Wisatawan Belanda Suka Traveling ke Sawahlunto

Wakil Walikota Sawahlunto Zohirin Sayuti (kemeja hijau) (Ist)

Sawahlunto yang terletak di Sumatera Barat diproyeksikan menjadi Kota Wisata Tambang Berbudaya pada 2020 mendatang. Alasannya adalah Kota Sawahlunto punya sejarah dan peristiwa yang kuat tentang para penambangan di pada zaman Belanda.

Pelan namun pasti, sejumlah destinasi wisata yang ada mulai dipoles lagi supaya bisa menggaet wisatawan Nusantara dan wisatawan mancanegara untuk datang ke Sawahlunto. Objek wisata itu misalnya makam-makam orang Belanda dan para pekerja tambang pada zaman itu.

Hal itu disampaikan Wakil Walikota Sawahlunto Zohirin Sayuti saat ditemui di Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat belum lama ini. “Wisatawan dari Belanda banyak yang datang ke Sawahlunto,” ucapnya menjawab patainanews.com.

 

Zohirin menuturkan, masyarakat dunia harus tahu bahwa museum Gudang Ransoem di Sawahlunto punya latar belakang sejarah yang menarik untuk diketahui. Sebelum menjadi museum, pada masa lalu menjadi tempat tahanan para pekerja penambang.

Terbilang miris, memasak dan makan dalam keadaan dirantai. “Ada museum Gudang Ransoem, (dulunya) tempat masak ribuan (sekitar 3000) tahanan. Diberi makan dan dirantai. Makanya, Sawahlunto diupayakan akan menjadi kota wisata tambang berbudaya,” katanya.

Kelak menjadi Kota Wisata Tambang Berbudaya, wisatawan akan diajak lebih mengenal Lubang Tambang Mbah Soero.  Sebetulnya, objek wisata tersebut adalah lubang yang ditemukan Belanda untuk menemukan batu bara. “Dia (Mbah Soero) diangkat sebagai mandor. Dia ditakuti oleh pekerja lainnya. Karena memang punya ilmu kebatinan. Ilmunya disalurkan ke pekerja lainnya supaya tidak sakit bila dicambuk,” jelasnya.

Nantinya Museum Goedang Ransoem akan direvitalisasi sebagaimana seperti tempat wisata yang layak dan menyenangkan. Nantinya akan ada tempat makan dan minum yang asyik untuk bersantai. Selain itu juga akan ada kereta di lubang tambang yang dulunya dipakai untuk mengangkut batu bara, yang nantinya akan digunakan untuk mengangkut traveler berkeliling. (Gabriel Bobby)

About author



You might also like

Slideshow

Mercure Jakarta Sabang Dukung Earth Hour 2018

Earth Hour 2018 di Hotel Mercure Jakarta Sabang (Ist) Dalam rangka menyambut Earth Hour 2018 Hotel Mercure Jakarta Sabang mengadakan beberapa rangkaian kegiatan untuk ikut mengkampanyekan gaya hidup ramah lingkungan.

SightSeeing

Menikmati Berlayar Singapura-Malaysia dengan Genting Dream Cruise

Genting Dream Cruise di Marina Bay Cruise Center Singapura Traveling dengan kapal pesiar menjadi bagian gaya hidup yang kekinian. Ya, wisatawan kini berkunjung ke suatu destinasi wisata bukan lagi sekadar

Cuisine

Keliling Destinasi Wisata di Jawa dengan Kereta Api Wisata

Wisatawan bisa traveling dengan Kereta Wisata (Ist) Manajemen PT Kereta Api Pariwisata merencanakan membuka layanan wisata bagi wisatawan Nusantara dan wisatawan mancanegara untuk bisa keliling destinasi wisata yang ada di

Slideshow

Joglosemar Bisa Hasilkan 47 Juta Wisnus

Narasumber dalam diskusi dengan tema ‘Membangun Destinasi Berbasis Kompetensi Inti Daerah’ (Ist) Kementrian Pariwisata bersama Kadin Jawa Tengah, pemerintah provinsi Jawa Tengah dan Forum Bisnis Jawa Tengah (FBJT) mengadakan acara diskusi

Slideshow

Kereta Wisata Priority Setiap Hari dari Jakarta ke Semarang

Direktur Utama PT KA Pariwisata Totok Suryono (kedua dari kanan) dalam press conference Manajemen PT KA Pariwisata kembali meluncurkan layanan Kereta Kelas Priority yang digandengkan pada Argo Muria relasi Stasiun

Destinations

Jazz di Kota Lama Semarang, Eva Celia Pilih Menginap di Horison NJ Semarang

Eva Celia (Ist) Penyanyi Eva Celia ternyata memilih Hotel Horison NJ Semarang ketika mengisi acara jazz di Kota Lama Semarang. Hal tersebut disampaikan Titien Soendowo, Owner Representative Hotel Horison NJ