama dengan anggota ASTINDO (Ist) Maybank Indonesia ternyata sudah lama berkecimpung dalam industri pariwisata Nusantara. Hal tersebut disampaikan Muzzammil, Vice President Cash &

Hotel

Ke Palembang, Jangan Lupa Pindang Patin Musi Rawas

Pindang Musi Rawas (Ist) Di Palembang, Sumatera Selatan, wisatawan akan dimanjakan wisata kuliner khas yang beragam. Ya, tak hanya pempek saja, melainkan ada juga ikan patin. Rupanya pindang ikan patin

World Heritage

Peluncuran CoE Jawa Timur Promosikan 367 Event

Launching Calendar of Event 2019 Jawa Timur (Ist) Pemerintah provinsi Jawa Timur menggelar launching Calendar of Event 2019. Ada sebanyak 367 event budaya dan pariwisata yang diselenggarakan oleh 38 Kabupaten/Kota